
Dapur milik seorang warga bernama Mak Bariah (64), yang berada di Dusun Sukaasih RT 28 RW 05, Desa Padaringan, Kecamatan Purwadadi, hangus dilalap api, Kamis (28/8/2025) dini hari.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 00.45 WIB. Api pertama kali diketahui oleh Saep (26), tetangga korban yang rumahnya berdampingan langsung dengan lokasi kebakaran.
Menurut penuturan Saep, ia terbangun setelah mendengar suara letupan yang mencurigakan dari arah rumah Mak Bariah.
Rasa penasaran membawanya keluar rumah untuk memastikan sumber suara. Betapa terkejutnya ia ketika mendapati kobaran api sudah membesar di area dapur rumah tetangganya.
“Saya panik karena rumah saya berdempetan dengan rumah Bu Bariah. Saya langsung berteriak minta tolong ke warga sekitar,” ujarnya.
Mendengar teriakan tersebut, warga pun bergegas berdatangan. Dengan peralatan seadanya, mereka berusaha memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain.
Di tengah kepanikan itu, Saep juga segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang sedang siaga di Pos WMK Banjarsari.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Fery Rochwandi, SH., M.Si., mengonfirmasi kejadian tersebut.
Ia menjelaskan, laporan kebakaran segera ditindaklanjuti oleh tiga personel Damkar dari Pos WMK Banjarsari, yakni Dikri, Rahmat, dan Nana.
Fery menuturkan, petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi dengan membawa mobil pemadam.
“Upaya pemadaman berlangsung intensif, dan pada sekitar pukul 01.45 WIB api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bagian utama rumah maupun bangunan lain di sekitarnya,” jelas Fery.
Meski api dapat dikuasai, dapur berukuran 5 x 3 meter persegi beserta seluruh isinya ludes terbakar. Total kerugian akibat musibah ini ditaksir mencapai Rp5 juta.
Hasil penelusuran sementara, api diduga berasal dari tungku yang tidak dimatikan dengan sempurna setelah digunakan memasak.
Percikan api dari tungku kemudian menyambar tumpukan kayu bakar (suluh) yang disimpan di dapur, hingga akhirnya menimbulkan kobaran besar.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama ketika menggunakan tungku tradisional atau peralatan masak lain yang dapat memicu kebakaran,” tambah Fery.
Kebakaran yang menimpa rumah Mak Bariah menambah daftar panjang musibah serupa di Kabupaten Ciamis.
Dalam sepekan terakhir, setidaknya sudah terjadi empat peristiwa kebakaran dengan penyebab berbeda.
Pada Kamis (21/8/2025) siang, rumah pasangan lansia Aki Rohman (90) dan istrinya Nini Ilah di Dusun Sindangjaya, Desa Ciakar, Cipaku, habis dilalap api.
Diduga korsleting listrik menjadi pemicu kebakaran yang mengakibatkan kerugian hingga Rp50 juta.
Selanjutnya, pada Sabtu (23/8/2025) pagi, rumah milik Aki Sarno (74) di Dusun Ciulu, Desa Ciulu, Banjarsari, juga terbakar.
Insiden yang dipicu korsleting listrik itu menyebabkan kerugian sekitar Rp20 juta.
Hanya berselang sehari, Minggu (24/8/2025) siang, kebakaran kembali terjadi di pabrik makanan ringan CV Widuri Snack milik H. Dudung (47) di Dusun Pari, Desa Linggapura, Kawali.
Bagian ruang produksi pabrik hangus terbakar dengan estimasi kerugian Rp10 juta. Api diduga berasal dari korsleting listrik pada blower hexos di ruang produksi.
Dengan bertambahnya kasus di Purwadadi, jumlah kebakaran yang terjadi di Ciamis dalam sepekan terakhir mencapai empat kejadian.
Satpol PP dan Damkar mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Selain memperhatikan instalasi listrik, warga juga diminta memastikan peralatan masak atau tungku benar-benar padam setelah digunakan.
“Kesadaran dan kewaspadaan warga menjadi kunci utama untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa,” pungkas Fery.





