
Dalam rangka menghadapi dinamika pasar kerja yang semakin kompleks, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Ciamis memaparkan strategi ketenagakerjaan berbasis tiga pilar utama.
Strategi ini disampaikan langsung oleh Kepala Disnaker Ciamis, Dase Fadlil Yusdy Mubarok, S.H., dalam forum dialog bersama Anggota DPRD Jawa Barat Dapil XIII, H. Didi Sukardi, S.E., Kamis (24/7/2025) di Saung Sawah, Ciamis.
Forum ini merupakan bagian dari kegiatan reses DPRD Jawa Barat, yang juga dihadiri oleh berbagai perwakilan masyarakat dan pemangku kepentingan bidang ketenagakerjaan.
Dalam paparannya, Dase Fadlil menjelaskan bahwa tantangan di sektor ketenagakerjaan saat ini tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh perubahan ekonomi global.
Oleh karena itu, Pemkab Ciamis merancang kebijakan ketenagakerjaan yang bersifat adaptif dan strategis, guna menciptakan tenaga kerja yang siap bersaing dan mandiri.
“Visi kami adalah menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang kompetitif dan mandiri. Program-program yang kami jalankan bukan hanya bersifat reaktif, tapi juga proaktif untuk menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Dase memaparkan bahwa strategi ketenagakerjaan Pemkab Ciamis dibangun di atas tiga pilar utama yang saling berkaitan dan saling menguatkan:
- Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM):
Disnaker secara aktif menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi, kursus kerja, dan sertifikasi keterampilan. Upaya ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja lokal agar mampu memenuhi standar pasar kerja yang terus berkembang. - Penurunan Angka Pengangguran:
Program ini difokuskan pada perluasan akses terhadap penempatan kerja, penyelenggaraan bursa kerja, serta pengembangan program pemagangan. Disnaker juga menjalin kerja sama dengan dunia industri guna membuka lebih banyak peluang kerja yang relevan dan berkelanjutan. - Penguatan Ekonomi Inklusif Berbasis Kewirausahaan dan Kearifan Lokal:
Pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta mendorong semangat kewirausahaan masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan kemandirian ekonomi yang merata hingga ke tingkat desa.
Untuk mendukung implementasi strategi tersebut, Disnaker Ciamis juga memanfaatkan teknologi informasi melalui Sistem Informasi Ketenagakerjaan Ciamis (SITACI).
Sistem ini mempermudah proses pelaporan, pendataan, serta layanan bagi para pencari kerja dan perusahaan.
Selain itu, layanan AK-1 atau Kartu Kuning juga difasilitasi secara lebih efisien guna menunjang proses administrasi tenaga kerja.
Disnaker turut memfasilitasi penempatan tenaga kerja lintas daerah, bahkan ke luar negeri, sebagai upaya memperluas pasar kerja dan meningkatkan produktivitas masyarakat Ciamis secara global.
Menutup paparannya, Dase Fadlil menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan legislatif dalam menyukseskan berbagai program ketenagakerjaan.
Sinergi ini sangat penting dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan, termasuk pengangguran terbuka dan kesenjangan keterampilan.
“Semoga program ini tidak hanya menjangkau kota, tapi juga menyentuh desa-desa agar semangat kemandirian ekonomi benar-benar merata,” pungkasnya.





