Berita

Mengapa Aspirasi Masyarakat Ciamis Harus Jadi Fondasi Unigal Hadapi Badai AI?

Anggota DPR RI menyerap aspirasi masyarakat Ciamis di Universitas Galuh. Simak strategi kampus menghadapi tantangan AI dan hoaks berbasis pilar kebangsaan.

Universitas Galuh (Unigal) Ciamis kedatangan momentum penting dalam upaya menyelaraskan arah pendidikan tinggi dengan kebutuhan riil di daerah.

Dalam agenda reses terbaru, penyerapan aspirasi masyarakat Ciamis menjadi fokus utama untuk membangun sektor pendidikan yang adaptif terhadap gempuran teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Langkah strategis ini dinilai krusial agar perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan bergelar akademik, tetapi juga mencetak generasi yang peka terhadap tantangan zaman.

Melalui fungsi representasi yang kuat, dialog terbuka di kampus diharapkan mampu melahirkan solusi konkret bagi kemajuan daerah.

Kunjungan kerja yang berlangsung di Aula Auditorium Unigal pada Rabu (11/6/2025) ini merupakan bagian dari masa reses sidang III tahun sidang 2024-2025.

Agenda tersebut disambut antusias oleh Rektor, jajaran dosen, hingga ratusan mahasiswa yang memadati ruangan.

Urgensi Menjaring Aspirasi Masyarakat Ciamis demi Pembangunan

Sebagai salah satu pilar pendidikan di Priangan Timur, Unigal memegang peranan strategis dalam mengawal pembangunan daerah.

Oleh karena itu, keterlibatan aktif dalam mendengar aspirasi masyarakat Ciamis menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi.

“Wakil rakyat memiliki kewajiban menjalankan fungsi representasi. Sebagai bagian dari civitas akademika, saya berkepentingan membangun dengan mendengarkan aspirasi masyarakat Ciamis,” ujar Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar sekaligus Dewan Pembina Unigal, Agun Gunandjar Sudarsa dalam sambutannya.

Baca Juga :  Iwan Bule Ngaku Ditugaskan Prabowo Nyaleg di Dapil Jabar X

Ia menegaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak dapat dirancang dari balik meja kerja saja.

Formula terbaik untuk memajukan daerah, khususnya di sektor literasi dan SDM, harus bersumber langsung dari kebutuhan riil di lapangan.

Menghadapi Ancaman Hoaks AI dengan Empat Pilar Kebangsaan

Selain menampung aspirasi masyarakat Ciamis, forum ini juga menyoroti peran strategis Unigal sebagai universitas unggulan.

Seluruh elemen kampus didorong untuk memiliki pemahaman yang sama dalam menjaga Empat Pilar Kebangsaan dan memaksimalkan peran MPR RI.

Fondasi ini dinilai sangat vital sebagai landasan utama menghadapi tantangan masa depan yang kian sarat digitalisasi.

Dunia pendidikan saat ini berada di persimpangan jalan yang penuh dengan disrupsi teknologi. Apabila elemen kampus tidak waspada, proses transfer ilmu pengetahuan bisa tertinggal dan terjebak dalam arus modernisasi yang salah arah.

Mahasiswa dituntut harus mampu membedakan informasi yang benar dari hoaks atau konten manipulatif yang dihasilkan oleh Artificial Intelligence (AI).

Begitu pula dengan metode pengajaran dosen. Jika para pengajar tidak cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi, mutu pendidikan tinggi di daerah dipastikan akan ketinggalan.

Teknologi AI memang memberikan kemudahan luar biasa dalam akses informasi.

Namun, pemanfaatannya harus diiringi dengan tanggung jawab moral yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur Pancasila.

Setiap informasi yang mudah didapat melalui AI harus mampu dipertanggungjawabkan.

Implementasinya harus sesuai dengan nilai Ketuhanan yang benar, kemanusiaan yang adil dan beradab, serta prinsip keadilan dan persatuan bangsa.

Baca Juga :  Tak Hanya Ayam, Ikan Lele dan Nila Lokal Kini Mulai Terserap dalam Program MBG Ciamis

Sinergi dan Panggung bagi Generasi Muda

Di sisi lain, dinamika politik dan sosial hari ini kerap diwarnai oleh konflik internal yang menghambat kemajuan.

Banyak pihak yang menyayangkan mengapa masyarakat mudah diadu domba dan terus terjebak dalam perdebatan yang tidak produktif.

Ketika energi habis untuk berdebat di parlemen, partai politik, maupun demonstrasi, maka kepentingan rakyat justru berpotensi terabaikan.

Untuk mengatasi polemik tersebut, pemulihan komitmen terhadap pilar kebangsaan menjadi harga mati.

Proses pengambilan keputusan harus kembali berlandaskan musyawarah mufakat demi mencapai keadilan sosial yang merata.

Untuk itu, integrasi aspirasi masyarakat Ciamis ke dalam kebijakan pendidikan tinggi diharapkan mampu meredam polarisasi tersebut.

Menanggapi tantangan global ini, sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak menjadi kunci utama.

Ada optimisme besar bahwa Unigal akan terus berkembang menjadi universitas unggulan di masa depan, asalkan konsisten dalam mengawal kemajuan daerah.

Kepercayaan penuh pun disematkan kepada generasi muda yang kini mendominasi bangku kuliah.

Anak muda dinilai memiliki aktualisasi diri yang tinggi, keinginan untuk tampil, butuh panggung kreatif, dan ingin mendapatkan pengakuan yang positif.

Ke depan, demi keberlanjutan demokrasi yang sehat, estafet kepemimpinan di berbagai lini termasuk partai politik sudah sepatutnya mulai diserahkan kepada anak muda yang responsif terhadap aspirasi masyarakat Ciamis.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca