
Tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor peternakan unggas mendorong dunia usaha dan dunia industri (DUDIKA) merekrut calon pekerja sejak masih duduk di bangku sekolah.
Fenomena tersebut terlihat jelas di Sekolah Menengah Kejuruan Industri Perunggasan Panjalu (SMK IPP) Ciamis, di mana seluruh siswa kelas XII tahun ajaran 2025/2026 telah menandatangani kontrak kerja meskipun belum menyelesaikan masa pendidikan.
Sebanyak 20 siswa kelas XII SMK IPP Ciamis tercatat telah diterima bekerja di berbagai perusahaan mitra industri perunggasan.
Mereka akan segera bergabung setelah menuntaskan satu semester terakhir pendidikannya.
Perusahaan-perusahaan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Kalimantan, dengan bidang kerja utama pada sektor peternakan ayam petelur dan ayam pedaging.
Kepala SMK Industri Perunggasan Panjalu Ciamis, Adisty Risnawatiy, S.Pt., M.M., menyampaikan bahwa kondisi tersebut mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan industri terhadap kualitas lulusan SMK IPP.
Menurutnya, kontrak kerja yang diberikan sebelum kelulusan menjadi bukti nyata bahwa kompetensi yang dibekalkan sekolah telah sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.
“Seluruh siswa kelas XII tahun ini sudah menandatangani kontrak kerja, meskipun mereka masih harus menjalani satu semester lagi di sekolah. Ini menunjukkan bahwa industri benar-benar membutuhkan tenaga kerja dari SMK IPP,” ujar Adisty, Jumat (23/1/2026).
Adisty menegaskan bahwa keterbatasan pemenuhan permintaan tenaga kerja dari industri bukan disebabkan oleh kualitas lulusan, melainkan oleh jumlah peserta didik yang masih terbatas.
Permintaan tenaga kerja di sektor perunggasan, kata dia, jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah lulusan yang dapat dihasilkan sekolah setiap tahunnya.
Sejak berdiri delapan tahun lalu, SMK IPP yang berlokasi di Dusun Mandala, Desa Kertamandala, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, telah meluluskan sebanyak 232 siswa.
Seluruh lulusan tersebut terserap di dunia kerja, baik di perusahaan mitra industri maupun di sektor peternakan unggas lainnya.
Kondisi ini menegaskan peran strategis SMK IPP Ciamis sebagai lembaga pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri.
Selain menyiapkan siswa agar siap kerja, sekolah juga berkontribusi dalam mendukung sektor pangan strategis nasional, khususnya perunggasan.
Untuk menjawab tantangan perkembangan industri, SMK IPP Ciamis juga tengah mengembangkan kompetensi Digital Marketing Peternakan.
Program ini dirancang untuk mencetak tenaga pemasaran peternakan yang mampu beradaptasi dengan dinamika pasar dan teknologi di era global.
Di sisi lain, pihak sekolah berharap fenomena terserapnya siswa sebelum lulus ini dapat menjadi perhatian orang tua, masyarakat, dan pemerintah daerah.
Menurut Adisty, sektor peternakan unggas menawarkan peluang kerja yang nyata, berkelanjutan, dan memiliki prospek jangka panjang.
“Minat siswa untuk masuk ke SMK berbasis peternakan perlu terus didorong. Dukungan dari berbagai pihak sangat penting agar kebutuhan industri yang besar ini dapat terpenuhi,” ujarnya.
Ke depan, SMK IPP Ciamis berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis praktik.
Dengan langkah tersebut, SMK IPP berharap dapat terus mencetak sumber daya manusia peternakan unggas yang siap kerja, kompeten, dan dipercaya oleh industri, bahkan sebelum mereka resmi menyandang status lulusan.





