Berita

Guru SMK dari 10 Provinsi Ikuti Magang Penetasan Telur Ayam di Ciamis

Sebanyak 20 guru keahlian perunggasan dari berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di 10 provinsi mengikuti program magang industri di Breeding Farm CV Tanjungmulya, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis.

Kegiatan ini berlangsung selama delapan hari, mulai Senin (1/9/2025) hingga Senin (8/9/2025).

Selama program, para peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung menjadi “peternak” di unit breeding farm yang berlokasi di Sindangmukti dan Sindangherang, Panumbangan.

Fokus utama pembelajaran adalah teknik penetasan telur ayam ras petelur dan ayam ras pedaging, yang menjadi salah satu kompetensi penting dalam dunia perunggasan modern.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan sambutan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, SSTP, MT.

Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru agar mampu mencetak generasi muda yang unggul di bidang perunggasan.

“Melalui kegiatan berbagi ilmu ini, kami berharap para guru SMK dapat melahirkan generasi milenial dan gen Z yang tangguh, berkompetensi di bidang perunggasan modern, sekaligus mendorong kemajuan industri perunggasan di daerah masing-masing,” ujar Andang.

Baca Juga :  Meriah, Liga Pelajar Ciamis “Tut Wuri Handayani Cup” XIX Resmi Bergulir dengan Hujan Gol

Ketua Pelaksana Program Magang Industri Perunggasan Ciamis, Ir. H. Kuswara Suwarman, MSc, menjelaskan, kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Balai Besar Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian Cianjur dengan Kerukunan Perunggasan Ciamis.

Menurut Kuswara, program ini telah berjalan sejak 2021 dan kini memasuki angkatan ke-9. Untuk angkatan kali ini, sebanyak 20 guru dari 10 provinsi menjadi peserta magang dengan fokus pada kompetensi penetasan telur.

Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru perunggasan agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga menguasai praktik di lapangan.

“Dengan begitu, mereka lebih mudah mentransfer ilmu kepada siswa sekaligus memotivasi siswa agar lebih dekat dengan dunia kerja,” jelas Kuswara saat ditemui, Selasa (2/9/2025).

Kuswara menambahkan, pada angkatan ke-8 yang berlangsung 31 Juli hingga 7 Agustus 2025, sebanyak 12 guru SMK dari tujuh provinsi telah menjalani magang di CV Naratas, Cijeungjing, Ciamis.

Baca Juga :  Bapenda Ciamis Gencar Sosialisasikan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

Mereka mendapatkan pengalaman praktik di kandang modern close house untuk mempelajari budidaya ayam ras pedaging jenis broiler (BR) dalam skala besar.

“Kalau angkatan ke-8 fokus pada pemeliharaan ayam broiler di kandang modern, angkatan ke-9 ini lebih diarahkan ke bidang penetasan telur di breeding farm CV Tanjungmulya,” imbuhnya.

Sejak 2021, Kabupaten Ciamis telah menjadi salah satu pusat tujuan magang guru perunggasan dari berbagai SMK di Indonesia, baik negeri maupun swasta.

Dengan posisinya sebagai sentra perunggasan rakyat di Jawa Barat, Ciamis menawarkan ekosistem lengkap bagi proses pembelajaran, mulai dari kandang modern, breeding farm, layer farm, rumah potong unggas (RPU), hingga cold storage.

Program magang ini diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri, sekaligus menjadikan para guru sebagai agen perubahan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing di sektor perunggasan nasional.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca