Viral Persekusi Mahasiswa Gunadarma, Ini Dampak Psikis Terhadap Korbannya

Advertisement

Beberapa waktu belakangan, aksi persekusi mahasiswa Gunadarma menjadi viral di sosial media seluruh Indonesia.

Ada banyak masyarakat yang mengecam tindakan tersebut dan manyangkan bisa terjadi persekusi di lingkungan kampus.

Apalagi, kini pelaku pelecehan seksual tersebut justru berbalik menjadi korban persekusi atas tindakan mahasiswa lainnya.

Aksi Persekusi Mahasiswa Gunadarma yang Viral

Menyusul pemberitaan aksi persekusi, Universitas Gunadarma sendiri menampik membiarkan kasus tersebut.

M. Akbar Marwan selaku perwakilan Universitas Gunadarma mengatakan bahwa pihak kampus sudah memanggil para mahasiswa terduga pelaku persekusi.

Advertisement

Selain itu, pihak kampus masih menyelidiki siapa saja sosok yang dimaksud TPP sampai membiarkan dirinya dipersekusi.

Pasalnya ketika kejadian itu berlangsung, ada banyak orang berkerumun di lokasi.

Bukan itu saja, pihak kampus juga belum mengetahui apakah ada keterlibatan dosen atau tidak.

Pasalnya, di lingkungan kampus ada yang benar-benar mahasiswa, asisten dosen, dan asisten lab yang terkadang terlihat seperti mahasiswa.

Menurut Akbar, ketika kejadian berlangsung memang ada salah satu dosen yang melakukan video call dengan dirinya.

Namun, dosen itu tak berani mendekat karena situasi sudah tidak terkendali.

Dosen tersebut mengatakan bahwa ratusan mahasiswa telah mengerumuni TPP.

Karena merasa takut, dosen pun menghubungi bagian kemahasiswaan untuk mencoba mendatangi lokasi dan melerai.

Namun ada beberapa orang yang menghalangi tindakan kemahasiswaan tersebut yang akan melerai korban. 

Akbar mengklaim, pihaknya dengan kepolisian telah menyelidiki kasus persekusi mahasiswa Gunadarma dan jumlahnya total 10 orang.

Selain itu, pihaknya juga sudah memanggil akun instagram dengan nama @anakgundardotco yang mengunggah dugaan pelecehan seksual dan tindakan persekusi.

Paslnya tak hanya merugikan korban persekusi, tindakan mengunggah tersebut juga mereka nilai salah.

Lebih lanjut, ia menegaskan pihaknya akan menindak dengan tegas para pelaku persekusi.

Ia menambahkan, pihak kampus akan menindak dengan tegas para pelaku sesuai kesalahan yang sudah mereka lakukan.

Sanksi yang akan mereka berikan kepada para pelaku juga akan mempertimbangkan bermacam aspek.

Dampak Aksi Persekusi Kepada Korbannya

Persekusi tentu saja akan berdampak terhadap korban baik secara fisik maupun secara psikologis.

Berikut ini ada beberapa dampak negatif dari aksi persekusi mahasiswa Gunadarma yang viral di sosial media.

1. Penolakan

Dampak pertama yaitu adanya penolakan atau penyangkalan yang bisa terjadi di dalam diri korban.

Penolakan tersebut berupa penolakan bahwa sudah terjadi persekusi pada dirinya.a t

Adapun penolakan ini bisa berbentuk kelupaan, kebingungan, menghindar serta banyak diam.

2. Kecemasan dan Ketakutan

Dampak selanjutnya yaitu adanya rasa kecemasan dan ketakutan akan kejadian tersebut.

Di mana korban akan berpikir jika kejadian yang sama akan terulang kembali dan terus muncul di dalam pikiran korban.

Selain itu, rasa ketakutan untuk bertemu dengan orang banyak juga bisa terjadi lantaran rasa trauma dari persekusi tersebut.

3. Perasaan Rentan dan Tak Berdaya

Kalau korban persekusi adalah seorang diri, maka ia memiliki kerentanan serta ketidak berdayaan dari orang di sekitar.

Hal itu juga termasuk kerentanan dan rasa ketidakberdayaan terhadap dirinya sendiri.

Adapun ketidakberdayaan korban bisa membuat rasa percaya diri sampai mentalnya hancur.

4. Depresi

Ada juga depresi yang begitu berpotensi terjadi kepada korban dari aksi persekusi.

Depresi sampai kehilangan arah hidup dan nilai diri bisa berakibat terhadap menurunnya produktivitas seseorang dalam menjalani hidup.

Bahkan karena depresi itu, korban pun tak dapat mengontrol emosinya.

5. PTSD – Post Traumatic Stress Disorder

Gangguan stres pasca trauma yaitu kondisi mental yang terjadi karena pengalaman tragis.

Seseorang yang mengalami PTSD nantinya menjadi ingat secara detail tentang kejadian yang sudah menimpanya.

Selain itu bisa saja sistem otak justru menghapus kejadian buruk yang sudah ia alami.

Bahkan karena tindakan negatif seperti persekusi mahasiswa Gunadarma, korban bisa saja membutuhkan rehabilitasi.

Show More
Advertisement