
Pertarungan sengit di bawah guyuran hujan Stadion Banyuanyar, Solo, pada Jumat (9/1/2026) sore, membawa dampak masif pada peta persaingan Klasemen Grup B Liga Nusantara.
Tim asuhan pelatih Heri Kiswanto sukses membungkam perlawanan alot Perserang Serang dengan skor dramatis 1-0.
Kemenangan krusial pada putaran ketiga musim 2025/2026 ini tidak hanya memutus rekor imbang di dua pertemuan sebelumnya, tetapi juga memastikan posisi mereka semakin kokoh dan tak tersentuh di puncak.
Hasil positif ini menjadi angin segar bagi para pendukung. Terlebih lagi, raihan tiga poin penuh didapatkan dalam kondisi skuad yang sedang tidak ideal.
Lewat perjuangan keras hingga menit akhir, tim asal Jawa Barat ini membuktikan mentalitas juara mereka demi menjaga jarak aman di Klasemen Grup B Liga Nusantara.
Ringkasan Berita
Dinamika Babak Pertama yang Menegangkan
Sejak wasit meniup peluit tanda dimulainya babak pertama, tensi tinggi langsung menyelimuti lapangan hijau.
Pertemuan antara sang pemuncak Klasemen Grup B Liga Nusantara dengan tim yang sedang berjuang keluar dari dasar klasemen ini ternyata berjalan jauh dari kata mudah.
Meskipun secara statistik penguasaan bola jauh lebih diunggulkan, skuad Ciamis ini harus menghadapi barisan pertahanan Perserang yang tampil luar biasa rapat.
Tim asal Banten tersebut menerapkan disiplin posisi yang sangat ketat, membuat setiap jengkal lapangan terasa sempit.
Akibatnya, dominasi serangan kerap kali menemui jalan buntu ketika memasuki area sepertiga akhir lapangan lawan.
Umpan-umpan terobosan yang biasanya menjadi senjata mematikan, berulang kali berhasil dipatahkan oleh bek Perserang.
Strategi Awal yang Diredam Lawan
Hingga tambahan waktu satu menit di paruh pertama berakhir, skor kacamata 0-0 masih bertahan.
Mengingat ketatnya persaingan poin di Klasemen Grup B Liga Nusantara, situasi buntu ini tentu membuat kubu pelatih harus memutar otak lebih keras.
Asisten pelatih, Dicky Aditia Nugraha atau yang akrab disapa Dicky Jong, secara terbuka mengakui kesulitan timnya.
“Pada babak pertama strategi kami kurang berjalan dengan baik, dan Perserang juga sangat solid dalam bertahan,” ungkap Dicky Jong memberikan evaluasinya usai pertandingan.
Rotasi Cerdas Pemecah Kebuntuan di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, tim pelatih langsung melakukan evaluasi cepat dan menyeluruh di ruang ganti.
Keputusan taktis diambil dengan meningkatkan intensitas tekanan melalui sektor sayap demi membongkar pertahanan berlapis milik lawan.
Langkah ini sangat krusial untuk mendulang gol demi mengamankan posisi teratas Klasemen Grup B Liga Nusantara dari kejaran rival.
Langkah taktis ini benar-benar terjadi pada menit ke-61. Striker muda berbakat, Ghani Fatir, ditarik keluar dan digantikan oleh Gilang Saputra.
Pergantian pemain ini terbukti menjadi titik balik jalannya pertandingan. Masuknya Gilang menyuntikkan tenaga baru di lini depan.
Ritme serangan menjadi lebih tajam, cepat, dan mobilitas pergerakannya sukses membuat konsentrasi barisan belakang Perserang mulai goyah.
Proses Terciptanya Gol Penentu Kemenangan
Upaya tak kenal lelah untuk menembus tembok pertahanan akhirnya terbayar lunas pada menit ke-70. Gol ini bermula dari visi bermain yang cemerlang di sisi sayap.
Sebuah umpan tarik akurat dilepaskan oleh Herkules menuju jantung pertahanan.
Umpan silang ini seketika memicu kepanikan dan kemelut di area kotak penalti Perserang.
Beberapa pemain, termasuk Aldi Imron dan Niel Wandik, sudah bersiap menyambut bola.
Situasi krusial ini dimanfaatkan dengan sangat jeli oleh pemain senior, Seprian Rixi Lasut.
Dengan ketenangan luar biasa di tengah kepungan bek lawan dan rumput lapangan yang licin akibat hujan, Rian Lasut melepaskan tendangan keras menggunakan kaki kanan.
Bola meluncur deras merobek jala gawang tanpa ampun, mengubah papan skor menjadi 1-0.
Dominasi Klasemen Grup B Liga Nusantara Makin Kokoh
Tertinggal satu gol, Perserang menolak lempar handuk. Mereka langsung merespons dengan menaikkan garis pertahanan dan melancarkan serangan balik kilat.
Ancaman nyata sempat datang pada menit ke-66 serta 68 yang nyaris menyamakan kedudukan.
Namun, ketangguhan barisan pertahanan lawan patut mendapat apresiasi setinggi-tingginya. Penjaga gawang M Ridho tampil sangat impresif di bawah mistar.
Ia melakukan sejumlah penyelamatan refleks krusial yang membuat gawangnya tetap perawan hingga akhir laga.
Untuk mengamankan keunggulan di papan atas Klasemen Grup B Liga Nusantara, pelatih kembali meracik rotasi taktis yang cerdik pada menit ke-86.
Penyerang andalan Elang Shandi ditarik keluar, dan digantikan oleh bek senior Denia Nur Fadillah yang berjuluk “Si Kuda”.
Transisi menjadi lebih defensif ini sukses mengunci kemenangan hingga wasit meniup peluit panjang di menit ke-93.
Menang Gemilang Tanpa Tiga Pilar Utama
Hal yang paling mengesankan dari raihan tiga poin ini adalah kondisi internal skuad.
Mereka harus bertarung habis-habisan demi menjaga tahta Klasemen Grup B Liga Nusantara tanpa kehadiran tiga pemain pilar utama yang sangat vital perannya.
Kapten tim yang menjadi motor serangan, Ganjar Kurniawan, terpaksa menepi dari lapangan hijau akibat sanksi akumulasi kartu kuning.
Selain itu, Izmir harus absen karena serangan demam mendadak, sementara Rifki masih dalam tahap pemulihan cedera panjangnya.
“Alhamdulillah, hasil hari ini sesuai target. Kami berhasil meraih poin penuh,” tegas Dicky Jong dengan senyum optimistis di akhir wawancara.
Kemenangan dramatis ini membuat koleksi poin tim melesat mantap di angka 22 poin. Jarak dengan pesaing terdekatnya, Persitara yang mengoleksi 17 poin, kini semakin lebar.
Sementara itu, Perserang masih harus berjuang keras di papan bawah dengan raihan 8 poin.
Hasil impresif ini menjadi pembuktian nyata akan mentalitas juara dan kedalaman skuad yang mumpuni dalam menghadapi ketatnya persaingan sisa musim kompetisi.





