
Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Ciamis mulai menunjukkan taringnya dalam mempercepat tren kebangkitan ekonomi pasca pandemi.
Salah satu contoh nyata terlihat di Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, di mana pelaku usaha lokal berhasil memulihkan produktivitas dan stabilitas pasar di tengah ketidakpastian global.
Langkah progresif ini mendapat apresiasi langsung dari legislator pusat yang turun ke lapangan guna memastikan roda perekonomian warga kembali berputar kencang.
Anggota DPR RI Dapil Jabar X dari Fraksi Partai Golkar, Drs. Agun Gunandjar Sudarsa, melakukan kunjungan kerja dalam rangka reses ke UMKM Adin Jaya Rasa di Desa Buniseuri, Cipaku, Kabupaten Ciamis, Selasa (11/10/2022).
Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung pemanfaatan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) sekaligus memotivasi para pelaku usaha lokal.
Kehadiran program strategis tersebut terbukti menjadi stimulus penting dalam menjaga momentum kebangkitan ekonomi pasca pandemi di tingkat daerah.
Ringkasan Berita
Stimulus PSBI Jadi Motor Kebangkitan Ekonomi Pasca Pandemi
UMKM Adin Jaya Rasa merupakan salah satu produsen makanan ringan yang cukup produktif di Kabupaten Ciamis.
Usaha ini memproduksi berbagai camilan tradisional yang diminati masyarakat luas seperti kue semprong, keripik talas, keripik singkong, hingga keripik pisang.
Berkat ketekunan sang pemilik dalam menjaga cita rasa warisan leluhur, lini usaha ini mampu menyerap tenaga kerja lokal dari lingkungan sekitar desa secara berkelanjutan.
Dalam kunjungannya, Kang Agun—sapaan akrab Agun Gunandjar Sudarsa—menegaskan bahwa penguatan sektor domestik seperti industri rumahan adalah kunci utama.
Sektor riil ini memegang peranan krusial sebagai fondasi utama kebangkitan ekonomi pasca pandemi secara nasional, mengingat daya tahannya yang kuat terhadap guncangan pasar global.
“Pemulihan jalur ekonomi pasca Covid-19 harus terus kita lakukan secara konsisten dan terukur. Salah satu caranya adalah dengan mendorong para pelaku UMKM sebagai garda terdepan kebangkitan ekonomi pasca pandemi,” ujar Kang Agun di sela-sela peninjauan lini produksi.
Menurutnya, intervensi berupa bantuan alat teknologi tepat guna sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha mikro agar bisa naik kelas.
Melalui bantuan PSBI yang disalurkan, para perajin camilan di Cipaku kini dapat memproduksi barang dengan volume yang jauh lebih besar, efisien, dan tetap higienis.
Oleh karena itu, modernisasi alat kerja menjadi katalis positif bagi pelaksanaan agenda kebangkitan ekonomi pasca pandemi di sektor kuliner.
Menjaga Kualitas dan Optimisme Pasar Lokal
Selain meninjau aspek teknis operasional produksi, Kang Agun juga memberikan motivasi moral yang kuat kepada pemilik dan para pekerja.
Ia mengingatkan pentingnya menanamkan niat ibadah dan nilai kejujuran dalam menjalankan bisnis sehari-hari agar usaha berkah dan berumur panjang.
Kombinasi antara kerja keras, inovasi teknologi, dan integritas moral dinilai sebagai ramuan dasar untuk bertahan di masa pemulihan nasional.
Agun berharap bantuan yang telah diberikan ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh kelompok usaha.
“Dengan adanya dukungan mesin produksi dan fasilitas penunjang lainnya, kapasitas usaha harus meningkat. Hal ini otomatis akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat sekitar,” tambahnya dengan nada optimis.
Ia juga menambahkan bahwa stabilitas ekonomi mikro di tingkat desa akan menciptakan efek domino yang positif bagi daerah. Ketika sebuah UMKM tumbuh dan mandiri, daya beli masyarakat sekitar ikut terangkat secara simultan.
Dampak jangka panjangnya, percepatan target kebangkitan ekonomi pasca pandemi di level kabupaten dapat tercapai sesuai estimasi waktu yang ditargetkan.
Produktivitas Mulai Stabil, Tantangan Masa Depan Terlewati
Berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan, Kang Agun mengaku kagum dengan geliat aktivitas di dalam rumah produksi UMKM Adin Jaya Rasa.
Pola pemasaran yang sempat tersendat akibat pembatasan sosial beberapa tahun lalu kini berangsur-angsur pulih total, bahkan jangkauan pasarnya kini semakin meluas ke luar wilayah Priangan Timur.
“Saya melihat langsung di sini, ternyata aktivitas produksinya berjalan sangat baik dan bergairah. Bahkan, pola pemasarannya pun sudah mulai kembali stabil seperti sediakala sebelum terjadi krisis kesehatan global,” pungkasnya di akhir kunjungan.
Melihat capaian positif tersebut, pihak legislatif merasa optimistis bahwa tantangan resesi ekonomi dapat dihadapi dengan baik oleh bangsa ini.
Melalui kolaborasi yang solid antara pemerintah, DPR, perbankan, dan pelaku usaha, agenda kebangkitan ekonomi pasca pandemi bukan lagi sekadar wacana di atas kertas.
Realitas perbaikan tersebut sedang nyata terjadi di hilir masyarakat.
Ke depan, pengawasan terhadap penyaluran berbagai stimulus ekonomi akan terus diperketat oleh DPR RI agar program serupa tetap tepat sasaran dan berdaya guna tinggi bagi masyarakat kecil.





