Berita

Orang Tua Wajib Tahu! Ini Rahasia Pola Asuh Anak Era Digital yang Sering Terabaikan

Bingung menghadapi anak yang kecanduan gadget? Simak strategi penting pola asuh anak era digital dari pakar psikologi untuk membangun generasi unggul.

Forum Ketahanan Bangsa (FKB) Kabupaten Ciamis menggelar Seminar Parenting bertajuk “Pola Asuh Pendidikan Anak Usia Dini di Era Digital” di Aula SMPN 1 Cijeungjing.

Agenda strategis ini mengupas tuntas tantangan besar orang tua dalam menerapkan pola asuh anak era digital agar generasi muda tidak terjerumus dampak negatif teknologi.

Kegiatan yang berlangsung akhir pekan ini dihadiri oleh ratusan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta orang tua siswa dari berbagai wilayah di Ciamis.

Guna memberikan edukasi yang komprehensif, FKB Ciamis berkolaborasi dengan Himpaudi, IGRA, IGTKI, Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, serta menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Edukasi mengenai pola asuh anak era digital ini dinilai sangat krusial mengingat penetrasi gawai atau gadget kini sudah menyasar anak-anak usia emas (golden age).

Jika tidak diantisipasi dengan bijak sejak dini, teknologi digital justru dapat mengancam tumbuh kembang emosional, sosial, dan kognitif anak secara jangka panjang.

Membangun Peradaban Bangsa dari Lingkungan Keluarga

Ketua Umum FKB Ciamis, Mohamad Ijudin, menegaskan bahwa latar belakang utama terselenggaranya seminar ini adalah komitmen bersama untuk membangun peradaban generasi yang unggul.

Baca Juga :  Laksanakan Tarling, Bupati Ciamis Serahkan Bantuan Uang Tunai dan Sembako

Menurut tokoh pemuda yang juga fasilitator PPWK Ciamis ini, fondasi utama kemajuan sebuah bangsa selalu berakar dari ketahanan lingkungan keluarga.

“Membangun sebuah peradaban untuk mewujudkan generasi yang unggul itu mulai dari keluarga, terutama peran seorang ibu,” ujar Mohamad Ijudin di hadapan ratusan peserta.

Ia menambahkan bahwa karakter anak tidak dapat terbentuk secara instan maupun mengandalkan sekolah formal saja. Diperlukan konsistensi, kesabaran, dan kesadaran penuh dari kedua orang tua dalam memfilter informasi luar.

Oleh karena itu, formula pola asuh anak era digital yang tepat harus dipahami dan dipraktikkan oleh setiap keluarga modern saat ini.

Kunci utama dari peradaban yang baik adalah bagaimana orang tua, khususnya ibu, mampu menjadi pilar utama dalam mendidik dan mengarahkan anak di rumah.

Teknologi itu Netral: Pentingnya Pendampingan Orang Tua

Hadir memberikan dukungan penuh, Anggota Komisi XI DPR RI Dapil Jabar X bersama mitra kerja OJK, mengingatkan bahwa arus digitalisasi seperti internet, smartphone Android, hingga televisi memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap karakteristik anak.

Kendati demikian, kemunculan teknologi digital ini pada dasarnya bersifat netral bagi manusia.

Dampak positif atau negatif yang dihasilkan dari teknologi tersebut sepenuhnya bergantung pada cara pemanfaatannya di kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Fakultas Hukum Universitas Galuh

Di sinilah letak pentingnya reformasi pola asuh anak era digital yang lebih adaptif, protektif, namun tetap edukatif bagi anak-anak.

Orang tua diimbau untuk tidak memberikan kebebasan yang berlebihan atau tanpa batas kepada anak dalam menggunakan perangkat digital.

Pengawasan yang longgar bisa memicu kecanduan gawai yang merusak mental anak.

Mengingat pertumbuhan anak memiliki batas waktu, pemanfaatan teknologi harus diawali dengan keteladanan nyata dari sikap orang tua sehari-hari yang bijak memegang gadget.

7 Pilar Pola Asuh Anak Era Digital Menurut Pakar Psikologi

Dalam sesi inti, praktisi psikologi perkembangan anak, R. Dewi Widiastuti, membedah secara mendalam formula praktis mengenai metode pola asuh anak era digital.

Dewi membagikan tujuh pilar penting yang wajib diterapkan oleh orang tua modern agar anak tidak kecanduan layar:

NoPilar PengasuhanImplementasi Nyata di Rumah
1Tanggung JawabMenjaga konsistensi tanggung jawab penuh dari kedua orang tua dalam mendidik anak.
2Kedekatan (Proximity)Menciptakan suasana hangat agar anak selalu merasa nyaman di dekat orang tua.
3Tujuan PengasuhanMembuat kesepakatan bersama mengenai batasan dan target pengasuhan anak.
4Komunikasi PositifBerbicara dengan lembut, mau mendengar aktif, dan menghargai keputusan anak.
5Nilai KeimananMenanamkan fondasi agama sebagai modal dasar anak berinteraksi dengan lingkungan.
6Aktivitas BersamaMelakukan kegiatan fisik bersama untuk membangun emosi dan kedekatan emosional.
7Kesiapan MentalBersikap tegas dan membuat aturan jelas saat anak mulai mengenal teknologi.

Melalui penerapan tujuh pilar pola asuh anak era digital tersebut, anak-anak diharapkan tidak hanya cerdas secara digital (digital savvy), tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang matang.

Melalui seminar parenting ini, FKB Kabupaten Ciamis berharap para guru PAUD dan orang tua dapat terus bersinergi dalam mengawal tumbuh kembang anak.

Langkah nyata ini diharapkan mampu melahirkan generasi emas Ciamis yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur keagamaan.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca