Berita

4 Esensi Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Banjar yang Menggugah Jiwa

Anggota DPR RI menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Banjar untuk membentengi ideologi bangsa dan menangkal dampak buruk globalisasi.

Wakil Badan Pengkajian MPR RI sekaligus Anggota DPR RI, Dr. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc., IP., M.Si., secara resmi menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Banjar pada 23 Desember 2025.

Dalam kegiatan tersebut, ia menegaskan bahwa Pancasila wajib menjadi fondasi utama kehidupan berbangsa.

Ideologi negara ini tidak boleh hanya menjadi simbol kenegaraan atau jargon konstitusional yang dihafal di luar kepala.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk memperkuat ideologi dasar negara di tengah derasnya arus perubahan zaman.

Menurut Agun, nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila harus benar-benar dihayati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Setiap warga negara memiliki tanggung jawab besar untuk mewujudkan nilai tersebut dalam tindakan sehari-hari.

Oleh karena itu, agenda Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Banjar menjadi momentum penting untuk menyegarkan kembali komitmen luhur terhadap bangsa.

Ideologi Pemersatu dan Pedoman Hidup Bangsa

Dalam pemaparannya, politisi senior ini menekankan bahwa Pancasila merupakan ideologi pemersatu bangsa yang mencerminkan lima pilar utama.

Kelima sila tersebut mencakup nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial. Ia mengingatkan para peserta agar tidak memahami kelima sila tersebut secara tekstual semata.

“Pancasila bukan sekadar simbol atau hafalan. Ia adalah pedoman hidup bangsa yang harus terus dihidupkan dan diamalkan dalam setiap aspek kehidupan,” ujar Agun di hadapan peserta yang hadir.

Baca Juga :  Tahun 2023, Dinkes Catat 220 Kasus DBD di Ciamis

Ia menambahkan bahwa tanpa pengamalan yang nyata, nilai-nilai tersebut akan kehilangan kekuatannya sebagai pemersatu.

Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Banjar, diharapkan masyarakat dapat menjadi motor penggerak dalam menjaga keutuhan NKRI di lingkungan masing-masing.

Mengenang Konsensus Luhur Pendiri Bangsa

Guna memperkuat pemahaman peserta, Agun juga mengulas kembali sejarah panjang lahirnya Pancasila.

Proses perumusan dasar negara ini melewati perdebatan yang dinamis dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Peristiwa bersejarah tersebut berlangsung sejak 29 Mei hingga 1 Juni 1945.

Dalam proses tersebut, para pendiri bangsa telah menunjukkan kebesaran jiwa yang luar biasa.

Mereka berhasil mengedepankan kepentingan nasional di atas kepentingan golongan atau pribadi.

Tokoh-tokoh besar seperti Mohammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno menyumbangkan gagasan fundamental yang menjadi dasar falsafah negara.

Melalui konsensus luhur inilah lahir Pancasila yang mampu menyatukan keberagaman suku, agama, dan budaya di Indonesia.

“Pancasila adalah titik temu dari berbagai perbedaan. Inilah kekuatan utama bangsa Indonesia sejak awal berdirinya,” jelasnya di sela-sela agenda Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Banjar.

Supremasi Konstitusi dan Kepastian Hukum

Selain mengupas tuntas tentang Pancasila, agenda Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Banjar ini juga menyoroti pentingnya Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Sebagai konstitusi tertulis, UUD 1945 menduduki posisi sebagai hukum tertinggi di tanah air yang harus dipatuhi.

Baca Juga :  Peringatan Hari Pramuka ke 62 di SDN 2 Kujang Ciamis Sarat Makna

Agun menegaskan bahwa prinsip supremasi konstitusi wajib menjadi pegangan utama dalam setiap penyelenggaraan negara.

Seluruh produk hukum yang diterbitkan oleh pemerintah harus sejalan dengan konstitusi tersebut. Produk hukum ini mencakup undang-undang, peraturan pemerintah, hingga peraturan daerah.

“Seluruh regulasi wajib selaras dan tidak boleh bertentangan dengan UUD 1945. Hal ini menjadi bagian penting dalam menjaga kepastian hukum dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Sasar Generasi Muda di Era Digital

Melalui program Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Banjar—yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—MPR RI berharap masyarakat memiliki pemahaman yang utuh.

Pemahaman yang komprehensif ini akan menjadi tameng terbaik dalam menghadapi tantangan perubahan sosial yang cepat serta perkembangan teknologi.

Agun Gunandjar Sudarsa menggarisbawahi bahwa komitmen MPR RI untuk menggencarkan agenda ini tidak akan pernah surut.

Fokus utama dari program berkelanjutan ini kini diarahkan kepada generasi muda sebagai pemegang estafet kepemimpinan masa depan.

“Kami akan terus menjalankan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Banjar kepada masyarakat, terutama generasi muda. Kami ingin nilai-nilai kebangsaan tetap hidup dan menjadi kompas dalam kehidupan bernegara,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Banjar ini, diharapkan Pancasila tidak lagi dipandang sebagai teori semata.

Pancasila harus benar-benar hadir sebagai roh yang menjiwai seluruh sendi kehidupan masyarakat.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca