
Upaya pemberdayaan masyarakat terus diperkuat melalui kerja sama antara perguruan tinggi dan kelompok masyarakat desa.
Hal ini tampak dari langkah Universitas Ciamis yang menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati 2 di Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, dalam Program Peningkatan Pengabdian kepada Masyarakat dan pengembangan ekonomi berbasis pertanian.
Ketua Kelompok Pengabdian Universitas Ciamis, Hj. Tiktiek Kurniawati, SH., MM., menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian yang dilaksanakan Kamis (27/11/2025) tersebut tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga penguatan sarana produksi.
Melalui pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Galuh (Unigal), KWT Melati 2 menerima sejumlah peralatan pendukung usaha, yaitu food dehydrator, spinner, dan hand sealer.
Tiktiek menuturkan bahwa perangkat tersebut diberikan untuk membantu perempuan tani dalam mengoptimalkan hasil pertanian lokal agar dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Pemanfaatan teknologi tepat guna dianggap penting karena dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mendongkrak kualitas produk olahan yang dihasilkan oleh anggota KWT.
Menurutnya, dukungan peralatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi perempuan desa dalam era ekonomi kreatif.
Produk pertanian seperti sayuran dapat diolah menjadi sayuran kering, keripik lokal, ataupun produk unggulan lainnya, sehingga membuka peluang pasar yang lebih luas, termasuk melalui pemasaran digital.
“Program ini tidak hanya mendukung indikator kinerja kami, tetapi juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama dalam peningkatan produktivitas dan pemajuan ekonomi lokal yang inklusif,” ujar Tiktiek.
Ia menambahkan bahwa selain menyerahkan peralatan, tim pengabdian juga memberikan pelatihan mengenai pengemasan produk menggunakan hand sealer, strategi pemasaran digital, hingga inovasi produk lokal.
Pendampingan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas KWT Melati 2 sebagai kelompok penggerak ekonomi desa yang kreatif dan berkelanjutan.
Tiktiek menyampaikan harapan besarnya terhadap keberlanjutan program ini.
Dengan memanfaatkan alat yang telah diberikan, anggota KWT Melati 2 dapat menghasilkan produk olahan pertanian yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Hal tersebut diyakini dapat berdampak positif bagi peningkatan pendapatan keluarga serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat di Desa Sukajadi.
“Melalui dukungan ini, kami berharap KWT Melati 2 dapat semakin berkembang dan mampu bersaing dalam pasar produk lokal. Kelompok tani perempuan memiliki potensi besar jika diberikan peluang dan sarana yang memadai,” tuturnya.





