Berita

Inovator Ciamis Ciptakan IPAL ODZW, Air Limbah Dapur Diolah Tanpa Bau dan Endapan

Teknologi yang diberi nama IPAL TSS ODZW ini dirancang khusus untuk kebutuhan Dapur MBG, dengan konsep pengolahan air limbah yang dilakukan secara langsung, tanpa jeda, tanpa pengendapan, serta tanpa menimbulkan bau.

Persoalan pengelolaan air limbah dapur skala besar selama ini kerap menjadi tantangan, terutama terkait bau tidak sedap, endapan, dan potensi pencemaran lingkungan.

Dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, lahir sebuah inovasi teknologi yang menawarkan solusi konkret atas persoalan tersebut.

Inovasi itu datang dari Tatang Hidayat, seorang inovator lokal yang menciptakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berbasis teknologi One Day Zero Waste (ODZW).

Teknologi yang diberi nama IPAL TSS ODZW ini dirancang khusus untuk kebutuhan Dapur MBG, dengan konsep pengolahan air limbah yang dilakukan secara langsung, tanpa jeda, tanpa pengendapan, serta tanpa menimbulkan bau.

Melalui sistem terpadu yang efisien dan mudah dioperasikan, IPAL ini mampu menghasilkan air olahan yang jernih dan memenuhi baku mutu standar kesehatan dan lingkungan.

Pengolahan Langsung Tanpa Sedimentasi

Salah satu keunggulan utama IPAL ODZW terletak pada konsep pengolahan air limbah tanpa proses pengendapan atau sedimentasi.

Seluruh air limbah dapur diproses secara kontinu sejak pertama kali masuk ke instalasi hingga keluar sebagai efluen yang aman.

“Air limbah langsung diolah tanpa jeda. Tidak ada pengendapan, tidak ada sedimentasi, dan hasilnya air menjadi bening sesuai standar baku mutu,” ujar Tatang Hidayat.

Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan derajat sanitasi, baik di lingkungan SPPG maupun di kawasan sekitar dapur.

Baca Juga :  Gaspool Bantu Warga Bersihkan Longsoran Tanah di Sukamulya Baregbeg Ciamis

Dengan tidak adanya endapan, potensi timbulnya bau dan polusi udara dapat ditekan secara signifikan.

Sepuluh Proses Penyaringan Berbasis Teknologi Silinder

IPAL TSS ODZW mengusung sistem sepuluh tahap penyaringan berbasis teknologi silinder. Rangkaian proses ini dirancang terintegrasi, ekonomis, dan handal, sehingga dapat dioperasikan dengan mudah oleh pengguna.

Dari keseluruhan proses tersebut, IPAL mampu menghasilkan empat jenis efluen dengan kualitas berbeda, yakni air dengan kualitas setara air minum, pupuk organik cair, air olahan ramah lingkungan, serta air limbah yang aman dialirkan ke saluran pembuangan.

Seluruh efluen tersebut telah disesuaikan dengan baku mutu standar kesehatan dan lingkungan, sehingga aman bagi manusia dan ekosistem.

Bioindikator dan Teknologi Sterilisasi Modern

Untuk memastikan kualitas hasil pengolahan, IPAL ODZW dilengkapi dengan bioindikator yang berfungsi sebagai penanda visual kondisi air.

Melalui bioindikator ini, pengguna dapat melihat secara langsung bahwa air hasil olahan bebas dari polutan air, zat berbahaya, maupun pencemar udara.

Selain itu, sistem ini juga menggunakan teknologi sterilisasi ultraviolet dan tabung klorinasi. Kedua instrumen tersebut berperan penting dalam membunuh kuman penyakit, bakteri, dan virus yang berpotensi membahayakan kesehatan.

“Dengan instrumen ultraviolet dan tabung klorinasi, semua bakteri, virus, dan kuman penyakit dapat dinonaktifkan,” jelas Tatang.

Baca Juga :  DPRKPLH Ciamis Ajak Pengunjung dan Pedagang Jaga Kebersihan Food Court Alun-alun

Sistem Otomatis dan Ramah Operasional

Dari sisi operasional, IPAL ODZW dirancang untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Instalasi ini dilengkapi water meter untuk mengatur debit air limbah dari setiap efluen, serta panel pompa listrik yang mengatur sirkulasi air limbah secara otomatis.

Material yang digunakan bersifat anti-korosi, sehingga lebih tahan lama dan minim perawatan. Sistem silinder juga membuat proses pemasangan menjadi lebih praktis, tanpa memerlukan konstruksi yang rumit.

Selain itu, biaya operasional dan perawatan tergolong rendah dibandingkan dengan sistem IPAL konvensional.

Teruji di Lapangan dan Siap Diterapkan Lebih Luas

Dalam pengujian langsung di salah satu SPPG di wilayah Ciamis, IPAL ODZW terbukti mampu mengolah air limbah dapur secara cepat dan efektif.

Air yang keluar dari instalasi tampak jernih dan tidak berbau, menunjukkan kinerja sistem berjalan sesuai perancangan.

Tatang juga mengungkapkan bahwa produk IPAL ODZW telah memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Dengan legalitas tersebut, teknologi ini dinilai siap diterapkan secara lebih luas, tidak hanya untuk Dapur MBG, tetapi juga untuk industri sejenis lainnya.

“Produk ini kami persembahkan untuk kemajuan Indonesia, sebagai solusi pengelolaan limbah dapur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tutup Tatang.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca