Berita

Strategi Menyerang Ciamis Gagal Total di Laga Terakhir, Tapi Tetap Lolos sebagai Juara Grup

Stadion Galuh, Ciamis, menjadi arena penentu bagi ambisi tuan rumah untuk menyempurnakan perjalanan mereka di Babak Kualifikasi (BK) Porprov XV Jawa Barat 2026 Zona Priangan Timur.

Namun pada laga pamungkas yang digelar Minggu sore, 14 September 2025, strategi menyerang yang diterapkan Ciamis justru gagal membuahkan kemenangan.

Tim berjuluk Laskar Galuh itu harus puas bermain imbang 1-1 melawan Kabupaten Garut, hasil yang menghentikan langkah sempurna mereka.

Meski begitu, satu poin dari pertandingan tersebut sudah cukup memastikan Ciamis keluar sebagai juara grup dan mengamankan tiket ke putaran utama Porprov 2026 di Bogor.

Ciamis datang ke laga ini dengan ambisi besar: menyapu bersih seluruh pertandingan di fase kualifikasi.

Untuk itu, mereka menurunkan skuad utama dan menerapkan pola permainan agresif sejak menit awal.

Para pemain seperti Ghani, Fasha, dan Nizar tampil menyerang sejak peluit dibunyikan, berupaya memecah pertahanan lawan sedini mungkin.

Namun strategi ofensif ini justru membuka celah bagi Garut untuk melancarkan serangan balik.

Alhasil, pada menit ke-29, pemain Garut M. Ghozin Al Ghifari memanfaatkan ruang kosong di lini belakang Ciamis dan mencetak gol pembuka.

Gol ini datang dari skema serangan balik cepat yang memanfaatkan lemahnya transisi bertahan Ciamis saat semua pemain tengah naik ke depan.

Empat menit kemudian, Ciamis berhasil merespons lewat gol indah dari Ghani Fathir Nur Albani.

Baca Juga :  Ribuan Botol Hancur! Fakta Mengejutkan di Balik Pemusnahan Miras di Ciamis Jelang Tahun Baru

Ia berhasil menggiring bola melewati tiga pemain belakang Garut sebelum menaklukkan kiper M. Naufal Akbar. Skor imbang 1-1 membuat Ciamis tampak kembali percaya diri.

Namun, memasuki babak kedua, pola permainan Ciamis justru tidak berkembang. Alih-alih lebih tajam, tekanan untuk menang membuat permainan mereka semakin terburu-buru.

Peluang demi peluang tercipta, tetapi penyelesaian akhir menjadi titik lemah yang tak kunjung bisa diperbaiki hingga peluit panjang dibunyikan.

Pelatih dan tim pelatih mencoba mengubah keadaan dengan melakukan beberapa pergantian pemain.

Namun, upaya ini tidak menghasilkan dampak signifikan. Garut tetap solid di lini belakang dan mampu mematikan ruang gerak para pemain kunci Ciamis.

Asisten Pelatih Ciamis, Arif Budiman, mengakui bahwa beban untuk menang membuat permainan timnya tidak berkembang sesuai harapan.

“Babak pertama kami cukup dominan, tetapi di babak kedua terlihat para pemain seperti terburu-buru, terbebani target menyapu bersih semua laga. Ditambah faktor kelelahan juga memengaruhi akurasi penyelesaian akhir,” ujar Arif usai pertandingan.

Meski gagal menang di laga penutup, hasil imbang tersebut membuat Ciamis tetap mengoleksi total 13 poin dari lima pertandingan, hasil dari empat kemenangan dan satu hasil seri.

Raihan ini mengukuhkan posisi mereka sebagai pemuncak klasemen akhir Zona Priangan Timur dan secara resmi lolos ke putaran utama Porprov XV Jabar 2026.

Baca Juga :  Bupati Ciamis Terima 5 Penghargaan dan Insentif Rp 25,5 Miliar

Di sisi lain, Garut yang bermain penuh semangat dan disiplin juga mencatatkan hasil positif dengan tambahan satu poin.

Mereka menempati posisi ketiga klasemen dengan total 7 poin, dan masih memiliki peluang lolos sebagai peringkat ketiga terbaik, tergantung pada hasil akhir dari zona lain.

Pelatih Garut, Yuyus Mulya Kartawijaya, mengakui bahwa menghadapi dominasi Ciamis bukan perkara mudah. Ia mengapresiasi kerja keras timnya yang mampu mengimbangi kekuatan tuan rumah.

“Ciamis tim kuat. Anak-anak kami terburu-buru karena ingin menang. Tapi kami bersyukur bisa tahan imbang mereka. Semoga hasil ini cukup untuk lolos sebagai peringkat tiga terbaik,” ungkap Yuyus.

Selain Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya juga memastikan diri lolos ke putaran utama usai menang telak 5-1 atas Kota Banjar. Mereka mengakhiri kualifikasi sebagai runner-up grup.

Sementara Kota Tasikmalaya menutup turnamen dengan kemenangan besar 6-2 atas Kabupaten Pangandaran, meski hasil tersebut belum cukup untuk menggeser posisi dua teratas.

Ciamis boleh gagal memetik kemenangan di laga terakhir, tetapi secara keseluruhan mereka tetap tampil dominan di Zona Priangan Timur.

Strategi menyerang mereka mungkin tidak membuahkan hasil maksimal pada laga terakhir, namun konsistensi di pertandingan sebelumnya sudah cukup menunjukkan kualitas mereka.

Kini, Ciamis bersama Kabupaten Tasikmalaya bersiap untuk babak berikutnya di Porprov XV Jawa Barat 2026, membawa harapan dan semangat dari Priangan Timur.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca