Viral Dugaan Pelecehan Seksual Dosen Pembimbing Skripsi Ke Mahasiswi Kampus UNESA Surabaya

Dugaan pelecehan seksual dosen pembimbing skripsi saat ini tengah menjadi pembicaraan hangat di kalangan warganet.

Hal ini berawal dari sebuah unggahan di sosial media yang menggegerkan netizen.

Unggahan tersebut berisi kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswi yang kembali terjadi.

Adapun kali ini, peristiwa itu terjadi di UNESA yakni Universitas Negeri Surabaya.

Kisah pengakuan pelecehan seksual dari mahsiswi itu berasal dari unggahan akun Instagram bernama @dear_unesacatcallers.

Unggahan itu segera menjadi sorotan kalangan warganet, termasuk civitas dalam akademika kampus keguruan UNESA.

Bahkan pihak kampus setempat sudah membentuk tim khusus guna menyelidiki kasus pelecehan.

Hal ini berasal dari penyampaian Humas UNESA yang bernama Vinda Maya.

Ia berkata pihaknya saat ini sudah berfokus guna mengusut informasi pelecehan.

Vinda Maya menegaskan jika tim yang mereka bentuk asalnya dari jurusan Hukum dalam Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum.

Pada hari Minggu malam media setempat menghubungi pihak terkait.

Ia membenarkan betul adanya upaya mengusut kasus tersebut oleh tim dari jurusan terkait.

Tim itu sudah melakukan investigasi serta mengumpulkan semua bukti-bukti yang terkait.

Tujuannya adalah supaya kasus dugaan terjadinya pelecehan yang dosen lakukan ke mahasiswanya cepat terungkap.

Sebelumnya, kasus tersebut mencuaat usai dalam postingan akun @dear_unesacatcallers mengisahkan kronologi.

Akun itu menceritakan kronologi secara umum adanya pelecehan yang salah satu mahasiswa Unesa alami.

Kejadian pelecehan berawal ketika si mahasiswa yang ia sebut dengan inisial A tengah melakukan tahap bimbingan skripsi.

Bimbingan skripsi itu berlangsung antara mahasiswi A dengan dosen berinisial H.

Adapun bimbingan skripsi tersebut dilakukan antara mahasiswi berinisial A bersama dosen H.

Mereka melakukan bimbingan skripsi di sebuah ruangan yang dahulu sekitar tahun 2020 sempat aktif untuk gedung jurusan hukum.

Ketika melakukan bimbingan skripsi itu, di dalam ruangan hanya ada korban A bersama dosen dengan inisial H.

Maklum waktu bimbingan tepat terjadinya dugaan pelecehan seksual dosen pembimbing skripsi berlangsung sore hari.

Kabar Dugaan Pelecehan Seksual Dosen Pembimbing Skripsi

Adapun bimbingan skripsi itu berlangsung ketika sore hari saat banyak orang lain yang telah pulang.

Bukan itu saja, bimbingan skripsi dalam kampus ini biasanya memang mereka lakukan ketika dosen memiliki waktu senggang.

Dan momen tersebut biasanya ada di sekitar sore hari.

Awalnya bimbingan pun berjalan seperti biasanya.

Bimbingan berlangsung dengan tanya jawab dan diskusi antara dosen H dengan mahasiswi berinisial  A.

Tetapi mungkin lantaran situasi sekitar yang telah sepi, dosen H pun rupanya memanfaatkan situasi.

Sejurus kemudian dosen H pun berkata kepada korban mahasiswi A dengan kamu cantik.

Rupanya kata-kata itu tak sekedar ucapan belaka.

Sebab sang dosen kemudian menyusul dengan ciuman kepada korban mahasiswi A tersebut.

Semenjak kejadian itu, mahasiswi A merasa ketakutan saat melakukan bimbingan skripsi.

Padahal di satu sisi ia mesti menyelesaikan revisi skripsi sebelum tanggal terakhir SPK.

Aksi dosen untuk mendekati A rupanya tak hanya ia lakukan dalam kampus.

Ternyata Dosen H juga beberapa kali melakukan video call kepada A dengan memakai aplikasi perpesanan WhatsApp.

Yang menjadi masalah adalah ketika melakukan panggilan itu, dosen H tidak mengenakan busana atas.

Dengan sekuat tenaga, korban mahasiswi A mencoba mengabaikan panggilan video itu.

Tetapi satu sisi yang lain, ia merasa bingung dengan tenggat waktu penyelesaian revisi skripsinya. 

Sedangkan untuk melakukan bimbingan dengan bertemu fisik, korban mahasiswi A merasa takut.

Ia khawatir dosen H nantinya berlaku lebih usai kejadian dugaan pelecehan seksual dosen pembimbing skripsi pertama terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *