Akan Diceraikan Karena Kondisi Vaginismus, Bagaimana Mengatasinya?

Advertisement

Viral cerita pilu seorang wanita yang terancam suaminya ceraikan karena tengah mengalami kondisi vaginismus.

Pasalnya kondisi tersebut membuat pasangan itu tak dapat berhubungan intim alias seksual.

Cerita kejadian ini berasal dari seorang dokter asal Malaysia yakni Kash Mustafa lewat akun Tiktoknya.

Dokter Kash berkata wanita tersebut rela sampai bepergian jauh agar bisa mengobati kondisi yang sedang ia idap.

Mengutip dari media setempat, wanita itu berkata ia harus berani datang mengobati kondisinya sendirian.

Advertisement

Sang suami sama sekali tidak ingin tahu kondisinya, bahkan dia memberikannya waktu dua bulan lamanya agar bisa sembuh.

Dalam wawancara lebih lanjut, dr Kash berkata kondisi vaginismus bukan sebuah hal yang langka.

Tidak sedikit wanita mengeluhkan mengidap vaginismus yang membuat mereka tak dapat berhubungan seksual dengan sang pasangannya.

Tetapi kondisi tersebut jarang mendapatkan perhatian dari masyarakat lantaran mereka terlalu malu untuk berobat.

Di samping itu, pasien segan mendapat perawatan, sebagian besar pasien yang menemui dokter awalnya sempat menemui orang pintar.

Advertisement

Menurut pernyataannya, sebagian besar pasien mengira vaginismus ada kaitannya dengan hal-hal mistis.

Cara Mengatasi Kondisi Vaginismus yang Lagi Viral

Karena menjadi viral, banyak warganet yang kemudian merasa penasaran dengan vaginismus.

Sebagai informasi, vaginismus adalah kondisi yang menyebabkan otot bagian vagina menolak kegiatan seksual.

Kendai demikian vaginismus bisa ditangani secara medis bukan dengan orang pintar.

Langkah penanganan vaginismus oleh dokter bertujuan untuk mengurangi pengencangan pada otot.

Advertisement

Sehingga secara otomatis, langkah ini akan mengatasi rasa takut nyeri dan jenis ketakutan lain yang berkaitan dengan kondisi tersebut.

Beberapa langkah mengatasi kondisi vaginismus antara lain:

1. Latihan Kontrol Dasar Bagian Panggul

Langkah pertama adalah melakukan latihan dengan mengencangkan serta melepaskan otot-otot bagian vagina.

Latihan seperti ini membantu para penderitanya mengontrol oto vagina tersebut sehingga dapat mengatasi vaginismus.

Advertisement

2. Menyesuaikan Posisi

Seperti yang kita tahu, vaginismus merupakan kondisi  di mana wanita menjadi kesulitan saat menerima penetrasi.

Bisa saja hal itu terjadi lantaran kesalahan posisi saat melakukan hubungan intim.

Jika itulah yang terjadi, para peneritanya dapat mencoba meminta pasangan merubah posisi supaya lebih nyaman dan tepat.

3. Melakukan Foreplay

Advertisement

Pemanasan alias foreplay dapat membantu hubungan intim menjadi terasa lebih mudah an nyaman.

Apabila anda mempunyai masalah dengan vaginismus atau kesulitan saat menerima penetrasi maka bisa coba melakukan foreplay lebih lama.

Hal ini berguna untuk menstimulasi adanya pelumas alami pada miss v penderita kondisi vaginismus.

4. Menggunakan Pelumas

Bisa saja rasa sakit yang timbul ketika penetrasi terjadi lantaran vagina tidak mempunyai cukup banyak pelumas.

Jika foreplay tak banyak membantu, Anda dan pasangan bisa mencoba memakai pelumas tambahan yang bisa membuat hubungan intim terasa nyaman.

Penderita bisa membeli pelumas serta kebutuhan perlengkapan seks lainnya lewat aplikasi belanja online.

5. Menjalankan Terapi Psikoseksual

Berikutnya penderita bisa menjalani terapi psikoseksual atau jenis terapi bicara.

Jenis terapi seperti ini bertujuan untuk membantu penderitanya memahami serta merubah perasaannya mengenai tubuh dan seks.

Sangat jarang pengobatan vaginismus dengan tindakan operasi.

Operasi hanya dokter lakukan pada kondisi tertentu dan bertujuan memperlebar vagina.

6. Menyampaikan Perasaan

Seperti informasi sebelumnya, vaginismus terjadi lantaran ada ketegangan pada bagian otot vagina.

Oleh sebab itu coba untuk menyampaikan apa yang Anda rasakan serta meminta pasangan tak memaksakan penetrasi.

Itulah beberapa cara mengatasi kondisi vaginismus yang bisa Anda lakukan jika mengalami keadaan tersebut.

Advertisement
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *