
Ketua Umum terpilih Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STAI Al-Ma’arif Ciamis, Anisa Fauziah, menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem pengkaderan mahasiswa sebagai fondasi utama pergerakan organisasi di lingkungan kampus.
Komitmen tersebut disampaikan usai pelantikan kepengurusan HMI Komisariat STAI Al-Ma’arif Ciamis yang digelar pada Selasa (16/12/2025).
Anisa menekankan bahwa HMI akan diarahkan menjadi ruang pembinaan mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas organisasi semata, tetapi juga pada pembentukan karakter, intelektualitas, dan kepemimpinan yang berkelanjutan.
Menurutnya, pengkaderan yang terstruktur dan berlandaskan nilai keislaman, keilmuan, serta kebangsaan menjadi kunci agar kader HMI mampu berkontribusi secara nyata.
“Kami berkomitmen menjadikan HMI sebagai wadah pengkaderan mahasiswa yang berlandaskan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta mampu memberi sumbangsih positif bagi kampus dan masyarakat,” ujar Anisa Fauziah.
Pelantikan HMI Komisariat STAI Al-Ma’arif Ciamis tersebut menandai babak baru dinamika kemahasiswaan di STAI Al-Ma’arif Ciamis.
Kehadiran HMI di lingkungan kampus disambut positif oleh sivitas akademika sebagai bagian dari upaya memperkaya ruang pembinaan mahasiswa di luar kegiatan akademik formal.
Wakil Ketua III STAI Al-Ma’arif Ciamis, Mugni Muhit, M.Ag, menyampaikan bahwa organisasi kemahasiswaan seperti HMI memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan kualitas mahasiswa.
Ia berharap HMI dapat menjadi mitra kampus dalam mencetak mahasiswa yang memiliki daya kritis, kompetensi, dan kepedulian sosial.
“Kehadiran HMI menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi, membangun daya kritis, serta berkontribusi aktif dalam pengembangan kampus,” ungkap Mugni Muhit.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pelantikan, HMI Komisariat STAI Al-Ma’arif Ciamis juga menggelar Studium Generale dengan tema “Kiprah Kader HMI: Politik Kampus dan Politik Kebangsaan”.
Forum ini menjadi sarana pembekalan awal bagi para kader untuk memahami peran strategis mahasiswa dalam konteks kampus dan kehidupan berbangsa.
Salah satu narasumber, Anggota KPU Ciamis, Tohirin, menekankan pentingnya kader HMI memiliki pemahaman yang utuh, mulai dari landasan historis, teologis, sosiologis, hingga perspektif futuristik.
Ia menilai kaderisasi yang kuat akan melahirkan gagasan-gagasan visioner yang relevan dengan tantangan zaman.
“Kader HMI diajarkan untuk memiliki gagasan yang visioner,” tutur Tohirin, yang juga merupakan alumni HMI Ciamis.
Sementara itu, Anggota DPRD Ciamis, Mohammad Ijudin, menyoroti pentingnya integritas sebagai nilai dasar yang harus ditanamkan dalam proses pengkaderan.
Menurutnya, kapasitas dan kapabilitas kader harus berjalan seiring dengan karakter yang kuat agar mampu berkiprah secara optimal di berbagai ruang pengabdian.
“Menjadi kader HMI, perlu menanamkan karakter yang berintegritas,” tegas Mohammad Ijudin, alumni HMI Ciamis.
Dengan kepemimpinan baru dan komitmen pengkaderan yang ditegaskan oleh Ketua Umum terpilih, HMI Komisariat STAI Al-Ma’arif Ciamis diharapkan mampu menjadi motor penggerak aktivitas mahasiswa yang konstruktif, kritis, dan berorientasi pada kemajuan kampus serta masyarakat luas.





