Berita

Mengejutkan! Karya Musik Warga Binaan Lapas Ciamis Sukses Gebrak Panggung Festival Bersama Musisi Ternama

Momen bersejarah karya musik warga binaan Lapas Ciamis meluncur megah di Festival Harmoni 2026.

Ribuan warga yang memadati area Taman Lokasana Ciamis pada Selasa (16/6/2026) malam menjadi saksi sebuah momen yang sangat emosional.

Malam itu, tidak hanya suguhan hiburan dari para artis ternama yang memanjakan penonton, tetapi juga pencapaian luar biasa dari balik jeruji besi.

Peluncuran karya musik warga binaan Lapas Ciamis berhasil memukau para penonton dan mengubah stigma negatif di masyarakat luas.

Peluncuran mahakarya tersebut menjadi salah satu sorotan paling utama dalam gelaran megah Festival Harmoni Tanpa Batas: Suara yang Tak Terpenjara.

Acara ini merupakan rangkaian resmi dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Kehadiran lagu hasil pembinaan ini di tengah perayaan daerah memberikan pesan moral yang sangat mendalam.

Festival inovatif ini diprakarsai secara kolaboratif oleh Lapas Kelas IIB Ciamis, jajaran Polres Ciamis, serta Pemerintah Kabupaten Ciamis. Sinergi ketiga instansi ini menghadirkan nuansa perayaan rakyat yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Selain menjadi sarana hiburan, panggung ini didedikasikan khusus untuk memamerkan kualitas karya musik warga binaan Lapas Ciamis yang diasah melalui Program Pojok Musik.

Sejumlah musisi papan atas dan grup musik lokal turut memeriahkan panggung festival yang dirancang spektakuler tersebut.

Penonton dimanjakan oleh penampilan luar biasa dari Charly Van Houten, Yayan Jatnika, Amora Band, dan Sanggar Seni Lingga Purbasari.

Namun, apresiasi tertinggi justru diberikan penonton saat karya memukau tersebut dikumandangkan di bawah sorotan lampu utama malam itu.

Penampilan semakin meriah dengan hadirnya QR Project, Ang Icep, Mamang Day Band dari jajaran Polres, hingga aksi panggung Restu, putra Charly Van Houten.

Kolaborasi antara musisi profesional dengan talenta dari lembaga pemasyarakatan ini menciptakan harmoni musikal yang sangat indah.

Hal ini membuktikan bahwa kualitas karya musik warga binaan Lapas Ciamis mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan musisi populer.

Baca Juga :  Rahasia Dapur MBG Bebas Bau: IPAL ODZW TSS Sulap Limbah Jadi Pupuk Organik dalam 24 Jam!

Menggali Potensi Melalui Karya Musik Warga Binaan Lapas Ciamis

Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, dengan penuh rasa bangga memberikan sambutannya terkait pencapaian luar biasa anak didiknya.

Ia menegaskan bahwa peluncuran lagu ini bukan sekadar ajang unjuk gigi semata, melainkan manifestasi nyata dari keberhasilan sistem rehabilitasi.

Supriyanto menyebutkan bahwa karya musik warga binaan Lapas Ciamis adalah bukti konkret bahwa pembinaan di dalam lembaga mampu melahirkan nilai positif.

Menurut penjelasan Supriyanto lebih lanjut, Program Pojok Musik sengaja dibentuk dan difasilitasi dengan peralatan pendukung yang memadai.

Fasilitas ini menjadi wadah terapi mental dan ekspresi bagi narapidana yang memiliki ketertarikan serta bakat besar di bidang seni. Oleh karena itu, terciptanya mahakarya ini diharapkan dapat membuat para narapidana tetap produktif.

“Melalui program unggulan ini, kami ingin menunjukkan secara langsung kepada publik bahwa warga binaan memiliki potensi besar untuk terus berkarya,” ujar Supriyanto dengan optimis.

“Lagu yang diluncurkan pada malam istimewa ini merupakan hasil akhir dari proses panjang. Kami akan terus mendorong agar karya musik warga binaan Lapas Ciamis bisa menjadi inspirasi bagi lapas lainnya.”

Selain berfokus pada seni suara, acara festival malam itu juga memamerkan berbagai produk kerajinan tangan hasil keterampilan para narapidana.

Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali mereka sebelum kembali ke masyarakat.

Meskipun demikian, daya tarik utama yang paling memikat hati pengunjung tetaplah keindahan lirik dan melodi dari karya musik warga binaan Lapas Ciamis.

Apresiasi Musisi Nasional Terhadap Karya Musik Warga Binaan Lapas Ciamis

Pembina Yayasan Bakti Anak Negeri, Brigjen TNI (Purn) H. Rubiono Prawiro, turut memberikan pujian setinggi-tingginya atas terselenggaranya inisiatif acara ini.

Dalam pidatonya, beliau mengungkapkan sebuah fakta inspiratif yang cukup mengejutkan bagi banyak pihak.

Baca Juga :  Pemdes Sukamaju Bagikan 2000 Celengan untuk Bantu Warga Bayar PBB

Ternyata, kualitas tembang ciptaan mereka telah lama menarik perhatian dan mendapat pengakuan eksklusif dari beberapa musisi beraliran pop nasional.

Rubiono menjelaskan bahwa beberapa lagu hasil ciptaan narapidana ini bahkan pernah dipinjam dan dipopulerkan langsung oleh penyanyi sekelas Charly Van Houten.

“Banyak masyarakat umum yang belum menyadari bahwa karya dari balik jeruji ini bisa diterima luas,” kata Rubiono.

Keberhasilan karya musik warga binaan Lapas Ciamis menembus industri musik komersial adalah pencapaian yang patut mendapat acungan jempol.

“Fakta ini membuktikan dengan sangat jelas bahwa sistem pembinaan yang dilakukan dengan pendekatan hati mampu menghasilkan sesuatu yang membanggakan,” tambah Rubiono.

Pengakuan dari musisi senior ini tentu saja memberikan suntikan motivasi yang luar biasa bagi proses rehabilitasi.

Harapannya, akan semakin banyak karya musik warga binaan Lapas Ciamis yang bisa dinikmati oleh pecinta musik di masa mendatang.

Pada kesempatan emas yang sama, pihak Yayasan Bakti Anak Negeri memberikan penghargaan khusus kepada sejumlah tokoh birokrasi dan keamanan daerah.

Penghargaan bergengsi tersebut diberikan kepada mereka yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pembinaan pemasyarakatan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah, Dandim 0613 Letkol Inf Antonius Ari Widiono, dan Kepala Lapas Ciamis Supriyanto.

Dukungan penuh dari jajaran pimpinan daerah ini menjadi kunci utama kesuksesan program rehabilitasi yang manusiawi.

Di penghujung malam, di bawah kemeriahan konser yang terus berlangsung tertib, peluncuran ini meninggalkan jejak emosional yang sangat mendalam.

Dari balik bayang-bayang tembok pemasyarakatan, kreativitas ternyata terus tumbuh, berkembang pesat, dan menembus segala batas fisik.

Pada akhirnya, karya musik warga binaan Lapas Ciamis menjadi monumen kebangkitan jiwa manusia yang berhak mendapat kesempatan kedua.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca