
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis menggelar program Lebaran Yatim dan Difabel, sebuah inisiatif masif yang bertujuan untuk menguatkan kepedulian sosial terhadap anak yatim piatu dan penyandang disabilitas.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan secara serentak pada Jumat (4/7) ini, Kemenag Ciamis berhasil menyalurkan 2.770 paket sembako kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Kemenag Ciamis, H. Asep Lukman Hakim, menjelaskan bahwa distribusi ribuan paket sembako ini dilakukan melalui berbagai jalur.
Sebanyak 100 paket disalurkan langsung melalui lingkungan internal Kemenag Ciamis, sementara 270 paket didistribusikan melalui Kantor Urusan Agama (KUA) di tingkat kecamatan.
Bagian terbesar, sejumlah 2.400 paket, disalurkan melalui lembaga pendidikan Islam, pondok pesantren, dan madrasah negeri yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Ciamis.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan serentak secara nasional, dan Kemenag Ciamis turut serta secara aktif,” ujar Asep.
Meskipun menyadari bahwa bantuan yang disalurkan belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan, H. Asep Lukman Hakim menegaskan komitmen jajarannya untuk terus menggerakkan semua pihak agar berpartisipasi aktif dalam memelihara anak yatim dan penyandang disabilitas.
Asep menekankan bahwa tanggung jawab ini tidak hanya sebatas pemberian materi, melainkan juga mencakup dukungan terhadap program-program pendidikan.
Peran Serta Tokoh Agama dan Lembaga Pendidikan
Acara Lebaran Yatim dan Difabel ini juga dihadiri oleh tokoh agama setempat yang turut memberikan pandangan dan dukungannya. ‘
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis, K.H. Syaeful Ujun, dalam sambutannya menekankan pentingnya kewajiban setiap muslim untuk turut serta dalam memelihara anak yatim.
“Mari bersama-sama untuk senantiasa memelihara anak yatim. Jangan pernah khawatir akan kekurangan rezeki; justru Allah SWT akan mencukupkannya. Ini adalah pengalaman pribadi saya yang telah memelihara empat anak yatim dari penghasilan saya,” ungkap K.H. Syaeful Ujun, memberikan inspirasi kepada hadirin.
Dukungan nyata terhadap anak yatim juga datang dari sektor pendidikan. Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hasan, K.H. Muhammad Syarief Hidayat, menyatakan komitmen lembaganya untuk memberikan beasiswa pendidikan gratis bagi anak yatim piatu.
“Kami menggratiskan biaya pendidikan untuk anak yatim piatu dari tingkat Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Al-Hasan,” jelas K.H. Muhammad Syarief Hidayat, menunjukkan dedikasi pondok pesantren dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa, khususnya bagi mereka yang membutuhkan.
Kegiatan Lebaran Yatim dan Difabel ini diharapkan tidak hanya memberikan bantuan materiil, tetapi juga memupuk semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat, selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan.





