Berita

Puluhan KDKMP di Ciamis Aktif Beroperasi Miliki Gedung Sendiri

Sebanyak 30 KDKMP di Ciamis aktif beroperasi mendorong ekonomi desa. Dinas KUKMP ingatkan kewajiban RAT.

Langkah nyata penguatan ekonomi perdesaan di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data terbaru, tercatat puluhan KDKMP di Ciamis aktif beroperasi dan menjalankan unit usahanya secara mandiri.

Capaian ini menjadi sinyal positif bagi kebangkitan koperasi di tingkat desa.

Dari total 265 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang resmi terbentuk, kini mulai terlihat hasil perkembangannya.

Memasuki bulan Juli 2026 ini, sudah ada 59 KDKMP yang berhasil memiliki bangunan gedung sendiri.

Kehadiran infrastruktur fisik tersebut menjadi modal krusial bagi keberlanjutan program ekonomi di daerah.

Sementara itu, terhitung ada 30 KDKMP di Ciamis aktif beroperasi hingga saat ini dari total gedung yang ada.

Di sisi lain, sebanyak 206 KDKMP lainnya dilaporkan masih berada dalam tahapan proses pembangunan gedung baru.

Ada pula beberapa pengurus unit koperasi desa yang masih dalam fase penetapan lokasi pembangunan oleh pemerintah setempat.

Urgensi RAT untuk KDKMP di Ciamis Aktif Beroperasi

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, seluruh lembaga di Ciamis diwajibkan menggelar rapat tahunan.

Kewajiban konstitusi Rapat Anggota Tahunan (RAT) ini berlaku menyeluruh bagi instansi yang bersangkutan tanpa terkecuali.

Pihak otoritas menekankan bahwa pelaksanaan agenda RAT tersebut tidak boleh ditunda oleh pengurus.

Agenda wajib tahunan ini harus tetap berjalan, baik untuk unit yang keadaannya masih dalam tahap persiapan infrastruktur.

Hal ini juga berlaku bagi institusi KDKMP di Ciamis aktif beroperasi secara komersial di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, pelaksanaan RAT dinilai sebagai indikator utama kesehatan sebuah organisasi formal.

Langkah ini sekaligus menjadi instrumen penting bagi transparansi pengelolaan dana masyarakat desa.

“Semuanya harus segera menggelar RAT. Baik KDKMP sudah aktif beroperasi atau belum,” ujar Kabid Koperasi dan UKM DKUKMP Ciamis, Dini Kusliani SH MSi, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga :  Tak Perlu Rebutan, Begini Cara Mudah Amankan Slot Dieng Caldera Race 2026 dari Bank bjb!

Menurut Dini, agenda tersebut memegang peranan vital sebagai kekuasaan dan kewajiban tertinggi sebuah koperasi.

Forum resmi tersebut memberikan kesempatan besar bagi jajaran pengurus untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerjanya.

Laporan pertanggungjawaban pengurus tersebut tertuang dalam rencana kerja strategis ke depan.

Langkah ini juga sangat krusial guna menjaga kepercayaan anggota yang telah patuh melunasi simpanan pokok mereka.

Selain itu, forum tersebut berguna untuk menginventarisir berbagai permasalahan internal organisasi.

Masalah internal ini meliputi permodalan usaha, kendala operasional, hingga strategi pengembangan kesejahteraan anggota.

Inovasi Layanan Terpadu Dinas KUKMP Ciamis

Guna mewujudkan ekosistem KDKMP di Ciamis aktif beroperasi sebagai lembaga yang sehat, dinas terkait berkomitmen melancarkan aksi nyata.

Pihak dinas telah dan akan terus melakukan pendampingan intensif dengan sistem jemput bola secara berkala.

Aksi pendampingan lapangan ini secara khusus melibatkan tim pendamping koperasi tingkat daerah.

Selain itu, pihak dinas juga menerjunkan ahli pratama pengawas koperasi berpengalaman ke desa-desa.

Kehadiran para ahli ini diharapkan mampu mengurai kendala administratif yang kerap dihadapi pengurus.

Lebih lanjut, program jemput bola ini dilaksanakan melalui program inovasi strategis bernama “Sobat KDKMP”.

Program inovatif tersebut bertujuan mendorong kelancaran pelaporan kinerja berbasis digitalisasi koperasi modern.

Selain inovasi tersebut, dinas terkait juga meluncurkan program unggulan bernama “Lantera Menara”.

Keberadaan program ini ditargetkan mampu memicu lebih banyak KDKMP di Ciamis aktif beroperasi dengan manajemen akuntabel.

Kedua program pendampingan jemput bola tersebut sudah direalisasikan secara perdana di Kecamatan Lakbok.

Agenda peluncuran tersebut dilakukan pada hari Jumat, 10 Juli 2026 yang lalu.

Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan KDKMP dari 5 desa setempat untuk percepatan program.

Di antara peserta yang hadir, termasuk perwakilan dari Desa Baregbeg dan Desa Cintaratu.

“Kami akan terus melakukan pendampingan jemput bola lewat program Sobat KDKMP dan Lantera Menara ini,” tegas Dini.

Namun demikian, Dini menjelaskan bahwa program jemput bola ini sebenarnya tidak dikhususkan untuk kelompok KDKMP saja.

Baca Juga :  Polres Ciamis Kerahkan Ratusan Personel Amankan Aksi Mahasiswa

Seluruh koperasi umum lainnya yang legal di wilayah Kabupaten Ciamis juga berhak mendapatkan fasilitas yang sama.

Pemetaan Kondisi Ratusan Koperasi di Ciamis

Memasuki Hari Koperasi yang ke-79 pada tahun 2026 ini, data makro menunjukkan perkembangan dinamis.

Tercatat ada sebanyak 921 unit koperasi yang resmi terdaftar di Kabupaten Ciamis.

Namun, kondisi riil di lapangan menunjukkan dinamika serta tantangan organisasi yang cukup beragam.

Berdasarkan hasil evaluasi monitoring, sebanyak 100 koperasi tercatat tinggal nama karena tidak aktif.

Koperasi tersebut kini tanpa pengurus aktif dan tanpa kegiatan bisnis, sehingga dalam status mati suri.

Sementara itu, terdapat 436 koperasi dalam kondisi yang sangat sehat dengan manajemen tata kelola baik.

Kelompok koperasi sehat ini memiliki indikator berupa pengurus yang aktif dan produktif.

Selain itu, mereka memiliki kegiatan usaha menghasilkan profit serta rutin melaksanakan RAT setiap tahun.

Sisa data dari total 921 koperasi tersebut sudah mencakup 265 KDKMP di seluruh desa.

Jika dirinci kembali, dari 265 KDKMP berbadan hukum tersebut, baru 59 unit yang memiliki gedung.

Sebanyak 206 unit lainnya masih berjuang dalam tahapan pembangunan fisik sarana kantor.

Ada pula beberapa unit yang masih dalam fase penyelesaian penetapan lokasi lahan operasional.

Dari 59 KDKMP yang sudah memiliki sarana gedung sendiri, Dini membenarkan kondisi lapangannya.

Ia menyatakan baru 30 KDKMP di Ciamis aktif beroperasi penuh melayani kebutuhan warga desa.

Pihak dinas terus memantau perkembangan sisa unit lainnya agar bisa segera menyusul beroperasi aktif.

“Umumnya aktif beroperasi dan berusaha di bidang pengadaan sembako,” ungkap Dini secara rinci.

Ia mencontohkan unit yang sukses seperti KDKMP Pamalayan maupun KDKMP Ciharalang Cijeungjing.

Melalui program digitalisasi dan pendampingan terpadu, pemerintah daerah berharap tantangan logistik dapat teratasi.

Ke depannya, diharapkan seluruh KDKMP di Ciamis aktif beroperasi demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca