Berita

Olahan Ayam Diduga Jadi Penyebab Keracunan Massal di SMPN 4 Pamarican

Insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SMPN 4 Pamarican, Kabupaten Ciamis, Senin (29/9/2025), diduga kuat berasal dari olahan daging ayam dalam paket menu bergizi (MBG).

Sejumlah siswa mengaku mulai merasakan gejala setelah menyantap makanan tersebut, bahkan ada yang hanya sempat menggigit daging ayam namun langsung merasa mual.

Kepala Dinas Pendidikan Ciamis, Dr. Erwan Dermawan, SSTP, MSi, menjelaskan bahwa dari total 481 siswa yang menerima paket MBG, sebanyak 82 orang mengalami gejala keracunan.

“Tidak semua siswa yang mengonsumsi paket MBG terkena dampaknya. Namun sebagian besar dari mereka mengaku mulai merasa sakit setelah menyantap olahan ayam,” ungkap Erwan, Selasa (30/9/2025).

Paket menu MBG dibagikan pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Ratusan siswa langsung menyantap hidangan tersebut.

Namun, sekitar pukul 11.30 WIB, suasana sekolah mendadak panik. Satu per satu siswa mulai mengeluh pusing, mual, muntah, bahkan beberapa di antaranya mengalami kram perut.

Baca Juga :  Rahasia BAZNAS Ciamis Raih WTP 9 Kali Berturut-turut, Bukti Dana Umat Aman?

Petugas medis dari puskesmas sekitar segera datang memberikan pertolongan darurat. Sebagian siswa harus mendapat oksigen di lokasi, sebelum akhirnya dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dari 82 siswa yang terpapar, 47 di antaranya hanya mengalami gejala ringan sehingga diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan di sekolah.

Sementara itu, 35 siswa harus menjalani perawatan lebih lanjut di puskesmas, dan dua orang dirujuk ke RSUD Kota Banjar karena kondisinya cukup berat.

Hingga Selasa siang (30/9/2025), kondisi sebagian besar siswa sudah berangsur pulih.

Hanya enam orang yang masih dirawat, masing-masing dua di RSUD Kota Banjar, dua di Puskesmas Pamarican, serta masing-masing satu di Puskesmas Banjarsari dan Puskesmas Ciawitali Purwadadi.

“Dari 82 siswa yang terdampak, sebanyak 76 sudah menjalani rawat jalan di rumah, dan hanya enam siswa yang masih dirawat intensif,” ujar Erwan.

Baca Juga :  Unigal Kembangkan Komoditas Sacha Inchi dan Kopi

Meski insiden keracunan sempat menimbulkan kepanikan, kegiatan belajar mengajar di SMPN 4 Pamarican tetap dilanjutkan pada Selasa (30/9/2025).

Dari total 608 siswa, hanya 82 orang yang diliburkan karena masih dalam masa pemulihan.

“KBM berjalan normal seperti biasa, tetapi ada sebagian siswa yang harus beristirahat di rumah,” kata Erwan.

Menindaklanjuti kasus ini, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung menghentikan sementara operasional dapur SPPG yang menjadi pemasok paket MBG.

Dapur tersebut diketahui tidak hanya memasok untuk SMPN 4 Pamarican, tetapi juga ke enam sekolah dasar, tiga TK/RA, empat PAUD, serta beberapa madrasah dengan total penerima manfaat sekitar 3.000 siswa.

“Untuk sementara, sekolah tidak menerima distribusi MBG hingga ada evaluasi lebih lanjut,” tegas Erwan.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca