
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, pada Kamis (2/10/2025) sore, menyebabkan dua rumah warga di Desa Sidaharja mengalami kerusakan cukup parah setelah tertimpa pohon tumbang.
Peristiwa ini menimpa rumah milik Aki Minso (78) di Dusun Kertasari RT 04 RW 01 serta rumah Dirwan (45) di Dusun Ciporoan RT 14 RW 04.
Beruntung, dalam musibah tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Menurut keterangan warga, hujan deras yang turun sejak sore hari disertai hembusan angin kencang secara tiba-tiba menumbangkan sejumlah pohon besar di beberapa titik desa.
Salah satu pohon tumbang menimpa bagian belakang rumah Dirwan di Dusun Ciporoan, tepatnya mengenai atap dapur dan kamar.
Meski sempat membuat panik, Dirwan bersama istri dan dua anaknya berhasil menyelamatkan diri.
Mereka memilih tetap bertahan di rumah karena kondisi bangunan secara keseluruhan masih aman dan bisa dihuni.

Sementara itu, di lokasi berbeda namun dalam waktu yang hampir bersamaan, rumah Aki Minso di Dusun Kertasari juga tertimpa pohon petai berukuran besar.
Pohon tersebut roboh menimpa bagian atap kamar tidur dan ruang tamu, menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian genting dan rangka kayu rumah.
Aki Minso yang saat kejadian berada di dalam rumah bersama istrinya, Nini Siti Aminah (67), dan anak perempuannya Ela (35), sempat terkejut saat mendengar suara gemuruh keras dari belakang rumah.
Beruntung, seluruh penghuni rumah berhasil selamat tanpa mengalami cedera. Mereka pun memutuskan untuk tetap tinggal di rumah karena kerusakan tidak terlalu parah dan masih layak dihuni.
Usai kejadian, warga bersama aparat desa dan berbagai unsur relawan segera melakukan aksi tanggap darurat.
Menurut Baehaki Effendi, relawan Tagana Ciamis yang bertugas di wilayah Pamarican, proses evakuasi dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama perangkat desa.
Juga pihak kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta sejumlah organisasi relawan lainnya seperti Tagana, RCS, RB Cibedas, Rapi, dan GSR.
Mereka bahu-membahu menyingkirkan batang pohon yang menimpa rumah serta membersihkan puing-puing atap yang rusak.
Selain itu, tim relawan juga menilai kondisi rumah untuk memastikan keamanan penghuni.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Kedua keluarga juga tidak perlu mengungsi karena rumah mereka masih bisa ditempati,” ujar Baehaki Effendi, Kamis malam.
Baehaki menambahkan, bantuan yang saat ini paling dibutuhkan adalah terpal untuk penutup sementara atap rumah yang rusak serta logistik kedaruratan bagi kedua keluarga terdampak.
Pihak pemerintah desa bersama relawan terus memantau situasi di sekitar lokasi, mengingat potensi hujan lebat dan angin kencang masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Warga pun diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan pohon tumbang atau bencana serupa, terutama bagi mereka yang rumahnya berada di sekitar pepohonan besar.





