
Tekad dan keimanan yang kuat membawa H. Wawan Setiawan, warga Dusun Karanganyar, Desa Rancah, Kabupaten Ciamis, pada perjalanan spiritual yang luar biasa.
Pria yang akrab disapa H. Boling itu meninggalkan kenyamanan rumahnya untuk menempuh perjalanan ribuan kilometer menuju Tanah Suci Mekkah, bukan dengan pesawat atau kapal, melainkan dengan sepeda motor.
Perjalanan panjang ini bukan sekadar ekspedisi fisik, tetapi juga perjalanan batin yang sarat makna spiritual, dedikasi, dan semangat pantang menyerah.
Dilepas dengan Doa dan Haru di Hari Santri Nasional
Rabu pagi, 22 Oktober 2025, lapangan Desa Rancah dipenuhi oleh ratusan warga, tokoh masyarakat, dan santri yang berkumpul dalam suasana haru.
Bertepatan dengan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN), H. Boling secara simbolis dilepas untuk memulai perjalanan sucinya.
Ia berdiri di hadapan masyarakat dengan pakaian sederhana, di samping motor Yamaha NMax yang akan menjadi kendaraannya selama berbulan-bulan.
Di balik helm dan jaket motor, tersimpan tekad seorang muslim yang ingin menunaikan rukun Islam kelima dengan cara yang tidak biasa.
Usai pelepasan di tingkat desa, siang harinya, Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, MM, secara resmi melepas keberangkatan H. Boling di halaman Pendopo Gedung Negara Ciamis.
Acara tersebut menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Ciamis, karena baru kali ini seorang warganya akan berhaji dengan mengendarai motor.
Perjalanan Iman yang Penuh Tantangan
Perjalanan yang akan ditempuh H. Boling tidaklah mudah. Ia berencana menempuh rute sejauh ribuan kilometer dengan melintasi 25 negara di tiga benua — Asia, Afrika, dan sebagian Eropa — sebelum tiba di Tanah Suci.
Rute perjalanannya dimulai dari Tatar Galuh Ciamis, melintasi Pulau Jawa menuju Pelabuhan Merak, kemudian menyeberang ke Pulau Sumatera, melewati Riau, Siak, dan Batam, sebelum menyeberang ke Singapura.
Dari sana, ia akan melanjutkan perjalanan ke Malaysia, Thailand, Laos, China, Asia Tengah, hingga Timur Tengah, sebelum akhirnya tiba di Arab Saudi menjelang musim haji tahun 2026.
Perjalanan ini diperkirakan memakan waktu lima hingga enam bulan. Sepanjang rute tersebut, ia akan menghadapi beragam tantangan: mulai dari perbedaan cuaca ekstrem, kondisi jalan yang berat, perizinan lintas batas, hingga potensi konflik di beberapa negara yang akan dilewati.
Namun, bagi H. Boling, semua risiko itu bukanlah halangan. “Dengan niat yang tulus dan persiapan matang, saya yakin Allah akan memudahkan langkah saya menuju Baitullah,” ujarnya dengan mata berbinar.
Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Komunitas Motor
Sebelum berangkat, H. Boling sempat diterima secara resmi oleh Bupati Ciamis di Balairung Barat Pendopo Gedung Negara.
Dalam kesempatan itu, hadir pula sejumlah tokoh penting seperti Penasehat IMI Ciamis H. Roni Karno, Ketua HDCI Ciamis H. Jamal, Pengusaha Properti H. Asep Guung, dan Ketua DPC PPP Ciamis H. Toni Taufikurahman.
Mereka memberikan dukungan moral serta doa agar perjalanan H. Boling berlangsung lancar dan selamat. Sejumlah komunitas motor besar juga turut hadir, mengawal keberangkatannya dari Ciamis hingga titik awal ekspedisi.
“Kami sangat bangga. Ini momen yang tidak hanya membanggakan bagi Ciamis, tapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Bupati Herdiat Sunarya.
“Kami doakan Haji Wawan diberikan kekuatan, kesehatan, dan keselamatan hingga kembali pulang dengan selamat.”
Bupati juga mengingatkan agar H. Boling senantiasa berhati-hati dan menjaga komunikasi dengan tim pendukung di Tanah Air selama menempuh perjalanan panjang lintas benua tersebut.
Ekspedisi HBC Tirex: Dari Ciamis Menjelajah Tiga Benua
Perjalanan ini merupakan bagian dari misi pribadi yang dinamakan “Ekspedisi HBC Tirex”, singkatan dari Haji Boling Ciamis.
Dalam tim ekspedisi itu, H. Wawan menggandeng H. Lili, seorang biker berpengalaman yang pernah melakukan perjalanan lintas negara sebelumnya.
Selain niat ibadah, ekspedisi ini juga bertujuan menyampaikan pesan inspiratif bahwa dengan niat, tekad, dan persiapan, perjalanan spiritual bisa dilakukan oleh siapa saja — bahkan dengan kendaraan sederhana seperti sepeda motor.
“Saya ingin menunjukkan bahwa ibadah haji bisa dilakukan dengan berbagai cara, selama niatnya tulus. Saya berharap perjalanan ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tetap berani bermimpi dan beriman,” tutur H. Wawan penuh keyakinan.
Tradisi Unik Warga Ciamis dalam Menunaikan Ibadah Haji
Langkah H. Boling melanjutkan tradisi unik warga Ciamis dalam menunaikan ibadah haji dengan cara yang luar biasa.
Sebelumnya, pada Mei 2025, seorang warga bernama Viko Nur Faisal (40) dari Dusun Karanganyar juga berangkat menuju Mekkah dengan berjalan kaki.
Kini, giliran H. Boling yang menempuh perjalanan serupa, namun menggunakan motor. Dua kisah ini menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Ciamis memiliki semangat spiritual dan tekad religius yang tinggi, bahkan dalam bentuk perjalanan ekstrem sekalipun.
Makna dan Harapan dari Perjalanan Suci Ini
Perjalanan H. Boling bukan sekadar ekspedisi fisik, tetapi juga simbol dari pengorbanan, keberanian, dan ketulusan hati.
Dalam setiap kilometer yang ditempuh, ia membawa doa, harapan, dan semangat masyarakat Ciamis yang ikut mendoakan keselamatannya.
“Doakan saya agar diberi kelancaran dan kekuatan sampai ke Mekkah, dan bisa kembali ke Tanah Air dengan selamat,” ucapnya penuh haru sesaat sebelum menyalakan mesin motornya dan memulai perjalanan panjang menuju Baitullah.
Bagi masyarakat Ciamis, perjalanan ini bukan hanya tentang seorang warga yang menunaikan haji, tetapi juga tentang keimanan yang menembus batas geografis, serta keyakinan bahwa setiap langkah menuju Allah akan selalu mendapat pertolongan-Nya.





