Berita

Tangis dan Kepanikan Warnai Sekolah Saat Puluhan Siswa SMPN 4 Pamarican Keracunan

Suasana belajar mengajar di SMP Negeri 4 Pamarican, Desa Sukajadi, Kabupaten Ciamis, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Senin siang (29/9/2025).

Di tengah aktivitas belajar yang berlangsung normal, puluhan siswa tiba-tiba jatuh sakit dengan gejala mual, pusing, hingga kram perut.

Beberapa siswa bahkan menangis menahan rasa sakit, sementara teman-temannya mulai panik.

Guru-guru bergegas memberikan pertolongan seadanya, sementara orang tua siswa yang mendapat kabar segera berdatangan dengan wajah cemas.

Tangis dan teriakan memenuhi ruang kelas dan halaman sekolah, membuat suasana semakin mencekam.

Berdasarkan keterangan, sebanyak 442 siswa SMPN 4 Pamarican sebelumnya mengonsumsi makanan bernama MBG sekitar pukul 09.30 WIB.

Dua jam kemudian, sejumlah siswa mulai mengalami gejala keracunan. Kegiatan belajar pun seketika terhenti, berganti dengan upaya penyelamatan.

Ambulans berdatangan ke lokasi, sementara petugas medis sibuk memberikan pertolongan pertama.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Dr. Erwan Dermawan SSTP MSi, menyebutkan total 47 siswa mengalami keracunan.

Dari jumlah itu, 17 siswa harus mendapat perawatan medis lanjutan.

Erwan menyebutkan, sebanyak 13 siswa dirawat di Puskesmas Pamarican, dua di Puskesmas Banjarsari, dan dua lainnya dirujuk ke RSUD Kota Banjar.

Baca Juga :  Adit Setiadi, Bocah Kelas VII SMP yang Mahir Mengemudikan Mini Traktor

“Sementara 30 siswa lainnya setelah mendapat penanganan diperbolehkan pulang, namun tetap dalam pantauan tenaga medis,” jelas Erwan.

Meski demikian, ia memastikan kegiatan belajar mengajar di SMPN 4 Pamarican pada Selasa (30/9/2025) tetap berlangsung seperti biasa. “KBM tidak diliburkan,” tegasnya.

Insiden ini mendapat perhatian serius dari Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya MM.

Dalam rapat paripurna DPRD Ciamis, ia menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang menimpa puluhan pelajar tersebut.

“Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Bila ada unsur kelalaian, terutama di dapur atau penyedia makanan, maka harus ditindak tegas,” kata Bupati Herdiat.

Ia juga meminta seluruh instansi terkait, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, RSUD hingga puskesmas, untuk meningkatkan pengawasan sanitasi dan higienitas makanan di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr Rizali MM, menuturkan pihaknya telah mengerahkan petugas medis dari sejumlah puskesmas terdekat.

Sebanyak 13 ambulans disiagakan di lokasi, berikut tim surveilans yang bertugas memantau kondisi para siswa.

Baca Juga :  Polres Ciamis Bongkar Jaringan Curanmor, Dua Pelaku Ditangkap, Satu Masih Buron

Selain itu, sejumlah sampel makanan, minuman, dan feses siswa juga sudah diambil untuk diperiksa di laboratorium kesehatan.

“Sampel sudah dibawa ke Labkes, kami masih menunggu hasil uji untuk memastikan penyebab keracunan,” kata Rizali.

Sementara itu, RSUD Ciamis juga melakukan langkah antisipasi. Direktur RSUD, dr H. Bayu Yudiawan MKes, menyebut pihaknya telah menyiapkan ruang triase IGD delapan tempat tidur.

Selain itu, kata Bayu, pihaknya mengerahkan tim reaksi cepat yang terdiri dari dua dokter, empat perawat, dan dua unit ambulans.

“Kami sudah siaga dengan perlengkapan dan obat-obatan. Namun hingga sore hari, seluruh pasien masih dapat ditangani di Puskesmas Pamarican, Banjarsari, dan RSUD Kota Banjar,” ungkap dr Bayu.

Kejadian keracunan massal di SMPN 4 Pamarican menjadi pelajaran penting bagi semua pihak terkait pentingnya pengawasan ketat terhadap makanan di lingkungan sekolah.

Pemerintah daerah menegaskan, evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

“Kesehatan dan keselamatan siswa adalah prioritas utama. Kami tidak ingin kejadian ini terulang,” pungkas Bupati Herdiat.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca