Berita

Aksi Penyelamatan Kucing di Ciamis Berlangsung Dramatis, Damkar Taruhan Nyawa di Sumur 30 Meter Saat Badai

Sebuah aksi penyelamatan kucing di Ciamis berlangsung dramatis dan penuh ketegangan di tengah guyuran cuaca ekstrem.

Tiga petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ciamis harus berjibaku menyelamatkan seekor kucing peliharaan yang terperosok ke dalam sumur sedalam 30 meter di Lingkungan Rungki, Kelurahan Cigembor, Selasa (17/3/2026) sore.

Kejadian ini menyita perhatian karena proses evakuasi dilakukan saat hujan lebat yang disertai angin kencang dan sambaran petir.

Meski medan sangat berbahaya, petugas tetap mengutamakan nyawa makhluk hidup tersebut dengan terjun langsung menembus badai.

Kronologi Penyelamatan Kucing di Ciamis yang Menegangkan

Insiden bermula ketika Asep Hendri Permadi (40), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang juga warga Lingkungan Rungki RT 02 RW 04, baru saja pulang dari rutinitas kerjanya sekitar pukul 15.30 WIB.

Di tengah suara rintik hujan yang mulai membesar, Asep sayup-sayup mendengar suara aneh dari bagian belakang rumahnya.

Suara tersebut terdengar seperti raungan kucing yang ketakutan dan terjebak di suatu tempat.

Penasaran dengan sumber suara, Asep segera mengecek area belakang rumah. Alangkah terkejutnya ia ketika menyadari suara itu berasal dari dasar sumur tua yang sangat dalam.

Seekor kucing kampung terlihat tak berdaya di kedalaman 30 meter, terkurung tanpa jalan keluar.

Menyadari kedalaman sumur yang tidak wajar dan cuaca yang semakin memburuk,

Asep tidak berani mengambil risiko untuk turun sendiri. Ia kemudian berinisiatif menghubungi tim siaga di Markas Komando (Mako) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Damkar Satpol PP Ciamis yang berlokasi di Imbanagara.

Respons Cepat Damkar Lakukan Penyelamatan Kucing di Ciamis Saat Cuaca Ekstrem

Laporan dari warga ini langsung mendapat respons cepat dari pihak pemadam kebakaran.

Baca Juga :  Awas El Nino Gozilla! Ini Strategi Jitu Pemkab Antisipasi Kemarau Ekstrem Ciamis 2026

Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat S.IP, membenarkan adanya laporan darurat terkait operasi animal rescue tersebut.

“Dengan respons cepat, tiga personel piket di Mako langsung menuju lokasi untuk melakukan upaya pertolongan penyelamatan,” tegas Budi Rahmat.

Keputusan ini diambil seketika demi memastikan keselamatan hewan yang terjebak tidak semakin terancam oleh naiknya debit air sumur akibat hujan lebat.

Ketiga petugas tangguh yang diterjunkan ke lokasi adalah Andi, Bima, dan Irvan.

Mereka bergegas menembus derasnya hujan menggunakan mobil pancar bernomor lambung Z 8162 T, memastikan tiba di Kelurahan Cigembor secepat mungkin untuk mencegah skenario terburuk.

Tantangan Evakuasi di Kedalaman 30 Meter

Setibanya di lokasi, tim penyelamatan kucing di Ciamis ini langsung melakukan observasi medan.

Kedalaman sumur yang mencapai 30 meter menjadi kendala utama. Selain itu, diameter sumur yang sempit membatasi ruang gerak alat evakuasi.

Lebih menegangkan lagi, cuaca sore itu sangat tidak bersahabat. Hujan badai turun sangat deras, disertai angin kencang dan kilatan petir yang menyambar.

Kondisi ini membuat bibir sumur menjadi sangat licin dan berisiko tinggi bagi keselamatan para petugas.

Oleh karena itu, Andi, Irvan, dan Bima memutuskan untuk menggunakan strategi alternatif yang lebih aman namun efektif.

Mereka menyiapkan peralatan sederhana berupa keranjang plastik dan sair (jaring penangkap ikan) yang diikatkan pada tali webbing penarik yang sangat panjang.

Baca Juga :  Resmi Deklarasi ODF Ciamis, Bupati Wanti-wanti Warga Jangan Kembali ke Kebiasaan Lama

Keberhasilan Misi Penyelamatan Kucing di Ciamis dan Edukasi Warga

Dengan kehati-hatian tingkat tinggi, petugas perlahan menurunkan keranjang plastik tersebut ke dasar sumur.

Mereka harus memastikan keranjang tepat sasaran agar kucing bisa masuk tanpa merasa semakin terancam atau justru melompat ke air.

Proses pemancingan ini membutuhkan kesabaran luar biasa. Kucing yang panik dan kedinginan sempat kesulitan menggapai keranjang.

Namun, berkat ketelatenan ketiga petugas Damkar, kucing malang tersebut akhirnya berhasil masuk ke dalam wadah penyelamat.

Secara perlahan, tali ditarik ke atas menembus ruang gelap sumur setinggi 30 meter.

Tepat pada pukul 16.20 WIB, kucing tersebut akhirnya berhasil diangkat ke permukaan dalam keadaan hidup, meski tubuhnya gemetar dan basah kuyup.

Berkaca dari kejadian ini, pihak Damkar juga memberikan edukasi singkat kepada masyarakat luas mengenai pentingnya pengamanan area rawan di sekitar rumah.

Sumur tua atau sumur aktif yang berada di area terbuka sebaiknya dilengkapi dengan penutup yang kokoh atau pagar pembatas.

Langkah preventif ini sangat krusial untuk mencegah jatuhnya korban, baik itu hewan peliharaan maupun anak-anak, terutama saat musim penghujan.

Asep Hendri Permadi pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas.

Sebagai warga masyarakat, ia merasa sangat terbantu oleh profesionalisme Damkar Ciamis yang sigap bekerja di luar batas panggilan tugas normal.

Setelah memastikan kucing dalam kondisi aman, Andi, Bima, dan Irvan merapikan seluruh peralatan mereka.

Di tengah sisa hujan sore itu, ketiganya kembali menuju Mako Damkar di Imbanagara untuk melanjutkan tugas piket siaga, menjaga keamanan warga Ciamis.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca