Berita

Pulang Kampung, Anggota DPR RI Ini Bawa Bantuan Pembangunan Desa untuk Ciamis yang Bikin Warga Terharu

Anggota DPR RI asal Ciamis bawa bantuan pembangunan desa ke Banjarsari. Intip respons mengejutkan warga saat meninjau fasilitas ibadah dan BUMDes di sini.

Sebuah momen emosional terjadi saat anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat X melakukan kunjungan kerja sekaligus pulang kampung ke Dusun Gunung Damar, Desa Sindangasih, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Kamis (8/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, legislator senior ini tidak hanya bernostalgia, melainkan membawa angin segar berupa bantuan pembangunan desa guna mendongkrak fasilitas keagamaan dan sektor ekonomi masyarakat pelosok.

Kehadiran putra daerah Banjarsari di tanah kelahirannya tersebut langsung disambut antusias oleh ratusan warga setempat.

Mereka merasa bangga sekaligus bersyukur karena wakil rakyat yang telah duduk di senayan selama tujuh periode tersebut tetap konsisten memberikan perhatian nyata terhadap kemajuan infrastruktur di daerah asal.

Meninjau Hasil Bantuan Pembangunan Desa di Sektor Religi

Sentuhan Nyata untuk Rumah Ibadah Gunung Damar

Agenda utama dalam kunjungan kerja kali ini adalah meninjau langsung kondisi fisik mushala di Dusun Gunung Damar.

Rumah ibadah tersebut sebelumnya sempat terbengkalai, namun kini telah berdiri kokoh berkat bantuan pembangunan desa yang dikucurkan lewat dana aspirasi kedewanan.

Peninjauan ini sekaligus dimanfaatkan sebagai momentum silaturahmi sersan (serius tapi santai) bersama tokoh agama dan warga yang bergotong-royong menyelesaikan pembangunan.

Dalam orasinya di hadapan masyarakat, ia menyampaikan bahwa kedatangannya ke Gunung Damar merupakan bentuk tanggung jawab moral yang konkret.

Sebagai wakil rakyat sekaligus putra daerah, ia memiliki kewajiban moral untuk memastikan program bantuan pembangunan desa benar-benar terealisasi dengan tepat sasaran dan memberikan dampak instan.

Baca Juga :  7 Tips Budidaya Ikan Koi Berkualitas Ekspor yang Menguntungkan

“Alhamdulillah, hari ini saya sangat bersyukur bisa kembali ke kampung halaman untuk bersilaturahmi. Saya ingin melihat langsung mushala yang telah selesai dibangun ini untuk memastikan bahwa bangunannya benar-benar aman, nyaman, dan layak digunakan warga untuk beribadah,” ujarnya dengan nada haru.

Ia menambahkan, keberadaan mushala yang representatif di tingkat dusun tidak boleh dianggap remeh.

Rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat berjamaah, melainkan juga harus bertransformasi menjadi pusat kegiatan keagamaan, edukasi anak, dan rembug sosial masyarakat.

Melalui penguatan fasilitas ini, diharapkan semangat gotong royong warga semakin solid.

Respons Cepat untuk Fasilitas Penunjang yang Kurang

Komitmen Tambahan untuk Kenyamanan Jamaah

Meskipun bangunan utama mushala sudah berdiri megah, sang legislator jeli melihat adanya kekurangan fasilitas vital.

Berdasarkan hasil dialog santai di teras mushala bersama para sesepuh kampung, terungkap bahwa rumah ibadah tersebut ternyata belum memiliki tempat wudu yang layak serta fasilitas sanitasi berupa WC.

Mendengar keluhan langsung dari konstituennya, ia langsung mengambil langkah taktis. Ia menegaskan bahwa bantuan pembangunan desa di sektor keagamaan harus menyeluruh agar jamaah bisa beribadah dengan suci dan nyaman.

Setelah ia melihat langsung dan mendengar masukan dari para sesepuh di sini, ternyata masih ada kekurangan, khususnya belum tersedianya WC dan tempat wudu.

“Insyaallah hari ini juga saya bantu secara pribadi dan kelembagaan agar pembangunannya bisa segera diselesaikan dan digunakan oleh warga,” tuturnya yang langsung disambut tepuk tangan riuh.

Suntikan Modal BUMDes: Penguatan Ekonomi Berkelanjutan

Selain fokus pada infrastruktur spiritual, program bantuan pembangunan desa yang dibawa juga menyasar sektor ekonomi riil.

Baca Juga :  Strategi Baru Tangkal Krisis Karakter; Guru SMP dan SMA Ikuti Sosialisasi 4 Pilar di Ciamis

Sadar bahwa kemandirian desa di era modern bergantung pada roda ekonominya, ia turut menyerahkan tambahan bantuan modal usaha yang dialokasikan khusus untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sindangasih.

Langkah strategis ini diharapkan mampu menstimulasi unit-unit usaha mikro di Banjarsari, sehingga pemuda desa tidak perlu urbanisasi ke kota besar untuk mencari nafkah.

Penguatan BUMDes ini menjadi bukti bahwa bantuan pembangunan desa yang diusung mengombinasikan aspek mental spiritual dan ketahanan ekonomi.

Warga Sindangasih: Responsnya Sangat Cepat!

Kehadiran tokoh nasional yang tetap merakyat ini menorehkan kesan mendalam bagi masyarakat luar kota Ciamis.

Salah seorang warga Dusun Gunung Damar, Odoy Suganda, mengungkapkan rasa tidak percayanya atas respons super cepat yang diberikan oleh anggota DPR RI tersebut.

Baru sekitar satu minggu lalu pengurus mushala berkomunikasi lewat stafnya untuk melaporkan bahwa pembangunan fisik sudah selesai.

Odoy mengundang Kang Agun sekadar kalau ada waktu senggang untuk mampir. Ia sama sekali tidak menyangka responsnya begitu cepat.

“Hari ini beliau datang langsung ke Gunung Damar, bahkan masih memberikan tambahan bantuan pembangunan desa untuk tempat wudu,” ungkap Odoy dengan mata berkaca-kaca.

Odoy menilai, figur wakil rakyat seperti inilah yang dirindukan oleh masyarakat Ciamis.

Meskipun rekam jejak karier politiknya sudah menasional, sikapnya tetap sederhana, ramah, dan sama sekali tidak menjaga jarak dengan wong cilik.

Kehadiran figur tersebut menjadi motivasi besar bagi warga untuk terus merawat fasilitas publik yang telah dibangun bersama.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca