Berita

Ada Apa di GOW? Rambu Demokrasi Ciamis Kini Disorot Tajam Akibat Politik Uang

Mengapa rambu demokrasi Ciamis dinilai mulai longgar pasca-pemilu? Simak catatan kritis dari politisi senior 7 periode di DPR RI berikut ini.

Dinamika politik pasca-pemilu dan pilkada serentak di Jawa Barat memicu kekhawatiran mendalam terhadap penguatan fondasi bernegara di tingkat akar rumput.

Merespons fenomena tersebut, Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI sengaja turun ke daerah untuk memperkuat kembali rambu demokrasi Ciamis melalui forum dialog strategis di Aula GOW Kabupaten Ciamis pada Rabu (11/12/2024).

Agenda ini menjadi ruang refleksi bersama di tengah masa transisi pemerintahan yang krusial.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh ratusan perwakilan dari organisasi perempuan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga aktivis kepemudaan.

Kehadiran elemen yang begitu beragam menunjukkan adanya kesadaran kolektif bahwa arah politik lokal harus segera dikembalikan pada jalur yang benar, bebas dari intervensi pragmatis yang merusak tatanan sosial.

Urgensi Menjaga Komitmen Kebangsaan di Era Transisi

Masa transisi kepemimpinan, baik di tingkat pusat maupun daerah, selalu membawa tantangan tersendiri bagi stabilitas nasional.

Suksesi kekuasaan yang baru saja dilewati dinilai sebagai momentum yang sangat rawan terhadap gesekan horizontal jika tidak dibentengi dengan pemahaman ideologi yang kuat.

Dalam paparannya, legislator senior tersebut menggarisbawahi bahwa stabilitas di daerah hanya bisa terwujud jika seluruh komponen bangsa bersedia menanggalkan ego kelompok. Persatuan harus diletakkan di atas kepentingan elektoral sesaat.

Baca Juga :  Rektor Unigal Ciamis Tinjau Langsung Mahasiswa KKN, Pastikan Program Konservasi dan Budaya Berjalan Lancar

“Di era transisi pemerintahan ini, pasca-pileg, pilpres, dan pilkada, kita perlu merefleksi ulang nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Kesatuan dan persatuan harus tetap kokoh. Kita semua wajib memperkuat komitmen terhadap NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya secara lugas.

Melalui forum dialog ini, masyarakat diajak untuk terlibat aktif dalam menjaga kondusifitas wilayah.

Tantangan riil di lapangan menuntut adanya kerja sama yang erat antara perwakilan rakyat di parlemen dengan masyarakat yang mengawal kebijakan di daerah.

Catatan Kritis 7 Periode DPR: Upaya Memperbaiki Rambu Demokrasi Ciamis

Sebagai anggota DPR RI yang telah dipercaya oleh masyarakat selama tujuh periode berturut-turut, sang tokoh memiliki rekam jejak panjang dalam mengamati pasang surut iklim politik tanah air.

Pengalaman tersebut membuatnya memberikan catatan yang sangat kritis dan tajam mengenai realitas di lapangan.

Ia membeberkan beberapa penyakit akut yang saat ini tengah mengancam dan merusak rambu demokrasi Ciamis serta nasional:

  • Maraknya Politik Uang (Money Politics): Praktik transaksional yang merusak mentalitas pemilih dan melahirkan kepemimpinan berbiaya tinggi.
  • Politisasi Isu SARA: Penggunaan sentimen primordial yang sengaja diembuskan demi meraih simpati politik secara instan namun merusak kohesi sosial.
  • Strategi Politik Inkonstitusional: Segala bentuk manipulasi yang menabrak nilai-nilai Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945.

Menurutnya, upaya untuk membangun daerah yang maju dan bermartabat harus dimulai dari pembenahan cara berpolitik masyarakatnya.

Tanpa adanya kesadaran hukum dan moral, sistem pemilu hanya akan menjadi formalitas tanpa makna.

Baca Juga :  Investasi Bodong dan Fintech Ilegal; Modus Baru yang Menguras Rekening

“Kami ingin memberikan pemahaman yang jelas kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga rambu demokrasi Ciamis. Dengan begitu, iklim politik kita ke depan akan terus membaik, sehat, dan semakin maju,” tegasnya di hadapan peserta.

Lebih lanjut, ia berharap agar seluruh peserta yang hadir tidak sekadar menyerap informasi, melainkan mampu menjadi agen perubahan yang berani menolak segala bentuk kecurangan politik di lingkungan masing-masing.

Generasi Muda Ciamis Desak Penguatan Wawasan Kebangsaan

Langkah nyata untuk membenahi rambu demokrasi Ciamis ini mendapatkan respons yang sangat positif, terutama dari kalangan generasi muda.

Kelompok mahasiswa dinilai sebagai lapis kedua yang paling rentan sekaligus paling potensial dalam menentukan arah politik masa depan.

Firda, salah satu perwakilan aktivis mahasiswa yang hadir, menyampaikan apresiasi mendalam atas ruang diskusi yang dibuka secara transparan ini.

Baginya, materi yang disampaikan menjadi bekal berharga untuk membaca situasi politik secara lebih objektif.

“Kami sangat berterima kasih telah dilibatkan dalam agenda penting ini. Diskusi seperti ini sangat bermanfaat bagi kami untuk menambah pemahaman tentang wawasan kebangsaan dan menjaga rambu demokrasi Ciamis secara nyata,” ungkap Firda dengan penuh semangat.

Dengan selesainya forum ini, para tokoh pemuda dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Ciamis sepakat untuk terus mengawal nilai-nilai konstitusi demi terciptanya tatanan kehidupan bernegara yang bersih, jujur, dan adil.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca