Berita

SOKSI Siapkan SDM Kader Sejak Dini untuk Menatap Pemenangan Pemilu 2029

Sebagai bagian dari strategi pemenangan Pemilu 2029, materi Dikpol juga menitikberatkan pada penguatan Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) terus memperkuat strategi jangka panjang dalam menghadapi kontestasi politik nasional.

Melalui kegiatan Pendidikan Politik (Dikpol) SOKSI Kabupaten Ciamis, organisasi ini menegaskan komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kader sejak dini guna menyongsong Pemilu 2029.

Kegiatan Dikpol tersebut digelar Rabu (07/01/2026), di Aula Wisata Jinzu, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, dan diikuti oleh ratusan kader SOKSI dari berbagai wilayah.

Hadir sebagai pemateri utama, Wakil Ketua Depinas SOKSI sekaligus Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat X, Dr. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.IP., M.Si., yang memberikan pembekalan strategis terkait penguatan ideologi, kapasitas kader, serta arah perjuangan politik SOKSI ke depan.

Dalam pemaparannya, Agun menekankan bahwa pemenangan pemilu tidak dapat dibangun secara instan.

Menurutnya, keberhasilan politik harus diawali dengan pembangunan kualitas kader yang berkelanjutan, baik dari sisi pemahaman ideologi, wawasan kebangsaan, maupun kemampuan berkontribusi nyata di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa SOKSI memiliki landasan historis dan ideologis yang kuat.

Organisasi ini didirikan pada 20 Mei 1960 oleh Mayjen TNI (Purn.) Suhardiman dengan berideologikan Pancasila, serta menjadi salah satu pendiri Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) pada tahun 1964.

Baca Juga :  Kang Agun Dukung Penuh Kandidat yang Diusung Golkar di Pilkada 2024

Hingga kini, SOKSI berperan sebagai organisasi kemasyarakatan pendiri Partai Golkar yang berfungsi menyalurkan aspirasi politik sekaligus membina kader bangsa.

Agun menegaskan, kader SOKSI harus memiliki sistem nilai yang kokoh.

Nilai tersebut mencakup cara berpikir yang terarah, pandangan yang jelas, pemahaman ideologis yang kuat, hingga keberanian bertindak melalui karya nyata.

Menurutnya, kader tidak cukup hanya menguasai teori politik, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat konkret bagi masyarakat.

“Saya berharap setelah pendidikan politik ini, kader SOKSI benar-benar mampu mewujudkan kehidupan nyata yang menjunjung tinggi nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan nilai kerakyatan,” ujar Agun.

Sebagai bagian dari strategi pemenangan Pemilu 2029, materi Dikpol juga menitikberatkan pada penguatan Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Keempat pilar tersebut diposisikan sebagai fondasi dalam menjaga stabilitas bangsa sekaligus solusi atas berbagai persoalan sosial di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Selain penguatan ideologi, Agun juga menyoroti pentingnya kemandirian kader, terutama dalam menghadapi kondisi ekonomi yang semakin kompetitif.

Oleh karena itu, pendidikan politik SOKSI tidak hanya berorientasi pada aspek politik praktis, tetapi juga membekali kader dengan wawasan pemberdayaan ekonomi dan kepemudaan.

Baca Juga :  Teror Dinihari! Ular Sanca Kembang 3 Meter Berhasil Dibekuk Saat Santap Ayam Kesayangan Warga Banjaranyar

Langkah ini dinilai penting agar kader mampu berperan aktif dalam membangun masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.

“Kader ke depan harus hadir di tengah masyarakat, menyerap aspirasi, dan ikut mendorong solusi. Itulah kekuatan politik yang sesungguhnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Depicab SOKSI Kabupaten Ciamis, Uus Jayusman, menyampaikan bahwa Dikpol merupakan bagian penting dari proses kaderisasi berjenjang.

Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk membentuk kader yang memiliki militansi, pengetahuan politik, serta komitmen ideologis yang kuat.

Uus menegaskan bahwa SOKSI merupakan salah satu pilar kekuatan Partai Golkar. Oleh karena itu, kader SOKSI harus dipersiapkan secara matang sebagai bagian dari strategi besar pemenangan pemilu.

“Golkar adalah partai kader. Pendidikan politik ini menjadi sarana kaderisasi sekaligus persiapan melahirkan kader petarung yang siap memenangkan Golkar pada Pemilu 2029,” ujarnya.

Melalui pendidikan politik yang terstruktur dan berkelanjutan, SOKSI Kabupaten Ciamis berharap mampu melahirkan kader-kader yang tidak hanya siap secara elektoral, tetapi juga matang secara ideologis, sosial, dan ekonomi.

Dengan menyiapkan SDM kader sejak dini, SOKSI optimistis dapat berkontribusi signifikan dalam pemenangan Pemilu 2029 serta pembangunan bangsa secara berkelanjutan.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca