
Warga Dusun Cisaray, Desa Margaluyu, Kecamatan Cikoneng digemparkan oleh kemunculan King Kobra di Ciamis pada Selasa (6/4/2026) malam.
Reptil mematikan dengan nama ilmiah Ophiophagus hannah sepanjang tiga meter tersebut tiba-tiba melata di area tempat wudu masjid setempat sekitar pukul 19.10 WIB.
Kehadiran predator raksasa ini tak ayal memicu kepanikan luar biasa, terutama di kalangan anak-anak yang baru saja selesai mengaji dan bersiap melaksanakan ibadah salat Isya berjemaah.
Kasus kemunculan King Kobra di Ciamis yang mengancam keselamatan warga ini langsung memicu respons kewaspadaan tinggi.
Mengingat racun neurotoksinnya yang mematikan, proses penanganan satwa ini tidak bisa dilakukan sembarangan oleh warga awam tanpa alat pelindung.
Ringkasan Berita
Kronologi Penemuan King Kobra di Ciamis di Area Masjid
Kejadian menegangkan ini bermula ketika sejumlah anak-anak bergegas menuju area kamar mandi atau tempat wudu masjid.
Namun, langkah mereka terhenti seketika. Di tengah remang-remang cahaya malam, mereka memergoki seekor ular berukuran sangat besar dan panjang sedang berdiam diri di dekat area basah tersebut.
Sontak, pemandangan mengerikan itu membuat anak-anak ketakutan. Mereka mengurungkan niat untuk menyucikan diri dan langsung lari terbirit-birit masuk kembali ke dalam ruang utama masjid.
Dengan napas terengah-engah dan wajah pucat, anak-anak tersebut memberitahukan keberadaan ular berbisa itu kepada para jemaah dewasa yang tengah bersiap menunaikan salat.
Mendengar laporan dari anak-anak yang histeris, suasana di dalam masjid mendadak tegang.
Kekhawatiran akan jatuhnya korban jiwa menyelimuti pikiran para warga, apalagi kabar mengenai teror King Kobra di Ciamis kerap terdengar di wilayah yang berbatasan dengan habitat liar.
Isep Saeful (40), salah seorang jemaah masjid yang berada di lokasi, segera mengambil inisiatif cepat untuk mencari pertolongan.
Ia langsung menghubungi petugas piket di Markas Komando (Mako) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis.
Langkah evakuasi profesional dinilai sangat krusial untuk menghindari risiko fatal dari gigitan ular mematikan tersebut.
Respons Cepat Damkar Menjinakkan King Kobra di Ciamis
Mendapat laporan adanya ancaman nyawa dari seekor King Kobra di Ciamis, tim pemadam kebakaran tidak membuang waktu.
Penanganan satwa liar berbahaya memang membutuhkan keahlian khusus, peralatan yang memadai, dan respons yang sangat terukur agar situasi tidak bertambah runyam.
“Tiga orang petugas piket siaga di mako, dengan respons cepat langsung meluncur ke lokasi kejadian,” ungkap Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat S.IP., saat memberikan keterangan resmi terkait insiden malam tersebut.
Ketiga personel Mako UPTD Damkar Ciamis yang diterjunkan adalah Irvan, Hendra, dan Iik.
Berbekal peralatan evakuasi hewan liar yang lengkap dan standar keselamatan tinggi, mereka tiba di lokasi masjid dalam waktu singkat menggunakan armada mobil pemadam pancar bernomor polisi Z 8162 T.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penyisiran secara hati-hati. Ternyata, King Kobra di Ciamis yang berukuran raksasa itu sudah tidak berada di pelataran WC.
Diduga karena merasa terusik dengan kedatangan anak-anak yang gaduh sebelumnya, predator mematikan itu memilih menyingkir.
Ular tersebut perlahan melata dan masuk ke dalam sebuah kolam yang terletak tepat di pinggir area bangunan masjid.
Detik-Detik Penangkapan King Kobra di Ciamis dari Dalam Kolam
“Saat mulai dievakuasi, ular king kobra tersebut sudah berada di dalam kolam di dekat bangunan masjid,” jelas Budi lebih lanjut menceritakan kronologi penangkapan.
Kondisi malam hari yang gelap dan lokasi ular yang berada di dalam air tentu saja menambah tingkat kesulitan evakuasi.
Meskipun demikian, dengan keahlian khusus yang telah terlatih, ketiga personel Damkar mulai bermanuver untuk menjinakkan reptil berdarah dingin tersebut.
Menggunakan tongkat penjepit khusus (snake tong) dan kewaspadaan ekstra, mereka berupaya menaklukkan hewan itu.
Secara perlahan namun pasti, petugas berhasil menarik ular raksasa itu keluar dari air tanpa memicu agresivitasnya.
Tepat pada pukul 19.25 WIB, ular berbisa yang nyaris membahayakan nyawa jemaah tersebut berhasil diamankan ke dalam karung pelindung dengan selamat.
Peristiwa menegangkan akibat teror King Kobra di Ciamis ini akhirnya bisa diatasi dengan tuntas.
Situasi di sekitar masjid yang semula dipenuhi ketakutan pun berangsur-angsur kembali kondusif, dan warga dapat melanjutkan ibadah.
Mengapa Ular Berbisa Kerap Masuk Pemukiman?
Fenomena masuknya King Kobra di Ciamis ke area publik seperti sarana ibadah ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk senantiasa waspada.
Faktor penyempitan habitat alami dan cuaca yang tidak menentu sering kali memaksa satwa liar untuk keluar dari sarangnya demi bertahan hidup.
Area masjid yang memiliki kolam dan tempat wudu yang lembap menjadi daya tarik tersendiri bagi reptil untuk mencari sumber air.
Selain itu, tempat yang sejuk juga kerap digunakan untuk berlindung dari suhu ekstrem, maupun berburu mangsa alami seperti katak atau tikus yang ada di sekitar pemukiman.
Sebagai langkah edukasi, Ophiophagus hannah merupakan jenis ular berbisa terpanjang di dunia.
Hanya dalam satu gigitan, racun neurotoksinnya mampu melumpuhkan sistem saraf manusia dengan cepat jika tidak mendapatkan pertolongan medis secara darurat.
Oleh karena itu, kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan sangatlah krusial.
Warga diimbau untuk rutin memangkas semak belukar rimbun dan tidak menumpuk barang bekas yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular.
Pihak Damkar juga terus mengingatkan warga untuk tidak bertindak gegabah jika menemukan hewan berbahaya.
Awasi pergerakan satwa dari jarak yang aman, dan langsung hubungi layanan darurat setempat.
Setelah dipastikan aman, King Kobra di Ciamis hasil tangkapan malam itu langsung dibawa ke Mako UPTD Damkar di Imbanagara.
Satwa ini selanjutnya akan diserahkan kepada pihak berwenang agar dapat dikembalikan ke habitat aslinya yang jauh dari jangkauan manusia.





