Berita

Rahasia Cuan Petani Porang Milenial Galuh; Sinergi Pemkab Ciamis & BRI Cetak Omzet Raksasa!

Kehadiran Petani Porang Milenial Galuh terus mendapatkan apresiasi serta dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Langkah inovatif para pemuda ini dalam membudidayakan tanaman porang terbukti mampu membuka peluang ekonomi baru yang sangat menjanjikan bagi masyarakat sekitar.

Pada kenyataannya, langkah cerdas yang diambil oleh Petani Porang Milenial Galuh di wilayah Tatar Galuh ini mulai diikuti oleh banyak kalangan.

Terlebih lagi, komoditas umbi-umbian yang satu ini memang lumayan mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi di pasaran domestik maupun global.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menaruh harapan besar pada tren positif tersebut.

Beliau meyakini bahwa budidaya berkelanjutan yang dikelola secara modern oleh Petani Porang Milenial Galuh mampu meningkatkan taraf perekonomian daerah secara signifikan.

Dukungan pemerintah terhadap eksistensi Petani Porang Milenial Galuh tidak hanya berhenti pada sebatas wacana belaka.

Hal ini dibuktikan secara konkret melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan CV Sanindo Putra.

Kesepakatan strategis ini berlangsung di ruang OffRoom Setda Ciamis pada Selasa (29/12/2020) lalu.

Momen tersebut menjadi tonggak sejarah penting bagi kebangkitan ekosistem pertanian modern di kawasan tersebut.

Kolaborasi Strategis Perbankan dan Korporasi Petani

Perjanjian kerja sama tersebut berfokus pada penyediaan program layanan perbankan yang terintegrasi.

Tujuannya adalah untuk mempermudah akses permodalan bagi para pembudidaya melalui skema program korporasi petani.

Hadirnya fasilitas permodalan dari Bank BRI tentu menjadi angin segar bagi komunitas Petani Porang Milenial Galuh.

Selama ini, kendala utama yang sering dihadapi oleh para petani pemula adalah minimnya dana segar untuk pengadaan bibit katak porang dan pupuk organik berkualitas.

Baca Juga :  Prodi Biologi FKIP Unigal Gelar Acara Kuliah Umum

Selain itu, keterlibatan CV Sanindo Putra sebagai offtaker atau bapak asuh memberikan jaminan pasar yang sangat jelas.

Para petani tidak perlu lagi kebingungan mencari pembeli atau tengkulak saat umbi porang sudah memasuki masa panen raya.

Melalui sinergi dari hulu ke hilir ini, risiko kerugian akibat fluktuasi harga yang tidak menentu dapat diminimalisir sekecil mungkin.

Kolaborasi ini dirancang untuk menciptakan ekosistem agribisnis yang sehat, transparan, dan tentunya menguntungkan semua pihak yang terlibat.

Menggali Potensi Emas Agraris Kabupaten Ciamis

Saat prosesi penandatanganan kerja sama tersebut, Bupati Herdiat Sunarya kembali menegaskan identitas Ciamis sebagai kabupaten agraris.

Potensi tanah yang subur menjadikan wilayah ini sangat ideal untuk pengembangan berbagai jenis komoditas perkebunan bernilai tinggi.

Mayoritas penduduk Ciamis, yang mencapai enam puluh hingga tujuh puluh persen, menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian.

Angka statistik ini menunjukkan betapa krusialnya peran sektor agrikultur bagi denyut nadi perekonomian masyarakat daerah.

Kendati demikian, Herdiat secara terbuka mengakui bahwa Kabupaten Ciamis memiliki kekayaan alam yang luar biasa namun belum digarap secara optimal.

Masih banyak lahan tidur atau pekarangan kosong yang sebenarnya bisa disulap menjadi sentra budidaya porang yang menghasilkan cuan melimpah.

Oleh karena itu, momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Masyarakat patut bersyukur, karena di tengah hantaman krisis dan pandemi, aktivitas pertanian di Ciamis terbukti menjadi sektor yang paling tangguh dan mampu bertahan.

Visi Masa Depan Petani Porang Milenial Galuh

Menurut kacamata pemerintah daerah, salah satu akar masalah kurang optimalnya sektor pertanian selama ini adalah minimnya kolaborasi.

Baca Juga :  Kesenian Bongbang Ciamis, Warisan Budaya yang Unik dan Menarik

Integrasi antarmasyarakat dan pemangku kepentingan dirasa belum berjalan dengan sinergis.

Lewat kesempatan emas ini, Herdiat berpesan dengan tegas agar Petani Porang Milenial Galuh harus tampil lebih visioner.

Generasi muda diharapkan memiliki mimpi besar, semangat juang yang tinggi, dan mental pantang menyerah dalam mengelola lahan mereka.

Pola pikir pertanian tradisional harus segera digeser ke arah agribisnis yang terstruktur dan melek teknologi.

Harapannya, kolaborasi solid antara perbankan dan pihak swasta ini benar-benar bisa memajukan kesejahteraan petani hingga ke pelosok desa.

Porang: Komoditas Lokal yang Mencuri Perhatian Dunia

Pada kesempatan yang sama, Direktur CV Sanindo Putra, Dhian Rahadian, turut memaparkan fakta menarik terkait potensi pasar.

Ia menjelaskan bahwa porang kini menjadi salah satu jenis tumbuhan yang sukses mencuri perhatian industri dunia.

Sejumlah negara maju seperti Jepang, Tiongkok, dan Australia saat ini sudah berinvestasi mengembangkan sekaligus menjadi importir utama tanaman tersebut.

Tingginya permintaan ini memicu lonjakan harga yang menguntungkan para petani lokal.

Lebih lanjut, Dhian memaparkan bahwa umbi porang sangat banyak dimanfaatkan dalam berbagai sektor industri manufaktur.

Mulai dari bahan baku pembuatan beras diet (shirataki), tepung konjac, campuran kosmetik premium, penjernih air ramah lingkungan, hingga pembuatan lem dan jelly.

Keanekaragaman manfaat inilah yang membuat harganya tetap stabil dan menjanjikan di pasar internasional.

Oleh sebab itu, peluang ekspor yang terbuka sangat lebar ini tidak boleh disia-siakan begitu saja.

Sebagai penutup, Dhian sangat berharap gencarnya pergerakan Petani Porang Milenial Galuh dapat menjadi katalisator positif di era modern ini.

Dedikasi dan semangat mereka diharapkan mampu menginspirasi seluruh lapisan masyarakat Ciamis untuk berani terlibat langsung dalam mendongkrak kejayaan sektor pertanian.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca