
Ratusan mahasiswa di Pangandaran didorong untuk segera menyiapkan diri menjadi manusia merdeka yang mandiri, adaptif, dan mampu menciptakan peluang baru di tengah kompetisi global yang kian ketat.
Ajakan strategis tersebut disampaikan langsung oleh Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat X dari Fraksi Partai Golkar, Dr. Tr. Agun Gunandjar Sudarsa, BcIP., M.Si., saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula Hotel Sinar Rahayu, Pangandaran, Sabtu (06/12/2025).
Langkah ini dinilai krusial mengingat tantangan generasi muda ke depan tidak lagi sekadar berkaitan dengan dunia kerja konvensional, melainkan juga kemampuan bertahan dalam dinamika politik, ekonomi, serta disrupsi teknologi yang bergerak masif.
Menurut Agun, mahasiswa zaman sekarang wajib memiliki kemandirian berpikir yang visioner.
Selain itu, mereka juga harus mempunyai keberanian besar untuk menentukan arah kehidupannya sendiri tanpa harus selalu mendiktekan nasib pada sistem yang ada.
Ringkasan Berita
Menembus Keterbatasan Sistem Demokrasi Modern
Dalam pemaparannya yang interaktif, Agun menyoroti kondisi realitas demokrasi di Indonesia saat ini.
Ia menilai sistem yang berjalan sekarang belum sepenuhnya menyediakan ruang yang cukup luas bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda untuk tampil di posisi strategis politik nasional.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa fungsi rekrutmen partai politik saat ini belum berjalan secara optimal.
Di sisi lain, tingginya biaya politik (high-cost politics) membuat akses masuk ke dalam struktur elit kekuasaan semakin terbatas bagi anak muda potensial.
“Demokrasi ternyata belum mampu memberi peluang yang luas. Karena itu, manusia hanya akan dapat maju jika demokrasi memberi ruang dan kesempatan yang sama buat generasi muda melalui rekrutmen partai politik yang transparan dan akuntabel serta biaya politik yang murah,” ujarnya tegas.
Situasi pelik tersebut, lanjut Agun, menuntut masyarakat—khususnya kelompok mahasiswa—untuk tidak hanya bergantung pada mekanisme demokrasi formal.
Pola pikir sebagai manusia merdeka menjadi kunci utama agar generasi muda dapat mendobrak sekaligus menembus segala keterbatasan sistemik yang ada saat ini.
Karakter Utama Menjadi Manusia Merdeka di Era Digital
Pada kesempatan bernilai tersebut, Agun memperkenalkan konsep mendalam mengenai esensi manusia merdeka sebagai prinsip dasar yang perlu ditanamkan mahasiswa sejak dini.
Menurutnya, konsep manusia merdeka adalah profil individu yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, cakap mengambil keputusan dengan bijak, serta piawai menciptakan peluang baru tanpa ketergantungan pada pihak lain.
- Adaptasi Cepat: Mampu menyesuaikan diri dengan disrupsi digital yang dinamis.
- Kreativitas Tanpa Batas: Menghasilkan solusi inovatif di tengah krisis.
- Keahlian Relevan: Fokus pada soft skill dan hard skill penunjang masa depan.
Agun menegaskan bahwa di era digitalisasi yang bergerak secepat kilat, mahasiswa harus melatih kemampuan adaptasi.
Kompetisi global yang semakin keras menuntut generasi muda untuk tidak sekadar mengejar selembar gelar akademik, tetapi juga membangun kapasitas diri secara menyeluruh.
“Sekolah itu penting, tetapi menjadi manusia cerdas hari ini bukan sekadar mencari pekerjaan. Kalau perlu, ciptakan pekerjaan itu sendiri,” tegasnya di hadapan ratusan audiens yang hadir.
Membangun Mentalitas Juara dan Partisipasi Publik
Di samping itu, kondisi ekonomi global yang semakin kompetitif juga menjadi sorotan. Agun menyebut bahwa menjadi manusia merdeka yang mandiri merupakan modal utama bagi generasi muda untuk menghadapi berbagai kesulitan serta ketidakpastian ekonomi.
Kemampuan personal yang terus diasah secara konsisten akan membuka peluang baru, meskipun situasi politik dan ekonomi makro sedang tidak mendukung.
Kemandirian dalam pandangan Agun Gunandjar Sudarsa bukan hanya berbicara soal kemandirian finansial, melainkan juga mengenai kekuatan mentalitas.
Generasi muda harus memiliki keberanian untuk berinovasi, mengambil risiko yang terukur, dan konsisten menciptakan karya nyata yang memberi dampak positif bagi masyarakat luas.
Sebagai bagian dari tanggung jawabnya di bidang politik, Agun menyampaikan bahwa ia terus berkomitmen menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mendorong publik untuk berpartisipasi aktif dalam perkembangan politik nasional.
Ia menilai partisipasi murni dari masyarakat adalah energi utama bagi berjalannya mesin demokrasi Indonesia.
Melalui dorongan kuat ini, diharapkan lahir sosok-sosok manusia merdeka baru dari kalangan mahasiswa yang tidak hanya pintar secara akademis, namun juga memiliki karakter tangguh, kemandirian kokoh, dan keberanian tinggi untuk menjadi agen perubahan di masa depan.





