
Gerakan tanam padi organik Ciamis resmi dimulai pada Kamis (09/04/2026) dengan target yang tidak main-main, yakni menembus ketatnya pasar ekspor Asia.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengungkapkan bahwa peralihan masif dari pupuk kimia ke pupuk alami ini bukan sekadar tren sesaat.
Langkah strategis ini tidak hanya terbukti ampuh menekan biaya produksi pertanian, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang sangat besar untuk mengekspor beras premium ke negara maju seperti Jepang, Malaysia, dan Singapura.
Ringkasan Berita
Mengapa Padi Organik Ciamis Dilirik Pasar Global?
Saat ini, kesadaran masyarakat global terhadap gaya hidup sehat terus mengalami peningkatkan yang tajam.
Hal tersebut memicu lonjakan permintaan yang luar biasa akan bahan pangan bebas residu kimia, terutama bahan pokok seperti beras.
Oleh karena itu, potensi perluasan pasar untuk padi organik Ciamis menjadi sangat terbuka lebar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Lebih lanjut, kualitas beras organik dari Tatar Galuh ini telah mendapatkan pengakuan luas dari berbagai pihak.
Permintaan yang masuk tidak hanya bertumpu pada pasar-pasar swalayan di kota besar dalam negeri.
Berbagai negara tetangga dan kawasan Asia Timur kini mulai melirik secara serius potensi besar dari sektor pertanian unggulan daerah ini.
Bupati Herdiat menegaskan bahwa harga jual beras organik di pasaran secara konsisten selalu jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan beras konvensional.
Kondisi ekonomi makro ini jelas memberikan jaminan keuntungan finansial yang sangat menjanjikan bagi para pahlawan pangan di desa.
Dengan kualitas yang terus dijaga ketat, produk lokal ini diyakini memiliki daya saing yang kompetitif di etalase pasar global.
Keuntungan Berlipat: Panen Melimpah dan Ramah di Kantong
Selain menawarkan nilai jual yang fantastis di pasaran, pengembangan padi organik Ciamis ternyata menghadirkan efisiensi biaya yang sangat luar biasa.
Sebelumnya, banyak petani yang merasa khawatir bahwa beralih ke sistem pertanian organik akan memakan biaya perawatan yang besar.
Namun, fakta dan data di lapangan justru membuktikan hal yang sebaliknya.
Berdasarkan kalkulasi ekonomi riil, biaya pengadaan serta penggunaan pupuk organik relatif jauh lebih murah dibandingkan jika petani terus-menerus bergantung pada pasokan pupuk kimia sintetis.
Terlebih lagi, para petani dapat secara kreatif memanfaatkan sumber daya alam melimpah di sekitar mereka untuk memproduksi pupuk kompos atau pupuk kandang secara mandiri dan gratis.
Tidak hanya menghemat biaya operasional secara drastis, hasil panen yang didapatkan pun terbukti sangat memuaskan.
Bupati Ciamis menyebutkan secara spesifik bahwa produktivitas lahan yang dikelola dengan sistem organik mampu menghasilkan gabah antara 8 hingga 9 ton per hektare.
Angka panen yang fantastis tersebut jelas menjadi angin segar bagi percepatan upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga petani.
Kelompok Tani Parikesit Sebagai Bukti Nyata
Tentu saja, wacana ekspor dan produktivitas tinggi ini bukanlah isapan jempol belaka.
Bukti nyata atas keberhasilan sistem tersebut dapat dilihat secara langsung di Kelompok Tani Parikesit yang berlokasi strategis di Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican.
Tempat ini dipilih secara khusus sebagai titik pusat peluncuran gerakan tanam padi organik Ciamis bukan tanpa alasan yang kuat.
Sebagai informasi, Kelompok Tani Parikesit merupakan salah satu klaster ketahanan pangan paling unggul di Kabupaten Ciamis.
Kelompok ini bahkan baru saja menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan menyabet gelar bergengsi Juara 2 pada ajang Bank Indonesia Award 2025 Championship, khusus untuk kategori Klaster Pangan sektor tanaman pangan.
Kehadiran Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tasikmalaya beserta jajaran Forkopimda Ciamis dalam agenda tersebut semakin mempertegas komitmen lintas sektoral.
Kolaborasi strategis ini menunjukkan sebuah fakta bahwa pengelolaan klaster pertanian yang inovatif, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan akan selalu mendapatkan kemudahan akses dukungan dari ekosistem keuangan.
Strategi Pemkab Dorong Pertanian Organik Desa
Menyadari besarnya potensi perputaran ekonomi tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis tentu tidak tinggal diam.
Proses transisi tata cara bertani ini harus dikawal secara ketat dan berkesinambungan.
Pemkab berkomitmen siap menggelontorkan dukungan penuh agar target perluasan lahan padi organik Ciamis dapat segera direalisasikan secara merata di seluruh wilayah kecamatan.
Bentuk dukungan riil yang akan diberikan oleh pemerintah mencakup jaminan penyaluran bantuan bibit unggul serta pasokan pupuk dasar bagi para kelompok tani yang tergabung.
Tidak berhenti sampai di situ, Bupati juga telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah desa agar mengambil peran proaktif dalam mendukung program transformasi fundamental ini.
Salah satu instruksi paling strategisnya adalah imbauan tegas untuk mengoptimalkan pemanfaatan tanah bengkok.
Lahan yang menjadi aset desa tersebut diharapkan bisa segera disulap menjadi area percontohan (demonstration plot) pertanian organik.
Melalui keberadaan lahan percontohan yang dikelola rapi ini, masyarakat sekitar dapat melihat sendiri proses pertumbuhannya hingga hasil panennya, sehingga mereka menjadi jauh lebih yakin untuk ikut beralih.
Menyelamatkan Tanah Sekaligus Menyehatkan Masyarakat
Pada akhirnya, orientasi jangka panjang dari program ini tidak semata-mata hanya berbicara mengenai keuntungan rupiah dan angka ekspor.
Alasan paling esensial dari dicanangkannya gerakan ini adalah sebuah upaya serius untuk penyelamatan ekosistem lingkungan sekaligus peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Berdasarkan berbagai paparan hasil penelitian terkini, terungkap bahwa kondisi unsur hara tanah di sejumlah titik wilayah pertanian Ciamis sudah mulai rusak atau terdegradasi.
Penyebab utamanya tidak lain adalah paparan residu bahan kimia dari pupuk sintetis yang digunakan terus-menerus selama puluhan tahun.
“Tanah kita sudah banyak tercampur bahan kimia, sehingga hasil pertanian pun ikut terkontaminasi. Maka kita mulai sedikit demi sedikit beralih ke organik, semata-mata untuk kesehatan masyarakat,” tegas Bupati Herdiat.
Oleh karena itu, transformasi besar menuju sistem pertanian yang lebih bersahabat dengan alam ini harus dijalankan secara bertahap, terukur, dan konsisten.
Melalui sinergi yang kokoh antara elemen pemerintah, Bank Indonesia, dan semangat juang para petani, maka visi besar mewujudkan kejayaan padi organik Ciamis di kancah internasional bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah kenyataan yang siap dipanen.





