
Nasib nahas menimpa Wildan, seorang bocah berusia lima tahun di Banjarsari, Kabupaten Ciamis, pada Minggu (22/2/2026) siang.
Niat hati ingin bermain bersama teman-temannya saat libur sekolah, ia justru harus mendapat pertolongan darurat dari tim Damkar Ciamis setelah kaki kanannya terjepit kuat di celah bangku besi.
Insiden mengejutkan ini sempat memicu kepanikan warga sekitar, terutama sang ibu yang mendapati anaknya sudah menangis kesakitan.
Kronologi Kejadian: Nekat Panjat Pagar TK
Menurut informasi yang dihimpun Reportasee.com, peristiwa ini bermula sekitar pukul 13.20 WIB.
Pada waktu tersebut, Wildan dan beberapa temannya sedang asyik bermain di pekarangan TK PGRI Al Munawaroh, Dusun Cangkring RT 03 RW 01, Desa Ratawangi, Kecamatan Banjarsari.
Mengingat hari tersebut adalah hari Minggu, gerbang sekolah taman kanak-kanak itu sebenarnya sudah ditutup rapat dan dikunci.
Namun, hal tersebut rupanya tidak menyurutkan niat anak-anak ini untuk bermain.
“Sebenarnya waktu kejadian karena hari libur, pekarangan sekolah TK tersebut sudah ditutup dan dikunci. Tapi korban bersama teman-temannya naik pagar dan bermain di pekarangan,” ungkap Uju Suparman, salah satu petugas piket pemadam kebakaran di Pos WMK Banjarsari.
Nahas, saat sedang asyik berlarian, kaki kanan Wildan terperosok ke celah sempit sebuah tempat duduk atau bangku yang terbuat dari besi.
Akibatnya, kaki mungil bocah malang tersebut terjepit dan sulit ditarik keluar.
Aksi Cepat Damkar Ciamis Potong Bangku Besi
Gara-gara kakinya terkunci rapat di sela besi, Wildan spontan menjerit-jerit kesakitan.
Mendengar tangisan histeris tersebut, Saadah (50), ibu korban, langsung berlari mendatangi lokasi kejadian yang memang tak jauh dari rumahnya.
Awalnya, sang ibu berusaha sekuat tenaga melepaskan kaki anaknya dari jepitan bangku besi tersebut. Sayangnya, upaya manual itu tidak membuahkan hasil.
Oleh karena itu, ia segera berinisiatif menghubungi Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Banjarsari untuk meminta bantuan darurat.
Mendapat laporan kepanikan warga, dua orang petugas Damkar Ciamis yang sedang siaga, yakni Uju Suparman dan Rizki, merespons dengan sangat cepat.
Mereka berdua langsung meluncur ke lokasi kejadian menggunakan sepeda motor agar bisa membelah jalanan dengan lebih sigap.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan observasi dan mengambil tindakan penyelamatan taktis.
Mereka akhirnya memutuskan menggunakan mesin gerinda tangan untuk memotong bilah besi yang menjepit kaki korban dengan sangat hati-hati.
“Bangku besinya dipotong pakai gerinda tangan. Alhamdulillah, korban berhasil dievakuasi dengan selamat dan aman,” jelas Uju melegakan suasana.
Pada akhirnya, proses evakuasi dramatis ini berjalan sukses tanpa melukai sang anak.
Setelah memastikan kondisi Wildan benar-benar aman dan tenang, kedua petugas pemadam kebakaran tersebut pamit.
Sekitar pukul 13.55 WIB, Uju dan Rizki terpantau sudah kembali ke Pos WMK Banjarsari untuk melanjutkan piket siaga mereka.





