Berita

Atap Rumah di Ciamis Rusak Tertimpa Pohon Waru, Kerugian Capai Rp5 Juta

Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Kamis (30/10/2025) siang, menyebabkan sebuah pohon waru berukuran besar tumbang dan menimpa rumah milik warga.

Akibat kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai Rp5 juta, meski beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.

Peristiwa itu menimpa rumah Cholil Fatah (51), warga Dusun Cisaar RT 11 RW 03, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican.

Pohon waru (tisuk) yang tumbuh di belakang rumah tiba-tiba roboh sekitar pukul 13.00 WIB, bersamaan dengan turunnya hujan deras dan tiupan angin kencang yang mengguyur kawasan tersebut sejak siang hingga malam hari.

Batang pohon berdiameter cukup besar itu langsung menimpa bagian atap ruang tengah rumah hingga menyebabkan sebagian struktur bangunan rusak parah.

Suara dentuman keras sempat mengagetkan penghuni rumah dan warga sekitar yang tengah berteduh di rumah masing-masing.

Menurut keterangan Baehaki Efendi, relawan Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Ciamis, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Alhamdulillah, semua penghuni rumah selamat. Tidak ada luka-luka, hanya kerusakan pada bagian atap rumah,” ujar Baehaki, Kamis sore.

Baca Juga :  PELITA HATI di Posyandu, Strategi Disdukcapil Ciamis Dekatkan Layanan Adminduk

Cholil Fatah yang tinggal bersama istrinya, Lisnawati (50), serta tujuh anak mereka—tiga laki-laki dan empat perempuan—mengaku bersyukur karena seluruh anggota keluarga berhasil menyelamatkan diri.

Meski rumah mereka mengalami kerusakan cukup berat, keluarga ini memilih untuk tidak mengungsi dan tetap bertahan di rumah sambil menunggu perbaikan.

Proses evakuasi batang pohon tumbang baru dapat dilakukan pada malam harinya, setelah hujan mulai reda.

Warga setempat bersama aparat desa, relawan Tagana, dan petugas pemadam kebakaran bergotong royong menyingkirkan pohon yang menimpa rumah.

Kegiatan pembersihan puing dan potongan batang pohon dilakukan secara kerja bakti, melibatkan berbagai pihak: warga sekitar, aparat desa dan kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, petugas Damkar Pos WMK Banjarsari, relawan MDMC, Senkom, dan anggota Karang Taruna.

Mereka menggunakan peralatan manual seperti gergaji mesin dan parang untuk memotong batang pohon menjadi beberapa bagian agar lebih mudah dipindahkan.

Upaya tersebut berlangsung hingga malam hari, disertai penerangan seadanya dari lampu senter dan kendaraan warga.

Akibat tertimpa pohon waru tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp5 juta, meliputi kerusakan pada bagian atap, rangka kayu, dan sejumlah perabot di ruang tengah.

Baca Juga :  Terima Kunjungan Tim KKP RI, Pemkab Ciamis Bahas Progres SFV

Hingga Jumat pagi, puing-puing masih terlihat berserakan di sekitar rumah korban.

Baehaki menyebutkan, pihak keluarga masih membutuhkan bantuan darurat, seperti terpal, matras, sembako, family kit, dan selimut.

“Kami berharap bantuan cepat datang agar keluarga bisa beristirahat dengan nyaman sambil menunggu rumah diperbaiki,” ujarnya.

Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di wilayah selatan Ciamis akhir-akhir ini membuat aparat dan relawan kebencanaan terus mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan.

Pohon-pohon berukuran besar di sekitar permukiman diminta untuk segera dipangkas atau ditebang jika dianggap rawan tumbang.

“Kondisi cuaca masih tidak menentu. Kami imbau warga tetap waspada, terutama bagi yang rumahnya berdekatan dengan pepohonan besar,” tambah Baehaki.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat datang sewaktu-waktu dan menimbulkan kerugian, bahkan tanpa peringatan.

Warga pun diharapkan tidak menyepelekan tanda-tanda alam seperti angin kencang, hujan deras berkepanjangan, atau suara gemuruh yang bisa menjadi indikasi bahaya.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca