
Penjabat (Pj) Bupati Ciamis, Engkus Sutisna, berharap besar agar partisipasi pemilih Ciamis dapat meningkat signifikan guna menghasilkan pemilu yang berkualitas tinggi pada pesta demokrasi November mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Engkus di tengah kemeriahan acara peluncuran Maskot Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Ciamis yang berlangsung di Alun-alun Ciamis, Sabtu (01/06/2024).
Menurutnya, momentum ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan tonggak awal dimulainya seluruh tahapan krusial kompetisi politik di Tatar Galuh.
Kehadiran ribuan masyarakat yang memadati pusat kota menunjukkan antusiasme awal yang sangat positif bagi masa depan iklim demokrasi di daerah tersebut.
Ringkasan Berita
Mengukur Kesuksesan Pesta Demokrasi Lewat Partisipasi Pemilih Ciamis
Dalam pidato sambutannya, Engkus Sutisna membeberkan secara rinci bahwa ada tiga indikator utama yang menjadi barometer keberhasilan dalam pelaksanaan Pilkada serentak nanti.
Indikator pertama dan yang paling utama adalah tingginya angka partisipasi pemilih Ciamis yang datang dan menggunakan hak suaranya secara bijak di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Di hadapan ribuan warga yang memadati Alun-alun Ciamis, Engkus menegaskan bahwa kesuksesan pesta demokrasi tidak sesederhana menyelesaikan rekapitulasi suara di tingkat panitia lapangan.
Baginya, esensi utama dari keberhasilan pemilu justru terletak pada sejauh mana kuantitas dan kualitas partisipasi pemilih Ciamis itu sendiri.
Sebab, melalui keterlibatan aktif masyarakat di bilik suara itulah, arah pembangunan dan masa depan daerah Tatar Galuh akan ditentukan untuk lima tahun ke depan.
Indikator kedua yang tidak kalah penting adalah profesionalisme, integritas, serta keadilan dari pihak panitia penyelenggara pemilu di semua tingkatan.
Sementara indikator ketiga adalah minimnya aduan, konflik sosial, atau sengketa pelanggaran selama proses tahapan pemilu berjalan.
Engkus juga sangat berharap agar seluruh elemen penyelenggara, baik KPU maupun Bawaslu, dapat selalu tegak lurus dan taat pada asas-asas pemilu yang berlaku demi menjaga kepercayaan publik.
Lebih lanjut, Engkus menegaskan bahwa tanggung jawab untuk mendongkrak partisipasi pemilih Ciamis ini tidak boleh hanya bertumpu pada pundak KPU dan Bawaslu saja.
Pemerintah daerah, aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, beserta seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) dan lapisan masyarakat wajib bersinergi aktif demi menyukseskan agenda besar ini.
Tanpa adanya kolaborasi yang kuat dan komunikasi yang intensif, target pemilu yang bersih, aman, dan akuntabel akan sulit dicapai secara maksimal.
Belajar dari Kesuksesan Pemilu Sebelumnya
Sementara itu, Ketua KPU Ciamis, Oong Ramdani, mengungkapkan bahwa capaian positif pada gelaran pemilu terdahulu harus menjadi tolok ukur sekaligus motivasi baru bagi semua pihak.
Ia optimis bahwa tren positif mengenai tingginya partisipasi pemilih Ciamis pada gelaran pemilu legislatif dan presiden sebelumnya dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan lebih tinggi lagi pada Pilkada serentak kali ini.
Oong menjelaskan, pemilihan ruang terbuka seperti Alun-alun Ciamis sebagai lokasi peluncuran maskot memiliki makna filosofis yang mendalam.
Tempat terbuka dipilih untuk melambangkan bahwa seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, merupakan bagian esensial yang tidak terpisahkan dari proses suksesi kepemimpinan di Kabupaten Ciamis.
KPU berkomitmen untuk menghapus sekat pembatas antara lembaga penyelenggara dan masyarakat sipil.
Oong menjelaskan bahwa langkah mendekatkan diri kepada masyarakat sejak awal tahapan sengaja dilakukan agar publik merasa memiliki pesta demokrasi tersebut.
Melalui pendekatan yang inklusif, humanis, dan terbuka, ia optimis kesadaran serta partisipasi pemilih Ciamis dapat mencapai target optimal.
Strategi pendekatan ini juga dirancang khusus untuk merangkul dan menyasar kelompok generasi muda di Tatar Galuh.
Target Melahirkan Pemimpin yang Tangguh dan Unggul
Melalui kerja keras, pemanfaatan inovasi teknologi digital, dan sosialisasi yang masif ke pelosok desa, KPU Ciamis berharap pelaksanaan Pilkada kali ini mampu mengulang kembali kesuksesan pemilu sebelumnya.
Tujuan akhirnya sangat jelas, yaitu melahirkan sosok pemimpin yang tangguh, visioner, dan memiliki integritas unggul untuk menakhodai Kabupaten Ciamis ke arah yang lebih maju.
Pemimpin yang terpilih nantinya diharapkan mampu membawa perubahan ekonomi dan sosial yang signifikan, yang sesuai dengan karakteristik serta potensi keunggulan lokal yang dimiliki oleh Kabupaten Ciamis.
Oleh karena itu, edukasi politik kepada masyarakat terus digalakkan agar tingkat partisipasi pemilih Ciamis tidak mengalami penurunan akibat adanya potensi kejenuhan politik di tengah masyarakat.
Sebagai bagian dari strategi keterbukaan informasi publik, sosialisasi mengenai tahapan Pilkada pasca-peluncuran maskot ini akan terus diturunkan secara berjenjang hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
KPU Ciamis juga mengajak tokoh pemuda, organisasi masyarakat, tokoh agama, dan media massa lokal untuk ikut serta mengawal jalannya pesta demokrasi yang bersih, jujur, adil, aman, dan tentunya mampu memberikan nilai edukasi politik yang tinggi bagi seluruh warga Ciamis.





