
Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, dilaporkan tengah mengembangkan proyek ambisius berupa jaringan kabel fiber optik bawah laut yang dirancang untuk mengelilingi dunia.
Proyek ini diproyeksikan memakan biaya hingga USD 10 miliar atau sekitar Rp 158 triliun, dan diperkirakan akan menjadi salah satu jaringan kabel bawah laut paling panjang dan kompleks yang pernah ada.
Proyek Jaringan Kabel 40.000 km
Menurut laporan TechCrunch, jaringan kabel bawah laut yang direncanakan Meta ini akan memiliki panjang lebih dari 40.000 km dan dirancang untuk menjadi sistem tertutup, di mana Meta akan menjadi satu-satunya pemilik dan pengguna kabel tersebut.
Berbeda dari proyek kabel bawah laut lainnya, sistem ini sepenuhnya didedikasikan untuk mendukung kebutuhan data platform milik Meta, seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
Proyek ini pertama kali mencuat ke publik setelah diungkap oleh pakar kabel bawah laut Sunil Tagare pada Oktober lalu. Ia memperkirakan bahwa pembangunan jaringan tersebut akan membutuhkan waktu antara 5 hingga 10 tahun hingga selesai.
Jalur Bebas Risiko Politik
Dalam perencanaannya, jaringan kabel ini dirancang untuk menghindari wilayah yang rentan terhadap konflik geopolitik, seperti Laut Merah, Laut China Selatan, dan Selat Malaka.
Hal ini dilakukan untuk meminimalkan risiko sabotase dan kerusakan akibat ketegangan politik yang kerap terjadi di wilayah-wilayah tersebut.
Baru-baru ini, insiden kabel bawah laut menjadi sorotan setelah sebuah kapal asal China dituding memutus jaringan kabel bawah laut di perairan Eropa.
Insiden semacam ini menjadi salah satu alasan Meta memilih jalur yang lebih aman untuk proyeknya.
Rute Global yang Membentuk Huruf W
Jaringan kabel ini disebut akan dimulai dari pesisir timur Amerika Serikat, melintasi Afrika Selatan, kemudian menuju India, dan dilanjutkan ke Australia, sebelum akhirnya kembali ke pesisir barat AS. Rute ini disebut berbentuk menyerupai huruf W, sehingga Sunil Tagare menyebut proyek ini sebagai Proyek W.
Ambisi Besar Meta dalam Infrastruktur Digital
Meta bukanlah pemain baru di industri kabel bawah laut. Perusahaan ini sebelumnya terlibat dalam proyek besar seperti 2Africa, jaringan kabel bawah laut yang mengelilingi benua Afrika.
Dalam proyek tersebut, Meta bekerja sama dengan operator telekomunikasi global seperti Orange, Vodafone, dan China Mobile.
Namun, proyek terbaru ini berbeda karena sepenuhnya dimiliki dan dioperasikan oleh Meta, tanpa mitra eksternal.
Hal ini menandai langkah strategis perusahaan untuk memastikan kendali penuh atas infrastruktur digitalnya.
Menurut laporan Telegeography, Meta saat ini memiliki saham di 16 jaringan kabel bawah laut yang tersebar di berbagai wilayah dunia.
Proyek baru ini sekaligus menjadi upaya Meta untuk menyamai langkah Google, yang kini memiliki 33 rute kabel bawah laut, termasuk beberapa rute eksklusif untuk mendukung operasionalnya.
Menghadapi Lonjakan Traffic Digital
Proyek kabel bawah laut ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas data secara signifikan untuk mendukung layanan Meta, terutama dengan terus melonjaknya lalu lintas digital di platform seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
Dengan investasi besar ini, Meta semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu raksasa teknologi yang tidak hanya fokus pada pengembangan aplikasi, tetapi juga membangun infrastruktur digital global.
Menurut sumber internal, Meta saat ini masih berada pada tahap awal pengembangan proyek ini. Pengumuman resmi tentang rincian proyek kemungkinan akan dirilis pada awal 2025.





