
Memahami dan mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan — Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika — menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan dan stabilitas bangsa.
Hal tersebut kembali ditekankan oleh Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, yang juga Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dr. Tr. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.IP., M.Si, dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang berlangsung di Kabupaten Ciamis, Rabu (21/05/2025).
Dalam sambutannya, Agun menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bukan sekadar agenda formal kenegaraan, melainkan ruang aktualisasi nilai-nilai luhur bangsa yang perlu terus ditanamkan.
Terutama di tengah masyarakat yang kini dihadapkan pada tantangan global, pergeseran nilai, serta dinamika geopolitik yang tak menentu.
“Kita tidak bisa mengandalkan kebijakan jangka pendek atau respons emosional dalam merespons tantangan zaman. Kita harus kembali kepada akar kita sebagai bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Itulah landasan konstitusional dan ideologis yang menyatukan kita,” ungkap Agun.
Menurutnya, sosialisasi ini menjadi ajang diskusi mendalam tentang bagaimana nilai-nilai dasar bangsa tersebut dapat diterjemahkan dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui partisipasi aktif Partai Golkar di daerah seperti Ciamis, diharapkan masyarakat bisa lebih memahami peran vital Empat Pilar dalam menciptakan stabilitas nasional dan kedaulatan sejati, baik dalam bidang politik, ekonomi, energi, maupun pangan.
Agun menyoroti pentingnya implementasi kebijakan yang berbasis pada prinsip-prinsip kebangsaan.
Ia menjelaskan bahwa di era modern ini, segala aspek kehidupan — mulai dari pemerintahan pusat hingga rumah tangga — harus selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan semangat persatuan dalam bingkai NKRI.
“Seluruh aspek kehidupan kita — baik itu pikiran, ucapan, maupun tindakan — harus mencerminkan nilai-nilai Empat Pilar. Rumah negara kita tidak bisa berdiri kokoh jika rumah-rumah kecil kita, rumah tangga kita, tidak merefleksikan nilai kebangsaan. Kesatuan dimulai dari diri sendiri,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa segala bentuk keputusan politik, ekonomi, dan sosial ke depan harus dipandu oleh kompas Empat Pilar.
Tanpa pemahaman mendalam terhadap dasar negara, bangsa ini akan mudah terombang-ambing oleh kepentingan sesaat dan ancaman dari luar.
Dengan nada yang lebih strategis, Agun menegaskan bahwa keberhasilan bangsa dalam lima tahun mendatang akan sangat ditentukan oleh sejauh mana pemimpin dan masyarakat memahami serta memperjuangkan kedaulatan di berbagai sektor.
Ia menyebut bahwa Pancasila bukan hanya simbol ideologis, melainkan panduan konkret dalam merancang arah pembangunan bangsa.
“Empat Pilar ini adalah pundi-pundi kekuatan yang bisa kita gunakan untuk memastikan kemenangan dalam perjuangan menuju kedaulatan. Kita bicara tentang kedaulatan politik, pangan, energi, hingga ekonomi. Semua itu tidak akan tercapai tanpa kesadaran dan pengamalan Empat Pilar,” ujarnya.
Acara yang berlangsung dengan penuh semangat kebangsaan ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Ciamis, Mohamad Ijudin, serta Ketua dan Sekretaris DPD Partai Golkar Ciamis.
Perwakilan dari Kesbangpol Ciamis juga tampak hadir, menandakan sinergi antara pemerintah, partai politik, dan masyarakat sipil dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Ciamis diingatkan kembali bahwa memahami dan mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan bukan hanya tugas negara, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.
Dengan menghidupkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, stabilitas dan persatuan bangsa akan tetap terjaga di tengah tantangan zaman yang terus berubah.





