Kasus Polio Kembali Muncul, Kenali Penyebab dan Gejalanya!

Advertisement

Kasus Polio kembali menjadi ancaman beberapa daerah Kabupaten/Kota, total sebanyak 415 Kabupaten/Kota provinsi bahkan masuk dalam kriteria resiko tinggi polio.

Daerah tersebut memiliki tingkat imunisasi yang rendah, termasuk Kabupaten Pidie, tempat kasus polio pertama kembali terjadi pada awal November 2022.

Hasil temuan RT-PCR ini kemudian membuat Pemerintah Kabupaten Pidie menerapkan Kejadian Luar Biasa Polio tingkat Kabupaten Pidie.

Pasien merupakan anak berusia 7 tahun dengan gejala kelumpuhan pada kaki kiri, awalnya pasien merasakan demam pada tanggal 6 Oktober 2022.

Pada tanggal 18 Oktober, pasien masuk RSUD TCD Sigil, pihak dokter dan rumah sakit kemudian mencurigai pasien tersebut mengalami polio.

Advertisement

Pihak dokter selanjutnya mengambil dua spesimen kepada pihak provinsi sebelum akhirnya hasil RT-PCR menunjukan hasil konfirmasi polio tipe 2 pada 7 November 2022.

Kasus Polio, Penyakit yang Hilang kini Kembali Mengancam

Polio merupakan salah satu penyakit menular berbahaya yang dapat berdampak fatal pada anak balita, terutama bagi anak yang belum mendapatkan imunisasi polio.

Melansir kutipan dari Kementerian Kesehatan, polio adalah momok Kesehatan yang paling menakutkan pada abad ke-20.

Menyadari betapa berbahayanya penyakit ini, banyak negara mulai melakukan Gerakan pemberantasan polio sejak tahun 1950-an silam.

Gerakan pemberantasan massal secara global juga mulai terjadi pada tahun 1988, gerakan ini menyasar 2,5 miliar anak di seluruh dunia.

Indonesia sendiri mendapatkan status bebas polio pada tahun 2014, namun penyakit ini kembali mengancam anak-anak Indonesia

Menurut laporan, terdapat 1 kasus polio tipe 2 di Aceh pada 15 November 2022 silam, untuk meningkatkan kewaspadaan pada penyakit ini, simak gejala dan penyebabnya.

Mengenal Lebih Dekat, Apa itu Polio

Polio merupakan penyakit menular yang menyerang saraf pada sumsum tulang belakan dan bisa menyebabkan kelumpuhan, penyusutan otot hingga kematian.

Kematian ini terjadi karena otot-otot di organ pernapasan turut lumpuh hingga tidak lagi bisa bergerak.

Meski dapat menyerang usia berapapun, penyakit ini jauh lebih berbahaya bagi anak balita, terutama balita yang belum mendapatkan imunisasi polio.

Penyebab Polio

Penyebab penyakit berbahaya ini adalah virus polio, virus ini tergolong human enterovirus yang dapat berkembang di usus dan dapat keluar melalui tinja.

Termasuk dalam family Picornaviridae, virus ini sendiri terdiri dari 3 strain, yaitu strain-1 (Brunhilde), strain-2 (Lansig), dan strain-2 (Leon).

Polio dapat menular melalui kontak erat, saat penderita buang air besar, kotoran yang mengandung virus dapat menyebar di lingkungan sekitarnya, terlebih lingkungan dengan sanitasi buruk.

Penyebab lain adalah sumber air bersih atau makanan yang tercemar feses dari penderita, penyakit ini juga dapat menular saat penderita batuk atau bersin.

Gejala Polio

Kebanyakan atau hampir sekitar 90% penderita tidak merasakan gejala penyakit yang berat dan khas, namun demikian terdapat beberapa gejala.

Yaitu demam, badan yang terasa lelah padahal tidak banyak aktivitas, sakit kepala, muntah, leher kaku, tungkai terasa sakit, otot lemas.

Gejala lain adalah kaki, tangan, punggung yang terasa sakit dan kaku serta refleks tubuh yang hilau atau tubuh tidak dapat bergerak.

Gejala penyakit ini biasanya akan muncul selang tiga sampai enam hari setelah seseorang terkontaminasi virus penyebab polio.

Sedangkan kelumpuhan biasanya terjadi dalam waktu seminggu hingga dua minggu, setelah sembuh penderita masih merasakan gejala penyakit.

Beberapa gejala yang terasa yaitu susah bernafas atau menelan, susah konsentrasi, otot lemas, gangguan tidur, mudah Lelah serta penyusutan massa otot.

Sayangnya hingga saat ini belum ada obat untuk polio, pengobatan yang ada bertujuan untuk mengatasi gejala dan mencegah kematian.

Yang lebih menyedihkan adalah kelumpuhan akibat polio bersifat menetap atau permanen pada tubuh pasien yang tertular.

Setelah menyimak lengkap informasi polio, penyebab dan gejalanya, Anda dapat lebih waspada terhadap penyakit ini dengan imunisasi polio. 

Show More
Advertisement