Berita

Pembinaan Kemandirian Lapas Jadi Kunci Ketahanan Pangan, DPR Dorong Optimalisasi Lahan

Pembinaan kemandirian Lapas kini menjadi fokus utama dalam mentransformasi warga binaan agar lebih produktif dan siap kembali ke masyarakat.

Langkah nyata ini terlihat saat Komisi XIII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau langsung serta memastikan program pemberdayaan berjalan optimal dan tepat sasaran di daerah.

Agenda formal yang berlangsung bertepatan dengan acara pisah sambut Kepala Lapas ini juga dimanfaatkan secara produktif untuk memonitoring program ketahanan pangan nasional.

Pihak parlemen menegaskan bahwa lembaga pemasyarakatan pada era modern bukan lagi sekadar tempat menjalani hukuman fisik isolasi, melainkan sebuah wadah rehabilitasi yang aktif dan menghasilkan nilai tambah melalui program pembinaan kemandirian Lapas.

Membuka Peluang Baru Lewat Sektor Pertanian

Sistem pemasyarakatan di Indonesia saat ini telah mengalami pergeseran paradigma yang cukup signifikan.

Fokus utamanya kini lebih berorientasi pada proses rehabilitasi sosial yang humanis dan penyiapan integrasi anggota masyarakat agar menjadi warga yang utuh.

Oleh karena itu, agenda pelaksanaan pembinaan kemandirian Lapas memegang peranan yang sangat krusial dalam menentukan masa depan warga binaan.

Melalui program kerja yang terstruktur dengan baik, para warga binaan dibekali dengan berbagai keterampilan praktis yang bernilai ekonomis tinggi.

“Ini akan membantu mereka untuk lebih mudah beradaptasi kembali ke masyarakat dan memiliki peluang ekonomi yang lebih baik,” ujar Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa.

Ia menambahkan bahwa program berbasis produktivitas nyata seperti ini merupakan sebuah solusi konkret jangka panjang.

Warga binaan tidak hanya menghabiskan sisa waktu masa tahanan mereka dengan berdiam diri.

Baca Juga :  Empat Sekolah di Ciamis Lolos Seleksi Ketat Adiwiyata Nasional dan Mandiri 2025

Tetapi juga ikut berkontribusi aktif dalam memenuhi kebutuhan pangan harian mereka sendiri di dalam institusi tersebut melalui optimalisasi pembinaan kemandirian Lapas.

Optimalisasi Lahan Miring 3 Hektar

Dalam peninjauan langsung di lapangan, tim Komisi XIII menemukan potensi besar berupa aset lahan seluas sekitar 3 hektar di area belakang Lapas Ciamis.

Saat ini, lahan yang cukup luas tersebut sedang berada dalam tahap kerja optimalisasi intensif untuk mendukung pembinaan kemandirian Lapas di sektor pertanian dan perkebunan holtikultura.

Meskipun kontur tanahnya berada tepat di lereng gunung dan secara teknis tidak cocok untuk area persawahan padi, kreativitas jajaran pengelola lapas patut diapresiasi.

Lahan miring tersebut dinilai sangat potensial dan cocok untuk budidaya berbagai jenis sayuran segar, buah-buahan, serta tanaman umbi-umbian yang memiliki masa panen relatif cepat untuk menunjang suksesnya pembinaan kemandirian Lapas.

Untuk memaksimalkan potensi area tersebut, Agun mengonfirmasi bahwa pihak legislatif tengah membangun koordinasi erat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dukungan dari pemprov ini diharapkan mampu mempercepat pengadaan sarana prasarana, mulai dari sistem irigasi, bantuan bibit unggul, hingga ketersediaan pupuk berkualitas demi kelancaran pembinaan kemandirian Lapas.

+-------------------------------------------------------------+
| PROFIL OPTIMALISASI LAHAN LAPAS KELAS IIB CIAMIS |
+-------------------+-----------------------------------------+
| Luas Lahan | Kisaran 3 Hektar |
| Karakteristik | Lereng Gunung / Perbukitan Miring |
| Fokus Komoditas | Sayur-sayuran dan Umbi-umbian |
| Target Utama | Ketahanan Pangan & Edukasi Warga Binaan |
+-------------------+-----------------------------------------+

Mencontoh Keberhasilan Sinergi Antar-Lapas

Upaya pemberdayaan masyarakat binaan di Ciamis ini diharapkan bisa menjadi pemantik semangat bagi institusi pemasyarakatan lainnya di seluruh Indonesia.

Beberapa wilayah di Jawa Barat dinilai telah berhasil menerapkan konsep ketahanan pangan serupa dengan hasil produksi yang sangat memuaskan melalui pembinaan kemandirian Lapas.

Sebagai contoh konkret, Lapas Banjar tercatat sudah lebih dulu mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan yang dikelola secara profesional.

Baca Juga :  Optimalkan Dana Desa, Madrasah Al Hikmah Kini Miliki TPT dan Pagar Kokoh

Hasil panen yang didapatkan dari program pembinaan kemandirian Lapas di sana terbukti mampu menyokong ketersediaan bahan pangan internal secara mandiri dan menghemat anggaran negara.

Pihak parlemen menjelaskan bahwa langkah positif ini perlu diperluas secara masif ke berbagai daerah satelit lainnya.

Jika seluruh unit pelaksana teknis pemasyarakatan mampu mengelola potensi lahannya dengan baik melalui pelaksanaan pembinaan kemandirian Lapas, maka kemandirian aspek ketahanan pangan di lingkungan hukum dapat segera tercapai secara nasional.

Komitmen DPR Mengawal Regulasi dan Anggaran

Komisi XIII DPR RI berkomitmen penuh untuk terus mengawal ketat pelaksanaan program pembinaan kemandirian Lapas di seluruh penjuru Indonesia.

Pengawasan berkala ini mencakup jaminan ketersediaan fasilitas kerja yang aman, proteksi keamanan selama beraktivitas, hingga aspek pemasaran hasil produksi pertanian yang dihasilkan oleh warga binaan.

Menurut Agun, program strategis berskala nasional seperti ini tidak akan berjalan mulus tanpa adanya intervensi anggaran yang memadai dan regulasi kebijakan yang mendukung pembinaan kemandirian Lapas.

Dukungan besar, baik dari jajaran pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, mutlak diperlukan agar eksekusinya di lapangan dapat berjalan dengan jauh lebih optimal.

Agun ingin memastikan bahwa fungsi pengawasan dan keamanan di dalam Lapas tetap berjalan beriringan dengan fungsi edukasi moral dan keterampilan.

Warga binaan harus keluar dari pintu gerbang lapas sebagai individu baru yang memiliki keahlian siap kerja serta mampu mandiri secara finansial melalui bekal dari pembinaan kemandirian Lapas.

Sinergi yang kuat dan berkesinambungan antara pihak Lapas, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat dipercaya mampu menciptakan ekosistem pemasyarakatan yang sehat.

Lewat keseriusan dalam agenda pembinaan kemandirian Lapas, proses rehabilitasi sosial bukan lagi sekadar wacana di atas kertas, melainkan sebuah realitas baru yang berdampak nyata bagi kesejahteraan bersama.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca