
Upaya konkret mencetak generasi muda yang cerdas secara finansial terus digenjot secara masif melalui sinergi lintas sektor di Jawa Barat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan Kota Bandung, dan bank bjb resmi memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan literasi serta inklusi keuangan di kalangan pelajar.
Komitmen strategis ini diwujudkan langsung melalui pelaksanaan Program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) yang berpusat di SMP Negeri 5 Bandung, Jumat (8/8/2025).
Langkah ini bukanlah sekadar agenda seremonial belaka. Kehadiran program tersebut menjadi jawaban tajam atas tantangan ekonomi masa kini yang menuntut para pelajar untuk melek finansial sejak dini.
Melalui Program KEJAR, pelajar tidak hanya sekadar menelan teori di kelas, tetapi langsung difasilitasi untuk memiliki akses perbankan yang aman, modern, dan kredibel.
Ringkasan Berita
Sinergi Strategis di Balik Layar
Acara peluncuran yang mengundang perhatian ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai instansi.
M. Ikhsan Hutahean selaku Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Jabar turut hadir memberikan arahan.
Kehadirannya menegaskan bahwa otoritas pengawas keuangan negara menaruh perhatian penuh terhadap fondasi edukasi pelajar.
Selain itu, hadir pula Dr. Edy Suparjoto, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, bersanding dengan Iwan Prastyo selaku CEO Regional I bank bjb.
Bertindak sebagai tuan rumah yang suportif, Asep Hidayat, S.Pd. selaku Kepala SMP Negeri 5 Bandung menyambut hangat inisiatif kolaboratif ini.
Kehadiran mereka secara bersamaan menegaskan keseriusan semua pihak dalam menanamkan kebiasaan finansial positif sejak usia sekolah menengah.
Sinergi apik ini membuktikan bahwa pendidikan karakter di era modern tidak hanya sebatas moralitas, tetapi juga kecakapan pengelolaan materi.
Program KEJAR hadir sebagai jembatan kokoh yang menghubungkan dunia pendidikan teoretis dengan industri jasa keuangan yang sesungguhnya.
Mengubah Teori Menjadi Praktik Nyata Lewat bjb BiSA!
Selama ini, edukasi finansial di lingkungan sekolah sering kali terjebak pada pemaparan satu arah.
Namun, Program KEJAR membawa terobosan segar untuk membiasakan siswa mengelola uang saku mereka secara bijak dan aplikatif.
Melalui rangkaian sosialisasi yang sangat interaktif, siswa diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya merencanakan keuangan untuk masa depan.
Lebih lanjut, mereka diajarkan secara terperinci cara menyisihkan uang saku untuk tabungan darurat.
Para pelajar diedukasi agar mampu menahan diri dari godaan tren serta menghindari kebiasaan konsumtif yang sama sekali tidak perlu.
Di era gempuran gaya hidup instan, literasi perbankan ini menjadi perisai utama bagi para siswa.
Menariknya, para siswa langsung diajak mempraktikkan budaya menabung melalui layanan Agen Laku Pandai bjb BiSA! yang “jemput bola” hadir di lingkungan sekolah.
Layanan inovatif ini memungkinkan siswa menyetor tabungan receh sekalipun tanpa harus repot mengunjungi kantor cabang.
Alhasil, kegiatan menabung menjadi jauh lebih mudah, praktis, dan sangat terjangkau bagi profil kantong pelajar.
Digitalisasi Finansial Lewat ATM Co-Branding
Dengan memiliki rekening simpanan pelajar secara mandiri, siswa dipaksa secara halus untuk lebih disiplin dalam mengatur arus kas pribadi mereka.
Mereka perlahan diajarkan untuk menarik garis tegas antara kebutuhan pokok dan sekadar keinginan semata.
Keterampilan merencanakan pengeluaran dengan cermat ini diyakini akan menjadi insting alami yang terbawa hingga mereka dewasa.
Sebagai bentuk dukungan total terhadap tren digitalisasi, bank bjb turut menyerahkan Kartu ATM Co-Branding kepada siswa dalam perhelatan tersebut.
Penyerahan kartu eksklusif ini merupakan langkah krusial dalam memperkenalkan ekosistem keuangan digital secara langsung di SMP Negeri 5 Bandung.
Kartu ATM Co-Branding tersebut didesain memiliki fungsi ganda yang sangat relevan dengan zaman.
Fasilitas ini tidak hanya berperan sebagai alat simpanan konvensional.
Lebih jauh dari itu, kartu ini memfasilitasi pelajar untuk mulai terbiasa melakukan transaksi non-tunai (cashless) dan pembayaran digital dengan prosedur yang dijamin aman.
Pencapaian Fantastis: Ribuan Rekening Baru Tercipta
Bukti tak terbantahkan dari tingginya antusiasme pelajar terhadap Program KEJAR terlihat jelas dari data yang ditorehkan.
Kegiatan edukatif tersebut sukses mencatat rekor pencapaian yang fantastis, yakni pembukaan rekening simpanan pelajar secara serentak untuk 1.178 siswa.
Angka masif ini mencakup tingkat partisipasi aktif dari seluruh jenjang kelas di sekolah tersebut.
Langkah bersejarah ini sontak menjadi tonggak konkret dalam membentuk budaya menabung yang sistematis di ekosistem pendidikan Kota Bandung.
Keberhasilan ini juga sekaligus mematahkan stigma usang yang menyebut bahwa anak muda zaman sekarang kesulitan dan enggan untuk mulai menyisihkan uangnya.
Bagi bank bjb sendiri, generasi muda dipandang murni sebagai aset strategis yang tak ternilai bagi masa depan roda ekonomi bangsa Indonesia.
Oleh karena itu, kebiasaan menabung yang ditanamkan sejak dini melalui inisiatif ini dinilai sebagai bentuk investasi jangka panjang yang paling masuk akal.
Benteng Pertahanan dari Ancaman Finansial Modern
Di tengah maraknya fenomena FOMO (Fear Of Missing Out) dan godaan pinjaman online ilegal yang kini mulai menyasar kelompok usia muda, kehadiran literasi perbankan yang tepat sasaran menjadi sangat genting.
Melalui Program KEJAR, para pelajar diberikan fondasi psikologis yang kuat agar tidak mudah tergiur oleh janji instan gaya hidup berlebihan.
Kemampuan mengelola uang sejak bangku SMP diproyeksikan akan menjadi bekal bertahan hidup saat mereka melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
Oleh sebab itu, ekosistem perbankan yang berani masuk langsung ke area sekolah dinilai sebagai langkah mitigasi dan preventif yang sangat jitu.
Melalui sinergi solid ini, semua pihak yang terlibat merasa sangat optimistis.
Langkah kecil di SMPN 5 Bandung ini menggabungkan edukasi yang mudah dicerna, layanan perbankan inklusif, dan teknologi digital mutakhir.
Inisiatif tersebut diyakini mampu mencetak generasi penerus yang cakap finansial sekaligus siap menghadapi turbulensi ekonomi masa depan.





