
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menegaskan, pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama bagi para finalis Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Ciamis 2025, meskipun mereka tengah meniti karier sebagai duta pariwisata dan budaya daerah.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat menerima silaturahmi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D), dan para finalis Mojang Jajaka di Operation Room Sekretariat Daerah Ciamis, Jumat (1/8/2025).
Pertemuan ini menjadi momen penting untuk membahas pelaksanaan Pasanggiri Mojang Jajaka Ciamis 2025 sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan generasi muda yang siap berperan aktif mempromosikan pariwisata dan budaya Tatar Galuh.
Ketua Paguyuban Mojang Jajaka Kabupaten Ciamis yang diwakili oleh Anggi Hilman Hariri mengungkapkan, tahun ini terdapat 118 peserta yang mendaftar dari berbagai kecamatan di Ciamis. Setelah melalui proses seleksi ketat, terpilih 15 pasang finalis atau 30 orang yang mewakili 27 kecamatan.
Menurut Anggi, seluruh finalis telah menjalani tahap karantina offline sebagai persiapan menuju malam grand final yang akan digelar di Islamic Center (IC) Ciamis.
Ia berharap acara ini dapat menjadi ajang kolaborasi antara Mojang Jajaka, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menyampaikan apresiasi kepada para finalis atas kerja keras dan dedikasi mereka selama mengikuti proses seleksi.
Ia menilai para finalis tidak hanya memiliki kecantikan dan ketampanan, tetapi juga kecerdasan, keterampilan, dan potensi besar untuk menjadi representasi terbaik Ciamis.
Namun, ia mengingatkan bahwa ajang Mojang Jajaka bukanlah tujuan akhir. Pendidikan tetap harus menjadi prioritas utama di tengah aktivitas mereka sebagai finalis.
“Menjadi Mojang atau Jajaka itu penting sebagai pengalaman berharga, tetapi jangan lupakan tujuan utama, yaitu pendidikan. Dunia saat ini penuh tantangan, dan kita harus semakin pintar serta kompetitif untuk menghadapi masa depan,” ujar Herdiat.
Ia menambahkan, berbagai tantangan global menuntut generasi muda untuk memiliki wawasan luas, kreativitas tinggi, dan kemampuan bersaing yang kuat.
Menurutnya, ajang Mojang Jajaka dapat menjadi sarana pembentukan karakter sekaligus mendukung pengembangan diri, namun tidak boleh mengesampingkan kewajiban utama sebagai pelajar atau mahasiswa.
Selain menekankan pentingnya pendidikan, Bupati Herdiat juga berharap ajang Pasanggiri Mojang Jajaka dapat terus berkembang dari tahun ke tahun.
Ia ingin para finalis tidak hanya berprestasi di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional.
“Ke depan, saya berharap Mojang Jajaka Ciamis tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga bisa menembus ajang seperti Puteri Indonesia. Namun, semua itu harus dibarengi dengan integritas dan kerja keras yang konsisten,” tuturnya.
Muhammad Indra, salah satu finalis Jajaka 2025, menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh Bupati.
Ia menegaskan bahwa para finalis siap menjadi garda terdepan dalam mempromosikan pariwisata, kebudayaan, serta potensi lokal yang dimiliki Kabupaten Ciamis.
“Kami merasa terhormat bisa bertemu langsung dengan Bupati. Ini menjadi dorongan sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk mendukung kemajuan pariwisata Ciamis,” ungkapnya.
Silaturahmi ini sekaligus menjadi ajang untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Pariwisata, BP2D, dan generasi muda.
Diharapkan, kehadiran Mojang Jajaka tidak hanya menambah semarak dunia pariwisata Ciamis, tetapi juga menginspirasi pemuda-pemudi lainnya untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah.





