
Upaya menjaga ketahanan pangan di tingkat desa terus digalakkan oleh masyarakat. Di Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, KWT Melati 1 berhasil memanfaatkan lahan tidur seluas 80 bata yang selama bertahun-tahun terbengkalai, menjadi lahan produktif yang kini ditanami kacang tanah dan jagung manis.
Ketua KWT Melati 1, Eli Emalia, menjelaskan bahwa proses pembukaan lahan berlangsung selama tiga pekan, melibatkan warga RT 02/RW 08 Dusun Desa.
Modal yang digunakan merupakan hasil patungan anggota dan warga, sebagai bentuk partisipasi bersama dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah.
“Awalnya lahan ini hanya dipenuhi semak belukar. Kami bertekad memanfaatkannya agar menjadi sumber pangan bagi masyarakat. Hasil panen nantinya akan digunakan untuk menambah kas kelompok dan modal mengembangkan hortikultura di desa,” ujar Eli, Sabtu (9/8).
Pembukaan lahan dilakukan secara gotong royong. Menurut Ketua RT 02/RW 08, Herlian, warga laki-laki bertugas menebas semak dan mengolah tanah, sementara anggota KWT menanam bibit kacang tanah dan jagung.
Lahan yang sebelumnya menganggur itu dapat dimanfaatkan setelah pemiliknya memberikan izin.
“Sayang sekali kalau lahan dibiarkan kosong. Dengan adanya izin, kami bisa menanam dan memanfaatkannya untuk kepentingan bersama,” kata Herlian.
Kepala Dusun Dusun Desa, Nana, menilai langkah ini membawa manfaat ganda bagi masyarakat.
Selain meningkatkan produktivitas, kegiatan ini juga diharapkan mampu menambah daya beli warga dan memperlancar pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Sukajadi, H. Emo, yang hadir langsung saat penanaman perdana.
Ia menyebut inisiatif ini selaras dengan program ketahanan pangan nasional dan menjadi bentuk nyata semangat kebersamaan warga.
“Produktivitas masyarakat meningkat, ketahanan pangan terbantu, dan hubungan antarwarga semakin erat,” ungkapnya.
Ketua TP PKK Desa Sukajadi, Hj. Iis Trisnatin, menambahkan bahwa penanaman kacang tanah dan jagung yang dilakukan KWT Melati 1 sejalan dengan program PKK, khususnya Pokja III yang membidangi pangan.
Tak hanya warga desa yang terlibat, kegiatan ini juga mendapatkan dukungan teknis dari Devi, anggota Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), yang memberikan bimbingan dalam teknik budidaya.
Selain itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Perjuangan Tasikmalaya turut membantu proses penanaman.
Dengan adanya kolaborasi antara kelompok tani, pemerintah desa, penyuluh, dan perguruan tinggi, Desa Sukajadi kini memiliki lahan baru yang menjadi penopang ketahanan pangan.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi contoh bagi desa lain di Ciamis untuk memanfaatkan lahan tidur demi kesejahteraan masyarakat.





