
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya Karsa Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeunjing, Kabupaten Ciamis, menunjukkan langkah inovatif dalam menjawab tantangan sekaligus peluang di era digital.
Melalui pengelolaan layanan jasa internet berupa pembayaran biaya berlangganan WiFi, BUMDes Jaya Karsa berhasil menghadirkan akses internet yang terjangkau dan terorganisasi bagi masyarakat desa.
Ketua BUMDes Jaya Karsa, Endang Suryana, menjelaskan bahwa unit usaha layanan internet tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan salah satu operator penyedia jaringan WiFi.
Dalam skema tersebut, BUMDes berperan aktif mengelola administrasi serta pembayaran biaya berlangganan pelanggan di wilayah Desa Pamalayan.
“Layanan ini kami kelola bersama mitra operator. Pengelolaan biaya berlangganan dilakukan oleh BUMDes, dan hingga saat ini sudah tercatat sekitar 300 pelanggan,” ujar Endang.
Ia mengungkapkan, inisiatif pengelolaan layanan internet ini berangkat dari kepekaan BUMDes terhadap perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Sejak dirintis pada tahun 2024, usaha ini diproyeksikan sebagai salah satu sumber pendapatan desa yang potensial sekaligus sarana pemerataan akses digital bagi warga.
Menurut Endang, era digital yang tengah berlangsung harus dimanfaatkan secara positif dan produktif oleh masyarakat desa.
Akses internet yang memadai dinilai menjadi faktor penting dalam menunjang berbagai aktivitas, mulai dari komunikasi, pendidikan, hingga kegiatan ekonomi berbasis digital.
“Sekarang ini banyak warga yang memanfaatkan internet untuk penjualan online maupun mencari informasi. Karena itu, jaringan internet menjadi kebutuhan yang sangat vital,” jelasnya.
Lebih lanjut, pengelolaan layanan WiFi oleh BUMDes Jaya Karsa juga menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Dengan model usaha yang dikelola secara profesional, BUMDes berharap dapat mendorong kemandirian ekonomi desa sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui inovasi layanan internet ini, BUMDes Jaya Karsa Desa Pamalayan diharapkan mampu menjadi penggerak transformasi digital di tingkat desa, sejalan dengan upaya pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan masyarakat.





