Berita

Lima Bunga Bangkai Mekar dalam Sepekan di Kebun Warga Ciamis, Pertanda Musim Hujan Tiba?

Sedikitnya lima kuntum bunga bangkai bermunculan dan mekar bergantian di kebun belakang rumah milik Iing Kuswandi, warga Kampung Tengah, Dusun Cidewa, RT 06 RW 16, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.

Iing menceritakan bahwa kemunculan bunga langka yang dikenal dengan nama kembang sueg oleh warga setempat ini mulai terlihat sejak sekitar satu minggu lalu.

“Pertama kali muncul hanya satu kuntum, tetapi sekarang sudah layu dan membusuk,” tuturnya saat ditemui Reportasee.com, Jumat (17 Oktober 2025) di lokasi kebunnya.

Menurutnya, keesokan harinya atau tepatnya pada Kamis (16 Oktober 2025), dua kuntum baru kembali tumbuh. Menariknya, keduanya bermekaran secara bersamaan di area berbeda dari kemunculan pertama, dengan jarak sekitar dua meter.

“Dua kuntum yang muncul kemarin, hari ini sudah mekar sempurna dan masih terlihat segar,” jelasnya.

Belum berhenti di situ, pada Jumat (17 Oktober 2025) pagi, dua kuntum bunga bangkai lain kembali muncul di antara rumput liar dan semak belukar di kebun yang sama. Keduanya masih dalam keadaan kuncup dan belum mekar.

Baca Juga :  Aktivis ‘98 Jabar Minta Warga Kota Bandung Awasi Jalannya Pemerintahan

“Kemungkinan besok sudah mekar juga. Jadi selama seminggu ini, sudah ada lima kuntum bunga bangkai yang tumbuh di kebun saya,” ujar Iing.

Ia menambahkan, bunga-bunga tersebut memiliki bentuk menyerupai Rafflesia arnoldii, meskipun ukurannya relatif lebih kecil.

Di kalangan warga Kampung Tengah, bunga ini lebih dikenal dengan sebutan kembang sueg, dan kemunculannya kerap dikaitkan dengan perubahan musim.

“Tahun lalu juga sempat tumbuh, tapi tidak sebanyak sekarang,” imbuhnya.

Fenomena kemunculan beberapa bunga bangkai dalam waktu berdekatan ini kemudian menarik perhatian warga sekitar.

Sejumlah warga datang ke lokasi untuk melihat langsung bunga langka yang dikenal memiliki aroma menyengat saat mekar itu.

Bagi masyarakat sekitar, kembang sueg bukan sekadar fenomena alam biasa. Mereka mempercayai bahwa kemunculan bunga tersebut merupakan pertanda alam akan datangnya musim hujan.

Baca Juga :  Rangga Nugraha Meninggal Dunia Usai Dirawat di RSUD Banjar

Keyakinan ini sejalan dengan tanda-tanda alami lain, seperti mekarnya bunga pohon bungur di tepi jalan atau area kebun, yang juga dianggap sebagai sinyal bahwa curah hujan akan segera meningkat.

“Kalau kembang sueg sudah mulai bermunculan, biasanya tidak lama lagi hujan turun. Ini sudah jadi semacam pertanda bagi kami di kampung,” ungkap salah seorang warga yang turut menyaksikan kemunculan bunga tersebut.

Meskipun belum ada kajian ilmiah yang secara langsung mengaitkan kemunculan bunga bangkai dengan pergantian musim, fenomena ini tetap menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat setempat.

Warga menganggapnya sebagai simbol keseimbangan alam, sekaligus pengingat bahwa musim hujan akan segera tiba setelah periode kemarau panjang.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca