
Penantian panjang dan penuh liku selama delapan tahun akhirnya berbuah manis bagi Laskar Galuh.
Setelah sukses memastikan diri promosi naik kasta untuk bersaing di Liga 2 2026, manajemen kini tidak punya banyak waktu untuk bersantai dan langsung tancap gas melakukan persiapan serius.
Euforia kemenangan dramatis saat lolos dari lubang jarum babak play-off Liga 3 Nusantara melawan Persiba Bantul melalui drama adu penalti kini telah menjadi lembaran sejarah.
Saat ini, fokus utama jajaran manajemen beralih sepenuhnya pada pemenuhan standar ketat sebagai klub profesional di Indonesia.
Berdasarkan jadwal resmi dan cetak biru dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), kick-off Liga 2 2026 direncanakan akan bergulir pada bulan September mendatang.
Namun, perjuangan administratif yang berat sudah harus diselesaikan jauh sebelum peluit pertandingan pertama ditiup.
Manajer tim PSGC Ciamis, Dr. Erwan Dermawan SSTP MSi, menegaskan bahwa bulan April ini menjadi tenggat waktu paling krusial bagi klub kebanggaan warga Tatar Galuh tersebut untuk melengkapi berbagai persyaratan awal.
Administrasi dan Syarat Deposit Rp 7,5 Miliar
Langkah pertama dan paling fundamental yang harus ditempuh untuk mengamankan tiket Liga 2 2026 adalah memenuhi syarat administrasi finansial sebagai klub profesional.
Salah satu prasyarat yang paling menjadi sorotan publik adalah kewajiban penyetoran uang deposit sebesar Rp 7,5 miliar kepada pihak operator kompetisi, dalam hal ini PT Liga Indonesia Baru (LIB).
Uang jaminan dengan nominal fantastis ini merupakan standar regulasi mutlak untuk memastikan stabilitas finansial klub selama satu musim kompetisi berjalan, sekaligus mencegah terjadinya kasus penunggakan gaji pemain.
Berdasarkan jadwal yang pihaknya terima dari PSSI, bulan April ini manajemen harus sudah melengkapi seluruh berkas.
“Ini bukan sekadar urusan dokumen di atas meja, tapi juga komitmen kesiapan finansial yang matang,” ujar Erwan Dermawan, Rabu (11/3/2026).
Renovasi Stadion Galuh: Kewajiban Upgrade Lampu ke 1.200 Lux
Aspek kelayakan infrastruktur menjadi perhatian serius berikutnya bagi manajemen.
Stadion Galuh Ciamis, yang merupakan markas dan jantung pertahanan Laskar Galuh, diwajibkan menjalani serangkaian perbaikan untuk memenuhi standar verifikasi Liga 2 2026.
Fokus utama perbaikan infrastruktur saat ini terletak pada sistem pencahayaan stadion guna mendukung kelayakan siaran langsung (live broadcasting) pertandingan pada malam hari.
Saat ini, intensitas total cahaya lampu di Stadion Galuh tercatat hanya berada di angka 800 Lux.
Sesuai dengan regulasi terbaru yang diterapkan PSSI untuk Liga 2 2026, kekuatan lampu harus segera ditingkatkan (upgrade) menjadi minimal 1.000 hingga 1.200 Lux.
Manajemen berkomitmen kuat untuk segera mengeksekusi perbaikan teknis ini agar Stadion Galuh secara sah dinyatakan layak menjadi home base resmi.
Pengesahan Club Licensing Official (CLO)
Sebelum melangkah lebih jauh ke urusan teknis di lapangan hijau, manajemen wajib mengantongi sertifikasi Club Licensing Official (CLO).
Lisensi ini merupakan bentuk pengakuan resmi bahwa sebuah klub telah memenuhi standar profesionalisme dalam berbagai aspek kunci.
Termasuk legalitas badan hukum, transparansi finansial, infrastruktur, pembinaan sumber daya manusia (SDM), dan tertib administrasi.
Setelah dinyatakan lolos tahapan lisensi yang diprediksi rampung pada periode April hingga Mei, barulah tim memiliki wewenang penuh untuk bergerak di bursa transfer Liga 2 2026.
Seleksi Pemain: Kesempatan Kedua bagi 29 Penggawa Promosi
Mengenai susunan kerangka tim dan kedalaman skuad, manajemen menetapkan kebijakan yang sangat objektif.
Sebanyak 29 pemain yang telah berjasa membawa tim promosi diberikan kesempatan emas untuk mengikuti proses seleksi internal kembali.
Erwan menegaskan bahwa status “pahlawan promosi” tidak membuat seorang pemain otomatis masuk ke skuad utama Liga 2 2026.
Semua pemain harus kembali membuktikan kualitas taktik dan staminanya di hadapan tim pelatih.
“Seluruh pemain lama yang mengantarkan tim ini lolos punya peluang yang sama untuk bersaing. Semua mendapat kesempatan,” kata Erwan.
Namun, soal siapa yang nantinya terpilih, Erwan menegaskan, itu mutlak menjadi kewenangan tim pelatih sesuai dengan kebutuhan skema permainan.
Proses pendaftaran pemain ke operator liga sendiri dijadwalkan akan dibuka secara resmi pada rentang bulan Juli hingga Agustus mendatang.
Rekrutmen Pelatih Berlisensi dan Kuota Pemain Asing
Ketatnya persaingan Liga 2 2026 menuntut standar kepelatihan yang jauh lebih tinggi.
Manajemen saat ini tengah berburu sosok juru taktik utama yang wajib mengantongi lisensi kepelatihan sesuai regulasi (minimal Lisensi A AFC).
Selain mematangkan tim pelatih, klub juga mulai mempersiapkan opsi perekrutan pemain asing sesuai dengan regulasi kuota terbaru yang ditetapkan oleh PSSI.
Kehadiran legiun asing dinilai krusial untuk menambah daya gedor dan memperkuat mental bertanding tim saat menghadapi lawan-lawan tangguh di kasta kedua.
“Klub tentunya sudah mulai mempersiapkan kelengkapan administrasi khusus untuk perekrutan pemain asing. Kami ingin membangun tim yang kompetitif,” pungkas Erwan penuh optimisme.





