Berita

20 Indikator Masih Kurang, Pemkot Bogor Genjot Perbaikan Jelang Penilaian Kota Sehat Nasional

Advertisements

Menjelang penilaian tahap akhir dalam ajang Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat nasional, Pemkot Bogor terus menggenjot perbaikan sejumlah indikator penting.

Dari total 136 indikator yang harus dipenuhi, tercatat sekitar 20 indikator masih memerlukan penyempurnaan, terutama dalam aspek regulasi dan kelengkapan dokumen pendukung.

Langkah ini dilakukan menyusul dilaksanakannya verifikasi lanjutan tingkat pusat yang berlangsung secara hybrid di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa, 5 Agustus 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penilaian nasional untuk menentukan apakah Kota Bogor layak menyandang predikat tertinggi, yaitu Swasti Saba Wistara.

Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, menjelaskan bahwa verifikasi tersebut menunjukkan sejumlah catatan penting yang perlu segera ditindaklanjuti.

“Alhamdulillah, Kota Bogor sudah masuk dalam nominasi tingkat nasional. Namun, dari sembilan tatanan yang dinilai, ada beberapa hal yang masih perlu kami benahi,” katanya.

Denny menyebutkan, sekitar 20 indikator belum sepenuhnya memenuhi syarat, terutama dalam aspek regulasi dan kelengkapan dokumen.

Ia menegaskan bahwa waktu yang tersedia akan dimaksimalkan. “Target kami adalah predikat tertinggi, Swasti Saba Wistara.

Baca Juga :  Perumahan di Cikoneng Ciamis

Mudah-mudahan dalam 2×24 jam ke depan kita bisa melengkapi semua kekurangan itu, khususnya di sektor kesehatan, pendidikan, dan kebencanaan,” tambahnya.

Penilaian KKS tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mencakup kesesuaian antara dokumen yang diserahkan dengan kondisi riil di lapangan.

Oleh karena itu, pemerintah daerah tengah melakukan validasi ulang untuk memastikan data yang disampaikan benar-benar merepresentasikan situasi yang ada.

Selain dari sisi regulasi dan dokumen, evaluasi juga mencakup penerapan sembilan tatanan kota sehat, mulai dari kawasan pemukiman, sarana prasarana, hingga kesiapsiagaan bencana.

Advertisements

Ketua Forum Kota Sehat Kota Bogor, Deni Mulyana, menyampaikan bahwa pihaknya telah aktif mendampingi proses persiapan penilaian ini sejak dua tahun terakhir.

Salah satu fokus utama adalah menyosialisasikan indikator-indikator kota sehat kepada masyarakat melalui berbagai program, seperti RW Siaga.

Pihaknya bergerak bersama masyarakat untuk memastikan indikator yang sebelumnya dinilai kurang bisa diperbaiki.

“Sosialisasi dilakukan sampai ke tingkat kelurahan agar pemahaman masyarakat terhadap konsep kota sehat semakin kuat,” jelas Deni.

Baca Juga :  Tertidur Saat Memasak, Api Tungku Hanguskan Rumah Warga Ciamis

Ia menambahkan bahwa setelah verifikasi lanjutan ini, tim pusat akan melakukan pleno penilaian.

Selanjutnya, verifikasi lapangan dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus atau awal September 2025.

Pada penilaian akhir, kata Deni, akan mencocokkan dokumen yang telah dilengkapi dengan fakta di lapangan.

“Kami optimis, dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Kota Bogor dapat meraih kembali predikat Swasti Saba Wistara,” pungkasnya.

Verifikasi kali ini dilaksanakan dengan model hybrid. Tim penilai dari pusat mengikuti proses secara daring melalui Zoom, sementara seluruh jajaran Pemkot Bogor hadir secara luring di lokasi.

Format ini memungkinkan proses verifikasi berjalan efektif tanpa mengurangi substansi penilaian.

Swasti Saba Wistara merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada kabupaten/kota yang telah memenuhi seluruh indikator kota sehat secara komprehensif.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam membangun lingkungan yang sehat, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.

Advertisements

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker