Berita

Kebakaran di Nagarapageuh Ciamis: Rumah Ludes Terbakar Akibat Sampah Jelang Lebaran

Sebuah musibah memilukan melanda warga Dusun Gardu, Desa Nagarapageuh, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, pada Rabu (18/3/2026) pagi.

Insiden kebakaran di Nagarapageuh Ciamis ini mengakibatkan tiga unit rumah warga rata dengan tanah, menyisakan duka mendalam bagi para korban yang seharusnya bersiap menyambut hari raya Idulfitri dalam hitungan hari.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB ini dipicu oleh kobaran api yang berasal dari pembakaran sampah di area pemukiman yang padat.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai angka yang sangat fantastis bagi warga desa, yakni menyentuh Rp 300 juta.

Kronologi Kebakaran di Nagarapageuh Ciamis: Bermula dari Bakar Sampah

Kejadian bermula ketika salah satu korban, Taufik Ibrahim (32), sedang melakukan aktivitas rutin bersih-bersih di pekarangan rumahnya.

Untuk memusnahkan tumpukan sampah kering dan dahan pohon, ia menyalakan api di sebuah sudut yang cukup dekat dengan bangunan utama rumah.

Namun, petaka muncul ketika api tersebut ditinggalkan dalam keadaan masih menyala tanpa pengawasan.

Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat SIP, mengonfirmasi bahwa faktor kelalaian manusia saat membakar sampah menjadi penyebab utama api merembet ke bangunan permanen dan semi-permanen di sekitarnya.

Laporan dari lapangan mengungkapkan bahwa petaka bermula dari percikan api pembakaran sampah yang merembet ke dinding rumah Taufik.

Kondisi cuaca pagi yang mulai menyengat, ditambah material bangunan yang kering, menjadi perpaduan maut yang memicu amuk si jago merah.

Situasi diperparah oleh embusan angin sepoi-sepoi yang justru membuat api kian beringas, hingga dalam sekejap kobaran besar muncul dan mustahil untuk dikendalikan secara mandiri oleh warga sekitar.

Hal tersebut ditegaskan oleh Budi Rahmat saat memberikan keterangan resmi kepada awak media pada Rabu (18/3/2026) siang, guna menjelaskan faktor teknis yang mempercepat hangusnya tiga hunian warga tersebut.

Menyadari api mulai melahap bagian atap dan dinding rumahnya, Taufik sempat mengalami kepanikan luar biasa dan berteriak meminta pertolongan.

Warga sekitar yang mendengar teriakan histeris tersebut langsung berhamburan keluar rumah dan berdatangan membawa peralatan seadanya—seperti ember dan pompa air manual—untuk memadamkan api secara gotong royong.

Sayangnya, karena keterbatasan alat dan material bangunan yang mayoritas mudah terbakar, si jago merah justru semakin beringas.

Tiga Rumah Warga Gosong Jadi Abu: Harta Benda Tak Terselamatkan

Intensitas panas yang sangat tinggi menyebabkan api tidak hanya menghanguskan seluruh isi rumah Taufik, tetapi juga merembet dengan cepat ke dua rumah tetangga terdekatnya yang letaknya cukup berhimpitan.

Ketiga pemilik rumah yang menjadi korban dalam musibah kebakaran di Nagarapageuh Ciamis ini adalah:

  1. Taufik Ibrahim (32): Rumah hangus total beserta seluruh perabotannya.
  2. Warjo Saputra (54): Bangunan rumah ludes, hanya menyisakan tembok yang retak.
  3. Ining (54): Rumah turut terbakar habis akibat sambaran api dari rumah sebelah.

Warjo Saputra, yang merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kecamatan Kawali, segera menyadari bahwa upaya warga tidak akan cukup.

Ia langsung berinisiatif menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Pos WMK Kawali guna mencegah api meluas ke seluruh dusun yang medannya cukup sulit dijangkau kendaraan besar.

Perjuangan Petugas Damkar di Medan Sulit Bertebing

Menerima laporan darurat tersebut, enam personel Damkar Pos WMK Kawali langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.

Para petugas yang terjun ke lapangan adalah Asep Kurniawan, Mugni, Rizki, Adam, Rizal, dan Bimar.

Mereka membawa kekuatan penuh berupa satu unit mobil pancar bernomor polisi Z 8160 T serta satu unit mobil tangki water supply dengan nomor polisi Z 8997 T.

Upaya pemadaman ini diakui petugas tidaklah mudah. Lokasi pemukiman di Dusun Gardu memiliki karakteristik geografis yang menantang karena berada di area bertebing dengan akses jalan yang cukup sempit.

Namun, berkat sinergi yang solid antara petugas Damkar, aparat desa, TNI, Polri, dan masyarakat setempat yang tak kenal lelah membantu, api akhirnya berhasil dilokalisir sehingga tidak merembet ke rumah keempat.

Budi Rahmat menjelaskan bahwa tim di lapangan harus bekerja ekstra keras untuk melokalisasi titik api agar tidak sampai merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

Tantangan terberat yang dihadapi petugas adalah kondisi geografis Dusun Gardu yang bertebing.

Medan yang curam tersebut menyulitkan armada pemadam untuk menempatkan unit pancar di posisi strategis.

Sehingga petugas harus memutar otak agar jangkauan selang air tetap bisa menjangkau titik api secara maksimal di tengah keterbatasan akses.

Duka Menjelang Hari Raya: Korban Terpaksa Mengungsi

Setelah berjibaku dengan panas dan asap selama hampir empat jam, api benar-benar dinyatakan padam dan proses pendinginan selesai pada pukul 12.00 WIB.

Meski api sudah berhasil dipadamkan, pemandangan pilu nampak jelas menghiasi lokasi kejadian.

Tiga bangunan rumah yang biasanya menjadi tempat berkumpul hangat kini hanya menyisakan puing-puing hitam pekat yang tertutup abu.

Kejadian ini terasa sangat memukul batin para korban mengingat Idulfitri tinggal menghitung hari.

Harapan untuk merayakan momen kemenangan dan menjamu sanak saudara di rumah sendiri kini sirna seketika.

Harta benda, pakaian lebaran, hingga dokumen penting diduga kuat ikut hangus terbakar karena api yang begitu cepat menjalar.

Saat ini, Taufik, Warjo, dan Ining beserta seluruh anggota keluarga mereka terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga terdekat.

Suasana haru menyelimuti Dusun Gardu saat warga membantu memilah barang-barang yang mungkin masih bisa diselamatkan dari balik reruntuhan bangunan yang masih terasa panas.

Himbauan Damkar Ciamis Terkait Bahaya Bakar Sampah

Pihak pemerintah desa Nagarapageuh tengah melakukan pendataan lebih lanjut dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Ciamis untuk segera menyalurkan bantuan logistik darurat bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal.

Insiden kebakaran di Nagarapageuh Ciamis ini menjadi peringatan keras dan pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Ciamis.

Budi Rahmat mengimbau agar warga lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah secara sembarangan, terutama jika ditinggalkan tanpa pengawasan di tengah cuaca panas yang terik.

Budi Rahmat secara tegas mengimbau masyarakat agar tidak lagi melakukan aktivitas pembakaran sampah yang kemudian ditinggalkan tanpa pengawasan.

Mengingat mobilitas dan aktivitas rumah tangga yang cenderung meningkat menjelang hari raya Lebaran, ia menekankan pentingnya memastikan api benar-benar padam sebelum beranjak dari lokasi pembakaran guna mencegah terulangnya malapetaka serupa di masa mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih bahu-membahu membersihkan sisa-sisa kebakaran di lokasi kejadian sembari menunggu bantuan tenda darurat dari pihak terkait.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca