Viral Siswi SMP Lahirkan Bayi, Ketahui Resiko Melahirkan Saat Remaja!

Advertisement

Resiko melahirkan saat remaja sangatlah banyak bahkan menyebabkan kematian pada sang ibu yang masih berusia muda tersebut.

Akan tetapi belum lama ini beredar kabar ada seorang siswi SMP yang masih berusia 13 tahun melahirkan seorang bayi.

Dari informasi yang beredar, siswi SMP tersebut merupakan korban rudapaksa.

Kendati demikian pelaku pemerkosaan terhadap siswi SMP yang sampai melahirkan ini belum diketahui.

Kabarnya kejadian memilukan ini terjadi sejak tahun 2021 lalu.

Advertisement

Piter Yanottama selaku Kapolres Sragen menuturkan kasus tersebut kini masih mendapat penanganan oleh PPA Satreskrim Polres Sragen.

Sampai saat ini, pihak kepolisian sudah melakuan pemeriksaan ke 8 orang yang berstatus saksi.

Rencananya, kepolisian akan melakukan tes DNA terhadap terduga pelaku agar bisa mengetahui siapa ayah dari anak yang siswi SMP melahirkan tersebut.

Di samping itu karena masih tergolong anak, pihak DP2KBP3A akan mendampingi kasus viral tersebut.

Ini Resiko Melahirkan Saat Remaja, Bisa Sebabkan Kematian

Karena kasusnya viral, banyak warganet menyayangkan kejadian tersebut menimpa seorang anak yang masih duduk di bangku SMP.

Pasalnya melahirkan di usia tersebut rentan membuat sang siswi terkena berbagai masalah terutama di bidang kesehatannya.

Selain itu ada beberapa resiko melahirkan saat remaja lainnya yang cukup mengkhawatirkan seperti:

1. Rentan Mengalami Penyakit Kelamin

Wanita yang melakukan hubungan seksual secara aktif pada umur di bawah 20 tahun mempunyai resiko lebih tinggi terjangkit infeksi HPV.

Infeksi HPV atau Human Papilloma Virus sendiri merupakan penyebab penyakit kanker serviks.

Bukan itu saja mereka yang berhubungan seksual di usia remaja apalagi cukup sering rentan terkena penyakit kelamin.

Penyakit tersebut misalnya sifilis yang dapat mengakibatkan kebutaan pada bayi bahkan kematian ibu dan janinnya.

2. Bayi Bisa Lahir Prematur

Perempuan yang hamil di umur remaja berisiko tinggi akan melahirkan bayi prematur.

Hal ini terjadi lantaran Rahim masih belum siap sepenuhnya mengalami tahap kematian.

Bukan itu saja resiko melahirkan saat remaja akan berpengaruh terhadap berat badan bayi lebih rendah saat baru lahir.

3. Kelainan Pada Bayi

Sel telur kalangan wanita usia 20 tahun ke bawah cenderung belum sempurna sepenuhnya.

Ketidaksempurnaan ini tentu saja membuat janin dari hasil pembuahan menjadi tak sempurna.

Selain itu hal tersebut akan berdampak cacat fisik pada bayi saat lahir nanti.

Karena itulah untuk mengurangi kemungkinan ini sebenarnya harus konsultasi pada dokter spesialis kandungan.

Sehingga anak bisa lahir dengan normal dan tidak ada kekurangan.

Tetapi kerap kali kurangnya pengetahuan serta kepedulian membuat bayi yang lahir mempunyai banyak kelainan.

4. Rentan Terkena Pre-eklampsia

Memang ibu hamil rentan terkena darah tinggi atau pre eclampsia sekalipun ia tidak mempunyai riwayat darah tinggi sekalipun.

Pemicu tekanan darah pada ibu hamil menjadi lebih tinggi adalah perubahan hormon selama kehamilan.

Berdasarkan hasil penelitian ahli kesehatan, wanita yang hamil di bawah usia 20 tahun cenderung terkena preeklampsia lebih tinggi.

Di mana perbandingannya sendiri  daripada wanita yang hamil di umur ideal 21 sampai 35 tahun.

5. Depresi Setelah Melahirkan

Hamil dan melahirkan di usia yang sangat muda begitu berisiko seperti kasus viral tersebut.

Sebab pada dasarnya tubuh wanita di bawah usia 20 tahun masih belum sepenuhnya siap bereproduksi serta melewati tahap persalinan.

Apalagi adanya perubahan hormonal yang terjadi pada saat hamil membuat remaja di bawah 20 tahun rentan depresi setelah melahirkan.

Itulah beberapa resiko melahirkan saat remaja yang bisa saja menimpa pada siswi SMP di Sragen dan sedang viral ini

Show More
Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *