Berita

Mei 2025, Tingkat Hunian Hotel Nonbintang di Ciamis Turun

Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel nonbintang di Kabupaten Ciamis menunjukkan tren penurunan pada Bulan Mei 2025.

Berdasarkan rilis resmi yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ciamis, angka TPK pada bulan tersebut tercatat sebesar 28,02 persen, mengalami penurunan dibandingkan bulan April 2025 yang mencapai 31,48 persen.

Penurunan ini tidak hanya terjadi secara bulanan (month-to-month), tetapi juga secara tahunan (year-on-year).

Dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu Mei 2024, tingkat hunian turun sebesar 4,70 poin dari angka 32,72 persen.

Dalam rilis tersebut, BPS menjelaskan bahwa penurunan ini utamanya disebabkan oleh tidak adanya penyelenggaraan kegiatan atau event besar selama Bulan Mei 2025.

Hal ini berbeda dengan kondisi pada Mei tahun sebelumnya, di mana Kabupaten Ciamis diramaikan oleh kegiatan wisata edukatif di bumi perkemahan yang bertepatan dengan hari besar nasional.

Baca Juga :  Pemdes Sukamaju Baregbeg Berikan Bantuan Alat Produksi UMKM

Selain itu, juga bertepatan dengan penyelenggaraan Festival Pasanggiri Mojang Jajaka yang turut berkontribusi dalam meningkatkan okupansi hotel saat itu.

BPS juga mencatat bahwa tamu hotel pada umumnya masih didominasi oleh wisatawan domestik.

Meski demikian, terdapat satu kunjungan tamu mancanegara yang tercatat menginap selama satu malam pada bulan Mei 2025—menunjukkan potensi kecil tetapi tetap signifikan dari segmen wisatawan asing.

Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di hotel nonbintang selama Mei 2025 berada di angka 1,065 malam.

Angka ini sedikit meningkat dibandingkan April 2025 yang mencatatkan rata-rata 1,023 malam.

Namun, jika dibandingkan dengan Mei 2024 yang mencapai 1,124 malam, durasi menginap tamu mengalami sedikit penurunan.

Baca Juga :  Warung Siaga Inflasi Ciamis: Harga Murah, Pembeli Masih Sepi

Rilis statistik tersebut juga menyoroti bahwa rendahnya tingkat penghunian hotel berkorelasi erat dengan minimnya kegiatan promosi pariwisata serta absennya agenda hiburan atau event daerah.

Fokus promosi wisata yang lebih banyak diarahkan ke potensi wisata alam di wilayah pedesaan dinilai belum cukup memberikan dampak signifikan terhadap tingkat kunjungan.

Data ini menjadi cerminan penting bagi para pelaku industri pariwisata dan pemerintah daerah untuk merumuskan kembali strategi peningkatan kunjungan wisata.

Terutama melalui penyelenggaraan event yang mampu menjadi daya tarik serta mendorong pergerakan ekonomi lokal melalui sektor perhotelan dan jasa lainnya.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca