
Kementerian Agama Republik Indonesia beberapa waktu lalu meluncurkan Kurikulum Cinta, sebuah konsep pendidikan yang menekankan pengajaran berbasis kasih sayang, adab, dan kepedulian.
Namun, bagi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 Ciamis, yang terletak di Lingkungan Karagedang, Kelurahan Linggasari, Kabupaten Ciamis, konsep ini bukanlah hal baru.
Kepala MIN 9 Ciamis, Dra. Hj. Munawaroh, M.Pd., mengungkapkan bahwa prinsip kasih sayang antara guru dan murid telah menjadi fondasi pendidikan di sekolahnya jauh sebelum Kemenag meresmikan kurikulum tersebut.
“Rasa cinta dan kasih sayang dari seorang guru terhadap murid tentu menjadi dasar kami mendidik di lingkungan sekolah ini,” ujarnya.
Setiap pagi, para guru di MIN 9 Ciamis menyambut siswa dengan senyum, salam, dan sapa. Tradisi ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi bagian penting dari pendidikan karakter.
Melalui interaksi tersebut, guru dapat memperhatikan penampilan siswa, seperti panjang rambut dan kebersihan kuku, bahkan mendeteksi kondisi kesehatan lewat suhu tubuh saat bersalaman.
“Dari bersalaman, kami bisa mengetahui apakah suhu tubuh anak normal atau tidak. Keceriaan mereka saat disambut juga menjadi tolok ukur semangat belajar,” jelas Munawaroh.
Selain kedekatan emosional, MIN 9 Ciamis juga mengedepankan pembinaan karakter dan kejujuran.
Sekolah secara berkala mengadakan tes psikologi untuk memetakan kepribadian serta kecenderungan siswa.
Hasil tes ini kemudian dibicarakan bersama orang tua agar perkembangan anak dapat dipantau secara berkesinambungan.
Berbagai prestasi telah diraih, baik akademik maupun nonakademik. Ekstrakurikuler seperti panjat tebing, renang, dan pencak silat kerap mengharumkan nama sekolah.
Namun, Munawaroh menegaskan bahwa fokus utama tetap pada pembinaan adab siswa.
“Adab adalah yang terpenting dari konsep penerapan Kurikulum Cinta,” tegasnya.
Sejak lama, MIN 9 Ciamis telah menerapkan pembelajaran hafalan Juz 30.
Sekolah bahkan mendatangkan guru Qiroati khusus untuk melatih tujuh guru internal, yang kemudian menularkan ilmunya kepada para siswa.
Selain Kurikulum Cinta, MIN 9 Ciamis juga telah lama menerapkan Konsep Eko-Teologi, yaitu pengajaran yang memadukan nilai agama dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan status sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi, MIN 9 memiliki lebih dari 800 koleksi tanaman dan bunga yang tertata rapi.
Menurut Munawaroh, seluruh siswa terbiasa menjaga lingkungan, bahkan tidak ada yang berani memetik bunga atau merusak pot.
Setiap Kamis, sekolah menggelar kegiatan Kamis Bersih yang diikuti seluruh guru dan siswa untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Guru yang lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) juga diwajibkan menanam pohon sebagai kontribusi hijau sekolah.
Dengan 30 guru dan 489 siswa, lingkungan MIN 9 Ciamis yang rindang dan kaya oksigen diyakini memberikan dampak positif bagi keceriaan dan kecerdasan seluruh warga sekolah.
Konsistensi dan inovasi yang dijalankan sekolah ini pun mendapat apresiasi luas dari para orang tua dan masyarakat sekitar, menjadikan MIN 9 Ciamis sebagai teladan penerapan pendidikan berbasis cinta dan kepedulian lingkungan.





