Berita

KDMP Ciharalang Jadi Motor Penggerak Pertanian Organik di Ciamis

Koperasi ini telah menyiapkan ratusan ton pupuk organik berupa kompos untuk menunjang kebutuhan petani di wilayah Tatar Galuh Ciamis.

Advertisements

Langkah Kabupaten Ciamis untuk mendeklarasikan diri sebagai kabupaten organik pada tahun 2026 mulai menemukan wujud nyata di tingkat akar rumput.

Di Kecamatan Cijeungjing, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Ciharalang tampil sebagai salah satu motor penggerak utama pengembangan pertanian organik.

Selain itu, menjadi contoh konkret bagaimana koperasi desa berperan strategis dalam mendukung pertanian sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Sejak resmi terbentuk pada Juli 2025, KDMP Ciharalang langsung memfokuskan arah usahanya pada sektor pertanian organik.

Tidak menunggu lama, koperasi ini segera menggelar berbagai kegiatan pelatihan dan edukasi bagi petani, sebagai fondasi awal membangun kesadaran dan keterampilan pertanian yang selaras dengan visi Ciamis sebagai kabupaten organik.

Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah menghadirkan pakar pertanian organik berbasis System of Rice Intensification (SRI), Ir Alik Sutaryat, untuk memberikan pendampingan langsung.

Melalui pelatihan teori dan praktik lapangan, para petani diperkenalkan pada metode budidaya padi yang lebih efisien, hemat air, serta minim penggunaan bahan kimia sintetis.

Memasuki tahun 2026, peran KDMP Ciharalang semakin terlihat nyata melalui kesiapan sarana produksi pertanian organik.

Koperasi ini telah menyiapkan ratusan ton pupuk organik berupa kompos untuk menunjang kebutuhan petani di wilayah Tatar Galuh Ciamis.

“Stok kompos yang tersedia saat ini sekitar 100 ton, dan 30 ton di antaranya sudah siap angkut,” ujar Ketua KDMP Ciharalang, Ir H. Kuswara Suwarman, MSc, kepada Reportasee.com, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga :  bjb T-Samsat, Solusi Digital Praktis Bayar Pajak Kendaraan

Menurutnya, produksi kompos tersebut dilakukan melalui tiga unit usaha pengolahan yang berada di wilayah Desa Ciharalang, masing-masing berlokasi di Dusun Cipeundeuy, Dusun Cibaregbeg, dan Dusun Panyingkiran.

Penyediaan pupuk organik ini telah menjadi bagian dari unit usaha koperasi, sekaligus bentuk dukungan konkret bagi petani yang mulai beralih ke sistem pertanian organik.

KDMP Ciharalang membuka akses seluas-luasnya bagi petani yang membutuhkan pupuk kompos, baik dalam jumlah kecil maupun besar.

Advertisements

Saat ini, penjualan dilakukan melalui gerai koperasi yang berlokasi di Jalan H. Ubad Nomor 250, Ciharalang, atau tepatnya di sekitar Lapangan Ciharalang.

“Gerai KDMP Ciharalang masih berada di Jalan H. Ubad. Rencananya pada bulan Maret akan pindah ke lokasi baru di Ciragama, dekat rel kereta api, yang saat ini masih dalam proses pembangunan,” imbuh H. Kuswara.

Untuk harga, pupuk kompos organik ditawarkan dengan kisaran Rp1.500 hingga Rp2.000 per kilogram, sehingga relatif terjangkau bagi petani.

Selain kompos, koperasi juga menyediakan mikroorganisme lokal (MOL) sebagai pendukung pertanian organik, dengan stok yang saat ini mencapai sekitar 1.500 liter.

Tidak hanya bergerak di hulu, KDMP Ciharalang juga mulai mengembangkan peran di sektor hilir dengan memasarkan berbagai produk pertanian organik. Salah satunya adalah beras organik hasil panen anggota koperasi.

Baca Juga :  Saat Reses, Agun Gunandjar Sudarsa Kunjungi UMKM di Buniseuri Ciamis

“Rata-rata setiap bulan beras organik yang terserap sekitar 200 kilogram. Namun peminatnya masih terbatas, kemungkinan karena harga beras organik lebih tinggi dibandingkan beras biasa,” jelas H. Kuswara.

Selain beras, koperasi juga memasarkan sayuran organik hasil budidaya anggota KDMP Ciharalang, yang sebagian besar dikelola oleh kelompok ibu-ibu.

Produk lain seperti pisang dan jagung organik juga mulai dikembangkan dan dipasarkan sebagai bagian dari diversifikasi usaha koperasi.

“Sejak awal, divisi usaha koperasi yang sudah berjalan memang berfokus pada pertanian organik dari hulu hingga hilir,” katanya.

Dalam upaya memastikan keberlanjutan program, KDMP Ciharalang menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.

Koperasi ini secara rutin menggelar pelatihan pertanian organik dan praktik lapangan, sekaligus pelatihan peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar masyarakat desa mampu mengolah dan memasarkan produk organik secara mandiri.

Peran aktif KDMP Ciharalang tersebut menunjukkan bahwa koperasi desa tidak hanya menjadi wadah ekonomi, tetapi juga agen perubahan dalam pembangunan pertanian berkelanjutan.

Dengan dukungan masyarakat dan sinergi bersama pemerintah daerah, KDMP Ciharalang diharapkan terus menjadi penggerak utama dalam mewujudkan Ciamis sebagai kabupaten organik yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Advertisements

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker